Takdir Cinta Adeeva

Takdir Cinta Adeeva
Bab 71


__ADS_3

Mau tak mau Axel pun menerima keputusan kedua orang tuanya.


"Baiklah, aku menerima keputusan ini. Tapi, dengan satu syarat," ujar Axel.


"Apa?" tanya Rasyid menautkan kedua alisnya.


"Aku mau menikah dengan gadis itu, dengan syarat Papa dan Mama tidak memaksa diriku untuk menceraikan Adeeva," ujar Axel menyampaikan persyaratan yang diajukannya.


Rasyid dan Gita saling melempar pandangan, Mereka tampak berpikir menerima persyaratan itu atau tidak.


Mereka hening sejenak, hingga akhirnya Rasyid menyetujui persyaratan yang diajukan oleh sang putra.


"Baiklah, kalau begitu Mama dan Papa tidak akan memaksamu untuk bercerai dengan Adeeva," ujar Rasyid.


Saat itu Rasyid berharap adeeva tidak akan pernah lagi kembali dalam kehidupan putranya, agar Axel bisa hidup bahagia dengan wanita yang bernama Kyara.


Sementara itu kita mengikuti keputusan sang suami.


"Papa dan Mama akan membahas pernikahanmu dengan gadis itu, Papa ingin pernikahanmu dilangsungkan secepatnya, kali ini pernikahanmu akan diadakan secara mewah dan megah, agar semua tahu bahwa kamu sudah memiliki pendamping hidup," ujar Rasyid.


"Terserah mama dan papa sajalah," ujar Axel.


Setelah itu Axel pun berdiri, dia melangkah meninggalkan kedua orang tuanya yang masih duduk di ruang keluarga itu.


Dia memilih untuk menenangkan diri di kamarnya, daripada berdebat dengan kedua orang tuanya.


Di dalam kamar Axel kini tengah membuka galeri ponselnya yang berisi beberapa foto bersama dengan adeeva, mulai di awal pernikahan hingga bulan madu yang mereka lewati.


"Deev, kamu di mana sekarang?" lirih Axel mengenang masa-masa indah bersama istrinya.


Axel memang kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh istrinya itu, tapi rasa cintanya pada Adeeva membuat dirinya melupakan luka dan sakit hati yang ditorehkan Adeeva di hatinya.


Satu minggu telah berlalu, kini tiba waktunya Axel menikah dengan gadis aneh yang tiba-tiba masuk ke dalam kehidupannya.


Pesta pernikahan Axel dan Kyara memang dilaksanakan dengan mewah, meskipun waktu mempersiapkannya hanya satu Minggu, tapi Gita menyiapkan semuanya dengan sempurna.


Pernikahan diadakan di sebuah hotel bintang lima yang ada di kota Padang.


Akad nikah dan pesta akan dilakukan di tempat itu di hari yang sama.


Para tamu sudah mulai berdatangan untuk menyaksikan acara akad nikah antara Axel dan Kyara.

__ADS_1


Tamu-tamu mulai berdatangan, saat ini Axel tengah berada di ruang ganti. Seorang MUA tengah mempersiapkan Axel dengan pakaian yang telah disediakan.


Begitu juga dengan Kyara, dia kini juga tengah berada di ruang ganti yang berbeda dengan ruangan Axel, seorang MUA kini tengah memoles wajah Kyara dengan make up, agar Kyara terlihat lebih cantik.


"Bagiku lebih baik menikah dengan pria dingin ini dari pada menikah dengan Alvaro," gumam Kyara di dalam hati.


Kyara sudah mengenal Alvaro sejak mereka duduk di bangku SMP, saat itu Alvaro belum mengenal dirinya, karena Kyara dulu lebih suka berpenampilan cupu.


Di saat itu, Kyara sudah tahu bahwa Alvaro merupakan seorang playboy ternama di sekolahnya, begitu juga setelah mereka duduk di SMA, Kyara juga mengetahui tindak tanduk Alvaro yang sering masuk ruang BK dan tidak luput dari minum-minuman keras.


Dengan sekuat tenaga Kyara berusaha menolak perjodohan dengan Alvaro, hingga dia kabur berkali-kali dari rumah.


Bagi Kyara menikah dengan Axel merupakan menyelamatkan diri dari sosok Alvaro.


Pada pukul 10.00 penghulu telah berada di ballroom hotel tersebut.


Dia sudah siap untuk menikahkan Axel dan Kyara, yang mana keduanya masih berada di ruang ganti.


Tak berapa lama penghulu menunggu, Axel keluar dari ruang ganti diiringi oleh sang mama melangkah menuju tempat akad nikah dilangsungkan.


Semua mata kini tertuju pada Axel yang kini terlihat bagaikan seorang pangeran.


Gita mengantarkan Axel duduk di kursi mempelai pria, lalu dia pun duduk di kursi yang telah disediakan untuk kedua orang tua mempelai pria.


Mereka terlihat sangat cocok dan serasi.


Axel ikut memandangi Kyara yang kini melangkah menuju tempatnya berada.


"Gadis itu terlihat cantik juga," gumam Axel di dalam hati.


Pujian itu terlontar begitu saja dari hati Axel.


Kyara kini melangkah dengan menawan menghampiri dirinya.


"Apakah kamu terpukau melihat kecantikanku?" bisik Kyara saat dia sudah duduk di kursi yang ada di samping Axel.


Kyara sempat melihat Axel yang memandangi dirinya dengan sebuah tatapan kekaguman.


"Idih ge-er banget sih jadi orang," bisik Axel membantah tuduhan Kyara.


"Baiklah acara akad nikah akan kita mulai," seorang pembawa acara yang akan menuntun jalannya acara resepsi pernikahan.

__ADS_1


pembawa acara terus memulai membacakan susunan acara hingga tiba saatnya pengucapan lafaz ijab kabul yang akan diucapkan oleh ayah Kyara dan Axel.


Sebelum hal itu dilakukan kedua mempelai diminta untuk memohon restu kepada kedua orang tua mereka.


Entah mengapa Kyara menangis saat bersimpuh di kaki kedua orang tuanya.


Axel merasa kasihan pada Kyara, lalu dia berdiri dan menuntun gadis itu kembali duduk di sampingnya.


"Baiklah, sekarang saatnya wali mempelai wanita dan mempelai wanita untuk mengucapkan ijab dan kabul.


"Saya nikahkan putriku denganmu Kyara Angelica Gultom dengan mahar 10 gram emas 24 karat dan uang sejumlah 10 juta dibayar tunai," ujar Antonio dengan lantang.


"Saya terima nikahnya Adeeva Angelica Gultom dengan mahar tersebut di bayar tunai," ujar Axel dengan lantang.


"Mempelai pria salah menyebutkan nama mempelai wanita." Seorang saksi mengoreksi kesalahan Axel.


"Ulangi," sahut sang penghulu.


"Nak Axel, mempelai wanita bernama Kyara bukan Adeeva," ujar penghulu mengingatkan mempelai wanita.


"Baiklah, coba ulangi sekali lagi," ujar si penghulu pada wali mempelai wanita.


"Saya nikahkan putriku denganmu Kyara Angelica Gultom dengan mahar 10 gram emas 24 karat dan uang sejumlah 10 juta dibayar tunai," ujar Antonio lagi.


"Saya terima nikahnya Kyara Angelica Gultom dengan mahar tersebut di bayar tunai," sahut Adeeva.


"Bagaimana, saksi?" tanya penghulu pada kedua saksi.


"Sah," sahut kedua saksi.


"Alhamdulillah," seru para tamu riuh.


Mereka bersyukur acara ijab kabul berjalan lancar.


Setelah itu, penghulu pun membacakan do'a terbaik untuk kedua mempelai yang mana diikuti oleh tamu yang hadir dalam acara tersebut.


Rasyid dan Gita sempat tegang mendengar Axel menyebutkan nama istrinya yang tidak tahu di mana keberadaannya saat ini.


"Saatnya mempelai pria memberikan mahar kepada mempelai wanita, kedua mempelai diharapkan untuk berdiri," ujar pembawa acara meminta Axel dan Kyara untuk berdiri.


Saat Kyara berdiri, tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing hingga dia jatuh tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Kyara!" pekik beberapa orang yang ada di sana.


Bersambung...


__ADS_2