Takdir Cinta Adeeva

Takdir Cinta Adeeva
Bab 60


__ADS_3

Daffa terpaku, dia melihat sesuatu yang aneh pada tubuh Ainun. Tapi, dia memilih dia dan tidak mempermasalahkan hal ini terlebih dahulu.


“Apa yang kau lakukan di kamarku?” bentak Daffa geram.


“Daffa, aku ini istrimu. Aku berhak tinggal di kamarmu dari pada wanita itu,” teriak Ainun kesal.


Ainun yang sejak kemarin dicuekin Daffa berinisiatif untuk tidur di kamar Daffa saat dia tahu bahwa Adeeva tidak tidur di kamar suaminya itu.


Daffa menatap tajam ke arah Ainun.


“Apakah kau lupa dengan perjanjian kita, kamu tidak boleh menginjakkan kakimu di lantai 2 karena lantai 2 ini merupakan hak istri pertamaku, Adeeva,” ujar Daffa.


“Jika dia istrimu, kenapa dia tidak tidur di kamar ini?” tanya Ainun memancing Daffa untuk jujur.


Meskipun Ainun sudah mengetahui semuanya, tapi dia tetap pura pura bodoh di hadapan Daffa.


“Si*l, aku tidak bisa menjawab pertanyaannya,” gumam Daffa di dalam hati.


“Ya sudah, kalau begitu aku akan kembali ke kamarku,” ujar Ainun lalu melepaskan selimut yang membalut tubuhnya.


Daffa langsung menutup matanya dnegan kedua telapak tangannya, dia takut Ainun tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya.


Ainu berjalan dengan santai melangkah keluar kamar. Daffa membuka matanya lalu melihat dengan jelas Ainun mengenakan pakaian dalam yang mini serta celana pendek di atas paha. Dia berjalan melenggok melupakan sesuatu yang tertinggal di kamar Daffa.


Daffa langsung mengambil ponselnya, dia membuka rekaman cctv pribadi yang ada di kamar itu, dia ingin tahu apa yang telah dilakukan Ainun tadi malam di kamarnya.


Dia membuka rekaman itu, dia melihat Ainun membuka baju kaos yang dikenakan Daffa, lalu mengecup pipinya, setelah itu tidur di sampingnya.


“Syukurlah tidka terjadi hal hal yang tidak aku inginkan dengan wanita itu,” gumam Daffa.


Di dalam rekaman itu Daffa melihat Ainun meletakkan suatu benda di atas meja rias, Daffa pun langsung menoleh ke arah meja rias.


Daffa tersenyum, lalu dia mengambil benda itu lalu menyimpannya di dalam lemari.


“Lihatlah, Ainun. Aku akan mencaritahu siapa kamu sebenarnya,” gumam Daffa di dalam hati.


Daffa pun melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu dia pun bersiap siap untuk menunaikan ibadah shalat subuh.


Setelah shalat subuh, Daffa langsung melangkah menuju kamar Adeeva, dia ingin bertemu dengan wanita yang kini telah mengisi seluruh hatinya itu. Satu malam tak bersama Daffa merasakan rindu yang mendalam terhadap Adeeva.


Daffa membuka pintu kamar yang ada di sebelah kamarnya, saat Daffa berada di dalam kamar itu, Daffa tak menemukan siapa pun di dalam kamar itu.


“Deev,” panggil Daffa.

__ADS_1


Daffa mengira Adeeva tengah berada di kamar mandi. Dia pun melangkah menuju pintu kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut.


“Deev,” panggil Daffa lagi.


Dia terus mencoba memanggila nama yang kini telah tertanam di hatinya.


Beberapa kali Daffa memanggilmanggil Adeeva, tapi dia sama sekali tak mendapat sahutan balik dari Adeeva.


“Adeeva ke mana, ya?” lirih Daffa.


Daffa pun mencoba membuka pintu kamar mandi. Dia juga tak melihat seorang pun di kamar mandi.


“Adeeva!” teriak Daffa seketika.


Jantung Daffa berdetak dengan kencang, dia mencemaskan keberadaan Adeeva saat ini.


“Adeeva, kamu di mana?” tanya Daffa sambil terus mencari sosok yang dicintainya.


Daffa melangkah menuju balkon kamar tersebut, dia juga tidak dapat menemukan Adeeva di sana.


Dia pun bergegas turun ke lantai satu, Daffa berlari menuju dapur. Dia mengira saat ini Adeeva berada di dapur membantu Bi Sari memasak.


“Adeeva,” panggil Daffa saat dia sudah berada di dapur.


Namun, Daffa tak meneukan Adeeva berada di dapur.


“Maaf, Tuan. Saya belum bertemu nona Adeeva sejak pagi ini,” jawab Bi Sari.


“Lalu dia ke mana?” lirih Daffa bertanya tanya.


Bi Sari hanya bisa diam, dia tidak tahu harus menjawab apa, karena dia sendiri tidak tahu di mana Adeeva.


Daffa pun teringat sesuatu. Daffa langsung melangkah ke ruang kerjanya. Di sana dia langsung membuka laptop lalu melihat rekaman cctv yang ada di rumah itu.


Daffa memperhatikan dengan seksama apa yang telah terjadi di dalam rumah itu, saat itulah, Daffa melihat Adeeva dan Ainun yang berdebat di ruang makan kemarin malam.


Daffa memperbesar suara yang ada di rekaman itu, dia mencoba mendengar apa yang dibicarakan Adeeva dan Ainun di sana.


“Tidak.” Daffa menggelengkan kepalanya tidak percaya.


“Mengapa wanita itu tahu semuanya, apa jangan jangan kedatangannya ke sini,..” Daffa mencoba menerka apa sebenarnya yang diinginkan Ainun.


Belum selesai dia berpikir, Daffa melihat Adeeva yang sempat membuka pintu kamarnya. Daffa menautkan kedua alisnya, dia terus memperhatikan dengan seksama.

__ADS_1


Daffa melihat Adeeva yang menangis di depan pintu kamarnya.


“Kenapa Adeeva menangis? Apakah dia melihatku dan Ainun yang tidur di satu ranjang?” gumam Daffa menduga duga.


Daffa terus memutar rekaman cctv di rumahnya itu, hingga dia melihat Adeeva yang menyelinap keluar dari rumahnya.


“Tidak, Adeeva kabur dari rumah ini,” lirih Daffa panik.


Daffa pun langsung mengambil jaketnya, dia melangkah keluar rumah.


“Mang Udin!” teriak Daffa memanggil tukang kebun serta sopir pribadi di rumah itu.


Daffa sengaja memanggil Mang Udin karena dia tidak mendapati mobilnya berada di depan teras rumah.


Tak berapa lama, Mang Udin datang menghapiri mereka.


“Keluarkan mobil sekarang juga!” perintah Daffa.


“Siap, Tuan,” sahut Mang Udin.


Mang Udin bergegas melangkah menuju garasi mobil, dia langsung memanaskan mobil yang biasa dibawa Daffa, lalu mengeluarkan mobil tersebut dari garasi.


“Ini, Tuan.” Mang Udin memberikan kunci mobil pada Daffa setelah mobil berada di depan teras rumah.


Daffa langsung meraih kunci itu lalu masuk ke dalam mobil, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi mencari Adeeva. Dia berharap Adeeva masih berada di sekitar kaasan komplek perumahannya.


Menurut perkiraannya, Adeeva belum terlalu jauh. Tidak mungkin Adeeva hilang begitu saja karena dia tahu saat ini Adeeva tengah mengandung. Dia tidak akan pergi jauh darinya.


Daffa terus mencari Adeeva di sekitar komplek, bahkan dia juga bertanya tanya pada beberapa orang yang ditemuinya di komplek itu.


Di saat Daffa masih panik mencari Adeeva, tiba-tiba ponsel Daffa berdering, panggilan masuk dari Alex.


Daffa memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.


"Ada apa Alex meneleponku sepagi ini?" gumam Daffa.


Dia mengangkat panggilan dari asisten pribadinya itu.


"Katakan," ujar Daffa.


"Tuan, kita harus bertemu sekarang juga," ujar Alex.


"Apa yang terjadi?" tanya Daffa.

__ADS_1


"Ada sesuatu yang harus tuan ketahui," jawab Alex.


Bersambung...


__ADS_2