
QING MAO tidak peduli dengan ratapan An Daiyu. Dia pergi ke ruang artefak cincin batu giok hijau dan memandangi danau yang memiliki air yang bersih. Udara di dalam ruang cincin juga lebih menyegarkan. Tak lama, Hyou muncul dan membawa Qing Mao ke suatu tempat.
Selama ini, Qing Mao tidak menjelajah terlalu jauh tentang isi ruang cincin batu giok hijau. Dia hanya kan sibuk dengan penelitiannya tentang obat-obatan dan racun. Akhir-akhir ini, Qing Mao sedang mengembangkan sejenis esensi baru untuk melumpuhkan energi spiritual seseorang.
“Tempat apa ini?” tanya Qing Mao saat Hyou membawanya ke sebuah hutan kecil yang terlihat asri.
Tidak ada binatang buas atau pun kegelapan. Hutan di sekelilingnya dipenuhi dengan pohon menjulang tinggi, memiliki daun berwarna hijau, jingga dan kuning. Aneh tapi unik. Seperti daun musim gugur.
Ada beberapa pohon bambu kecil. Qing Mao mengerutkan kening, memeriksa daun bambu tersebut. Daun bambu kecil memiliki vitalitas yang tidak biasa. Qing Mao cukup terkejut.
"Ini ..." Dia masih bingung dan tidak bisa menebak.
"Itu bambu dewa. Vitalitas yang terkandung dalam bambu itu mampu membuat luka-luka di tubuh manusia maupun hewan sembuh dalam hitungan detik," jelas Hyou sedikit bangga.
Bambu dewa sama seperti bambu kecil lainnya tapi lebih bersih aman untuk disentuhnya acara langsung menggunakan tangan kosong. Selain itu, daunnya juga memiliki sedikit corak putih lurus.
Daunnya bisa direbus atau ditumbuk untuk mengobati luka. Batangnya bisa dikeringkan. Setelah kering, bisa dibakar layaknya dupa, berfungsi untuk pengobatan aroma. Lalu ada juga akarnya.
Akar bambu dewa berbeda dengan akar bambu kebanyakan. Lebih mirip seperti gingseng. Cara mengolahnya bisa direbus atau dimakan langsung seperti ubi jalar.
Setelah mendengar penjelasan Hyou, Qing Mao akhirnya mengangguk pelan.
"Tapi aku tidak pernah melihat ini di zaman kultivator," katanya.
"Tentu saja tidak ada. Namanya juga bambu dewa. Ini tidak ada di daratan."
"..." Baiklah, pikir Qing Mao.
"Jadi ..." Qing Mao masih bingung.
Hyou mengembuskan napas panjang. "Gu Wei mungkin akan muncul saat gerhana matahari bulan depan. Ada banyak yang harus disiapkan agar tidak terjadi lagi seperti kehidupan sebelumnya. Tuan, kali ini ... aku harap semuanya berjalan dengan baik," jelasnya.
__ADS_1
"Nada bicaramu seolah-olah akan kiamat saja."
"Mungkin," gumam Hyou tanpa sadar.
"Hah?" Qing Mao menaikkan sebelah alisnya.
"Tidak apa-apa. Alasannya karena aku telah lelah mengambil kembali jiwa kalian untuk dilahirkan kembali lagi dan lagi. Aku juga ingin istirahat. Kali ini, Gu Wei harus dimusnahkan. Dengan begitu ... legenda empat cincin artefak kuno juga akan berakhir."
Hyou tidak mau mengungkit kejadian masa lalu yang hanya diketahui olehnya saja.
"Di sini, kamu bisa menemukan banyak jenis bahan obat untuk penelitian obat-obatan mu. Semuanya merupakan tanaman terbaik dari alam tertinggi. Jadi jangan menyia-nyiakan nya. Waktumu hanya sebulan," katanya.
"Lalu kenapa kamu tidak memberi tahuku sejak awal?" Sudut mulut Qing Mao berkedut. Apakah Hyou mulai mengalami penyakit alzheimer?
"Aku lupa. Ketika situasi mendesak, ingatan ku akan bekerja dengan baik."
"..." Ternyata otakmu benar-benar sakit, pikir Qing Mao.
Jika bukan karena Hyou yang memberikan alasan tentang Qing Mao yang tidak keluar rumah selama seminggu terakhir, mungkin keduanya akan gila.
Gu Yihao tidak pergi ke rumah gadis itu. Dia hanya mendapatkan surat tentang kabar Qing Mao. Saat ini, dia juga sibuk sendiri. Karena waktu semakin mendesak keduanya untuk berlatih lebih keras lagi.
Selama seminggu itu, Qing Mao juga tidak tahu perkembangan tentang Putri Lailan dan An Daiyu. Ketika keluar dari ruang cincin batu giok hijau, Qing Mao tampak sedikit kelelahan.
"Jadi, bagaimana keadaan mereka sekarang?" tanyanya.
"An Daiyu dan putri Lailan dijadwalkan menikah dalam waktu tiga hari lagi. Beritanya sudah menyebar ke masyarakat dan undangan juga telah dibuat." Hyou mengeluarkan gulungan undangan dari istana kekaisaran. "Ini undangan dari putri Lailan."
Qing Mao membaca surat undangan itu dan tidak ada masalah sama sekali. Dia hanya mengangguk kecil. Kali ini dia berpikir, kira-kira hadiah apa cocok untuk gadis itu?
"Apa Gu Yihao belum datang akhir-akhir ini?"
__ADS_1
"Dia sering pergi ke pengadilan istana kekaisaran, lalu meninggalkan ibu kota dalam jangka waktu tertentu," jelas Hyou.
"Sepertinya masalah ini lebih serius daripada yang kuduga. Gu Wei ... mungkin akan muncul lebih awal?"
"Ini belum tentu. Tapi demi berjaga-jaga, aku sudah menyiapkan array spiritual di beberapa tempat. Jika ada tanda-tanda mencurigakan, aku bisa mengetahuinya."
"Ini bagus. Kali ini, aku juga harus berkultivasi. Setelah menghadiri acar pernikahan Lailan, bawa aku ke tempat kultivasi terbaik di daratan ini," kata Qing Mao langsung minum secangkir teh.
Hyou menyipitkan mata dan mengangguk lemah. "Jangan khawatir, aku tahu tempat terbaik."
***
Tiga hari kemudian, ibu kota dimeriahkan oleh hiasan berwarna merah. Kegembiraan para warga akan pernikahan Putri Lailan dengan An Daiyu memang membuat gempar.
An Daiyu terkenal suka merayu gadis-gadis tapi tidak pernah mengambil selir. Saat pernikahan diumumkan, An Daiyu mengumumkan identitas aslinya sebagai tuan muda dari keluarga misterius terkenal di masa lalu.
Marga An memang telah lama menjadi legenda di negara Quentian, terkenal sebagai keluarga paling kaya raya di benua tersebut.
Tapi hanya sedikit orang yang mengetahui hal ini. An Daiyu telah meninggalkan rumah sejak bertahun-tahun lalu hanya untuk mengembangkan bisnisnya. Pada akhirnya, dia pun mendirikan pelelangan bunga persik.
An Daiyu tidak kekurangan apapun, status, yang dan pakaian, semuanya terpenuhi. Satu-satunya hal yang tak bisa dia dapatkan dengan mudah, tentunya adalah mendapatkan seorang istri.
Menjadi istri An Daiyu berarti harus siap akan segala urusan keuangan di rumah. Putri Lailan yang telah lama terkejut akan identitas besar pria itu pun sempat termenung selama beberapa waktu.
Di negara mana pun, selain kekuasaan, uang adalah segalanya. Dengan uang, seseorang bisa membeli kekuasaan dan kekuatan. Semua orang berpegang pada uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Keluarga An yang misterius merupakan salah satu keluarga bisnis yang luar biasa. Tidak heran Kaisar Gu akan menghormatinya.
Di kamar pengantin wanita, Putri Lailan memakai gaun merah, dirias lebih banyak. Rambutnya ditata rapi. Tapi biasa kepala agak berat. Mau tidak mau, tradisi pernikahan zaman kuno ini membuat Qing Mao yang menyaksikannya langsung menghela napas.
Suatu hari nanti, ketika dia menikah dengan Gu Yihao, jangan pasang hiasan kepala. Merepotkan, pikirnya.
__ADS_1
"Mao Mao, aku sangat gugup hari ini," kata Putri Lailan malu. Wajahnya memerah. Pipinya yang diberi perona merah muda pun semakin terlihat seperti warna buah persik yang matang.