Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Putri Yu Yang Tidak Bisa Menjelaskan


__ADS_3

PADA AKHIRNYA, Putri Yu Yang tidak mengatakan apa-apa dan hanya menunduk saat dibawa ke istana kekaisaran. Dia juga melihat kakak laki-lakinya—Gu Wenlian yang terlihat lelah.


Masalah tentang kematian Nu Qingge di depan gerbang istana Gu Wenlian telah mereda dan kini giliran Putri Yu Yang yang dilaporkan pada kaisar.


Saudara dan saudari memiliki temperamen yang tidak beda jauh dan kini keduanya memiliki masalah.


Selir Kekaisaran Yi juga tidak menyangka akan bertemu putrinya di sini. Dan dia memiliki firasat buruk karena putrinya yang datang bersama Gu Zhaoxin.


Gu Zhaoxin ini tidak takut pada siapapun di istana tapi mengormati kaisar itu sendiri. Bagi Gu Zhaoxin, hidup tanpa topeng kemunafikan lebih baik daripada berjuang di antara benang tipis yang bisa saja putus kapan saja.


Kaisar Gu juga tidak repot-repot dengan putranya yang satu ini dan menanyakan langsung alasannya.


Kebetulan, Permaisuri Xue—ibu dari Putri Lailan juga menemani kaisar.


Saat mendengar apa yang dilaporkan oleh Gu Zhaoxin, Permaisuri Xue langsung berdiri dan terkejut mengetahui putrinya jatuh ke sungai. Jika bukan An Daiyu yang menyelamatkannya, mungkin Putri Lailan akan tenggelam.


"Kenapa kamu mendorong Lailan? Kamu dan dia adalah bersaudara. Bahkan jika bukan berasal dari rahim yang sama, kalian tetap memiliki darah kaisar," kata Permaisuri Xue sedikit marah namun mencoba untuk menenangkan diri.


Kaisar Gu menghela napas dan memijat sebelah pelipisnya. Putri Lailan mungkin tidak lahir dari wanita kesayangan kaisar atau lebih tepatnya Permaisuri Xue, tapi anak perempuan itu selalu bersikap baik dan jarang mengeluh akan masalah istana.


Putri Lailan juga lengket dengan Gu Yihao dan telah tumbuh di bawah pengawasan Gu Yihao selama beberapa waktu.


"Yu Yang, jelaskan, apakah itu benar?" tanya Kaisar Gu.


Di mana Putri Yu Yang bisa menjawab dengan baik saat ini, dia sangat gugup. Tubuhnya berkeringat dingin dan ingin meminta bantuan ibunya. Tapi Selir Kehormatan Yi juga takut salah menanggapi sesuatu dan hanya mendesaknya untuk berkata dengan jujur.


Putri Yu Yang akhirnya memberanikan diri untuk mengatakan beberapa dan membalikkan beberapa hitam dan putih. Lagi pula, tidak ada orang yang tahu saat ini.


Gu Zhaoxin hanya tahu percakapan terakhir di tepi sungai dan tidak mengetahui fakta saat berada di perahu.


"Aku ... Sebenarnya aku—"


"Yu Yang! Apakah kamu masih berani untuk membalikkan hitam dan putih?" tukas Putri Lailan yang bergegas dengan An Daiyu. Keduanya kini sudah berganti pakaian.

__ADS_1


Adapun Qing Mao, dia mengikuti mereka tapi tidak berniat untuk menonjolkan diri di sana.


Ketika Putri Yu Yang mendengar suara itu, wajahnya pucat lagi namun berusaha untuk tenang. Dia melihat Putri Lailan beergegas ke arahnya namun tidak melakukan apa-apa.


"Kamu masih pandai mengarang bahwa aku jatuh ke sungai karena kehilangan keseimbangan dan diselamatkan oleh Tuan An? Kenapa kamu tidak sekalian berkata jika aku didorong oleh Mao Mao?" cibir Putri Lailan. "Lagi pula, bukankah Mao Mao ada di sampingku waktu itu?"


Permaisuri Xue melihat Putri Lailan baik-baik saja saat ini dan hatinya lega. Dia melirik Putri Yu Yang lagi, saat ini pucat dan kebingungan, sepertinya ada sesuatu yang janggal.


"Yu Yang, lebih baik kamu jujur apa yang sebenarnya terjadi!" katanya lebih dingin.


"Aku ... Aku tidak— tidak, tidak seperti ini!" Putri Yu Yang menggeleng kepala dan berusaha untuk memutar otaknya, memikirkan ide. Dia akhirnya melihat ibu selirnya, meminta bantuan.


Akhirnya Selir Kehormatan Yi tidak tahan lagi dengan cercaan berbagai pihak hingga memohon pada Permaisuri Xue untuk tidak menakuti putrinya.


Menakutinya?


Hah, bercanda!


Jika ingin membandingkan, Qing Mao seharusnya lebih muda tapi sifatnya kini lebih dewasa dan stabil. Putri Lailan seperti sedang melihat sosok orang dewasa dari tubuh Qing Mao.


Sayangnya, Selir Kehormatan Yi lupa jika Gu Zhaoxin ada di tempat.


"Selir Yi sepertinya belum mengenal putrinya sendiri," kata Gu Zhaoxin.


"Apa maksud saudara pertama?" tanya Gu Wenlian tiba-tiba.


Apakah saudara pertama ini menanyakan tentang cara mendidik anak-anak kepada ibunya?


Gu Zhaoxin menatap Gu Wenlian dan menganggukkan sembrono. "Pangeran ini mendengarnya secara pribadi bahwa Saudari Yu Yang berteriak dengan sombong dan memaki Putri Lailan serta Tuan Muda An. Di mana itu sikap lembut dan sopan? Jadi pangeran ini berkata jika Selir Yi tidak mengenal putrinya dengan baik," jelasnya.


Selir Kehormatan Yi menggertakkan giginya dan menatap Putri Yu Yang dengan tatapan ganas tersembunyi di balik mata tenangnya. Dia langsung mengangkat tangan dan menampar Putri Yu Yang di tempat.


"Ahh!" Putri Yu Yang terkejut melihat ibu selirnya menampar dan menatapnya dengan ekspresi tak percaya. "Ibu Selir, kenapa menamparku?" tanyanya bingung.

__ADS_1


"Pendidikan yang kuberikan padamu di hari kerja sepertinya tidak cukup hingga kamu menjadi anak pemberontak seperti ini? Lailan adalah saudarimu juga. Dia seorang putri sejati, pantaskah kamu bersikap kasar padanya?" Selir Kehormatan Yi mulai mendidik di depan banyak orang agar tidak dicurigai sebagai ibu yang jahat.


Lagi pula, dia masih berada di istana dingin dan Kaisar Gu tidak mengizinkannya untuk melangkah keluar sedikit pun. Bahkan pergi ke kuil juga tidak bisa.


Sekarang putrinya membuat masalah, dia hanya bisa parsial saat ini.


"Ibu Selir! Ini semua jelas apa yang kamu—!"


Satu tamparan mendarat lagi di pipi Putri Yu Yang dan suasana di aula istana menjadi sedikit menarik saat ini.


Putri Yu Yang tertegun dan akhirnya lupa yang akan dia katakan sebelumnya.


Sedangkan Gu Wenlian merasa kasihan dengan adiknya dan meminta ibunya untuk berhenti.


"Ibu Selir, Yu Yang juga tahu itu salah dan akan belajar etiket lagi di masa depan," katanya langsung mengambil langkah bijak.


Gu Wenlian menyentuh bahu adiknya dan berbisik agar tidak mengatakan sesuatu yang bisa membuat ibu mereka semakin dibenci kaisar.


Di sinilah Putri Yu Yang langsung menemukan kesadarannya dan meminta maaf pada Putri Lailan sambil menangis. Dia bahkan berlutut hanya untuk membuat Putri Lailan tidak mengejar masalah ini lagi.


Putri Lailan ingin meledak tapi An Daiyu menahannya dan menggelengkan kepala. Dia bahkan tersenyum pada Putri Yu Yang dan mengangguk untuk memaafkan. Namun belajar kembali etiket sangat penting.


Karenanya, Kaisar Gu meminta seseorang untuk memanggil para guru etiket untuk mengajar Putri Yu Yang kembali.


Pada akhirnya, masalah ini berakhir dengan baik dan Putri Yu Yang mau tidak mau mengangguk dsn mematuhi perintah kaisar.


Putri Lailan langsung menghampiri ibunya dengan nada bicara yang manja. Dia menceritakan apa yang terjadi di luar hari ini.


Sayangnya, hari yang baik ini harus dirusak oleh Putri Yu Yang dan sekarang dia tidak tahu ada di mana.


Permaisuri Xue membawa Putri Lailan ke halamannya untuk bertanya lebih lanjut.


"Putriku, apakah kamu menyukai tuan muda dari keluarga An itu?" tanya Permaisuri Xue.

__ADS_1


__ADS_2