Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Hyou Kembali


__ADS_3

GU YIHAO juga tengah memikirkan cara untuk bisa membuat orang-orang tidak berpikiran buruk pada Qing Mao. Lalu dia hanya teringat dengan Putri Lailan. Lalu berbisik pada An Daiyu untuk pergi ke rumah sang putri dan meminta permaisuri mengirimkan tonik kesehatan. Dengan begitu, pikiran orang-orang akan teralihkan.


"Hao Hao, apakah kamu tahu siapa yang melakukan ini?" tanyanya.


"Ya," jawabnya dengan ekspresi penuh cibiran. "Dan aku akan mengembalikan semuanya pada orang yang telah membuat gadis itu berubah selama empat tahun terakhir," imbuhnya.


An Daiyu tidak tahu siapa yang melakukan itu tapi ia yakin jika Gu Yihao memang tidak akan tinggal diam. Dia pun segera berpamitan dengan Qing Mao dan berkata ada sesuatu yang harus dilakukan di pelelangan. Lain kali dia akan berkunjung lagi.


Selepas kepergian An Daiyu, suasana menjadi hening lagi. Gu Yihao melihat Qing Mao tengah makan sup iga sapi tanpa memedulikan sekitar. Dia menghampirinya dan duduk di kursi yang ada di dekat ranjang.


Selama empat tahun terakhir, Qing Mao benar-benar berubah. Dia tidak tahu apa yang salah dengan gadis itu, namun rasanya jejak keakraban lama selalu dirasakan. Tapi dia yakin jika di masa lalu, dia belum pernah dekat dengan Qing Mao. Masa kecilnya tidak dihabiskan dengan gadis ini, namun dengan Nu Qingge yang cukup akrab.


Hanya dengan memikirkan Nu Qingge saja, wajahnya menggelap. Dia tidak tahu jika hati gadis berusia enam belas tahun itu begitu beracun. Bahkan dengan teganya membuat reputasi gadis tanpa keluarga ini menjadi tercoreng. Ia berjanji akan membuat Qing Mao dihormati banyak orang dan Nu Qingge mendapatkan balasannya.


Gu Yihao mungkin seorang pangeran bergelar Raja Yi, memiliki prestasi di medan perang dan juga memiliki kharisma. Namun dia juga bukan pria yang akan mengampuni seseorang yang mempermainkannya di belakang. Bahkan jika itu seorang gadis.


“Qing Mao …,” ujarnya.


Gadis itu baru saja menghabiskan supnya dan menatap Gu Yihao. “Ada apa?”


“Aku harap kamu bisa memaafkanku. Aku tidak pantas menjadi seorang Raja Yi yang dihormati orang-orang. Bahkan kejadian empat tahun lalu saja aku tidak tahu. Aku sibuk di barak militer dan tidak ada seorang pun yang memberi tahuku. Bahkan ketika kembali ke ibu kota saja, rumor itu selalu tersembunyi dariku,” jelasnya dengan tulus.


Namun Qing Mao tidak menimpalinya atau menyela. Dia mengambil segelas air minum dari meja nakas, lalu berbaring kembali karena kepalanya masih sakit. Apapun yang dikatakan pria itu, dia tidak mau peduli. Ia tidak tahu kenapa tidak. Hanya saja rasanya menyebalkan saat melihatnya.


Mungkinkah itu karena Gu Yihao baru menyadarinya sekarang?

__ADS_1


“Tapi kenapa harus sekarang?” gumamnya tanpa sadar.


Gu Yihao mendengarnya dan merasa ironi saat mengingat empat tahun lalu. Dia memang bersalah waktu itu. Faktanya dia terlambat menyadarinya dan berpikir jika Nu Qingge adalah pilihan yang tepat untuk menjadi istrinya. Tapi kenyataannya juga membuat dia begitu buruk dan jatuh ke tangan putra mahkota.


Qing Mao … aku berjanji akan memperbaiki segalanya. Tunggu saja, kamu pasti akan menjadi istriku, batinnya langsung bertekad.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di tempat yang tidak diketahui ….


Hyou telah pergi ke berbagai tempat itu mengetahui apakah firasatnya benar atau tidak. Namun selama berhari-hari, ia tidak menemukan keberadaan orang itu. Mungkin ini hanya kekhawatirannya saja, tapi bagaimana jika itu nyata?


Dia telah menguarkan auranya ke sekitar tempat yang telah dilewatinya. Tapi hasilnya masih saja nihil. Mau tidak mau, ia memilih untuk kembali dan mengecek keadaan Qing Mao saat ini. Mungkin kondisi gadis itu juga tidak membaik.


Sebelum pergi, Hyou memperhatikan sekitarnya yang penuh bebatuan dan juga hutan lebat. Matanya menyipit. “Aku harap kamu tidak aku temukan …,” gumamnya.


Tak berapa lama kemudian, seorang pria berjubah hitam keluar dari persembunyiannya seraya memuntahkan darah hitam. Ekspresinya bisa dikatakan kejam. Kuku-kukunya yang dicat hitam itu membuat sosoknya terkesan jahat. Pria berjubah hitam tersebut langsung pucat dan menyeringai.


Melihat di mana Hyou sebelumnya berada, dia pun terkekeh dan menyeka sudut bibirnya. “Hyou … kamu benar-benar tidak berubah. Tidak mudah untuk menemukanku kali ini,” gumamnya juga langsung menghilang menjadi gumpalan asap hitam dan pergi meninggalkan tempat itu.


Akhirnya, hutan kembali sunyi. Hanya suara burung-burung dan serangga saja yang menjadi pelengkap keheningan.


Saat ini Hyou sendiri sedang berada di sebuah pasar yang ramai dikunjungi banyak warga yang melakukan transaksi. Dia pergi ke sebuah toko bakpao daging dan memesan beberapa. Lalu pergi ke toko yang menjual banyak herbal, memborong sebagian tanaman herbal langka. Penjual hanya bisa mengemas semuanya dan menerima koin emas dengan mudah.


Ternyata tuan muda yang kaya sangat mudah mengeluarkan uang.

__ADS_1


Ketika dia hendak meninggalkan toko herbal, ada beberapa rumor yang terdengar. Yaitu tentang Qing Mao. Gadis itu dikabarkan menggoda Raja Yi dan keduanya tinggal di bawah atap yang sama. Awalnya ada beberapa penghinaan dan juga cibiran. Tapi semuanya lenyap ketika mereka juga mendengar jikalau Permaisuri Xue mengirim tonik ke rumah gadis itu dan berdo'a agar Qing Mao cepat sembuh.


Gu Yihao ada di sana untuk merawat Qing Mao yang tengah sakit. Permaisuri Xue merasa tidak tega dan membiarkan putrinya sendiri, Putri Lailan untuk pergi menjenguknya. Seketika rumor jelek di ibu kota tentang gadis itu pun patah.


Tidak mungkin orang-orang menentang permasuri. Mereka yakin jika permaisuri juga akan bersikap adil jika ada sesuatu yang salah. Apa lagi Gu Yihao sudah mengaku jika Qing Mao adalah kekasihnya. Sehingga tidak ada yang salah jika keduanya berada dalam satu atap yang sama. Dengan kondisi Qing mao yang sakit, beberapa kejadian tidak mungkin terwujud.


Oleh karena itu, ketika kereta Putri Lailan melintas, mereka terlihat menyingkir dan memperhatikan. Tampaknya sangat terburu-buru. Mungkinkah Qing Mao benar-benar sakit parah?


“Kepala Pelayan Hyou, kapan kamu kembali?” Suara yang familiar itu menyadarkan Hyou dari lamunan.


Dia melirik ke samping dan melihat seorang pria berjubah elegan berjalan ke arahnya seraya memegang kipas lipat. Siapa lagi jika bukan An Daiyu sang pemilik Pelelangan Bunga Persik. Hyou mengerutkan keningnya. Kapan dia bertemu dengan pria ini dan saling mengenal. Jika tidak salah, An Daiyu adalah sahabat dari Gu Hiyao.


“Apakah kamu mengenaliku?” tanyanya.


“Tentu saja. Aku pernah melihatmu sekali. Kita juga pernah bertemu secara tidak sengaja di toko obat-obatan. Mungkin kamu lupa?” An Daiyu merasa masam. Laki-laki itu tidak ingat padanya, kenapa dia merasa tidak senang. Mungkinkah karena dia kurang tampan?


An Daiyu memang playboy. Tapi seleranya normal. Hanya saja dia kadang akan mengamati seorang pria untuk menentukan apakah orang itu bersahabat dengannya atau tidak. Jika bisa bicara dengan nyaman, dia biasanya akan menjadi lebih akrab.


“Aku tidak ingat.” Hyou dengan jujur menjawabnya.


“...” Apakah kamu sengaja? Pikir An Daiyu segera menghela napas tidak berdaya. Dia pergi mengikutinya.


“Ke mana kamu pergi selama beberapa hari? Nona Qing telah demam sejak kamu pergi dan kini belum sembuh juga. Kasian sekali, gadis itu kurus sekarang karena tidak memiliki nafsu makan.” An Daiyu segera memberi tahunya.


Tiba-tiba saja An Daiyu merasakan embusan angin melewatinya dan sosok Hyou sudah tidak ada di tempat.

__ADS_1


“...” Apakah aku ditinggal begitu saja? Pikirnya pasrah.


__ADS_2