
QING MAO terbatuk dan mencoba untuk mengambil banyak napas untuk mengisi paru-parunya. Hyou membantunya berdiri. Qing Mao yang kini wajahnya pucat hanya bisa tersenyum tidak berdaya pada Hyou.
"Kali ini, aku percayakan padamu, Hyou," gumam Qing Mao.
Hyou sedikit tertegun lalu hatinya bergetar. Dia tahu bahwa waktunya sudah tiba. Tapi tidak tahu apakah dia masih bisa melihat gadis ini lagi di masa depan.
"Tuan, kamu telah bekerja keras." Hyou menimpali kata-katanya.
Di sisi lain, Gu Wei masing bingung. Tak lama setelah itu, semua mayat hidup yang ada di sekitar mereka mengeluarkan suara rintihan kesakitan yang luar biasa. Tubuh mereka yang awalnya melayang kini menapakkan kaki dan menjerit sambil memegangi kepala
Gu Wei terkejut. Tiba-tiba saja menyentuh dadanya yang langsung berdenyut kesakitan. Pada akhirnya dia muntah darah.
"Apa yang terjadi?" Gu Wei masih belum bisa memastikan apa yang sedang terjadi. Dia muntah darah lagi dan lagi hingga wajahnya pucat.
Jika terus seperti ini, tubuh Gu Wenlian yang dia gunakan saat ini tidak akan lagi mampu menampung jiwanya.
Melihat Qing Mao tersenyum licik padanya, Gu Wei mulai menyadari jika semua ini disebabkan oleh gadis itu. Tapi sejak kapan semuanya dimulai?
Mengingat sebotol racun yang ditumpahkan ke wajahnya saat itu, dia langsung gemetar karena marah. Di akhirnya menyadari jika dirinya tengah keracunan saat ini. Tubuhnya melemah, jelas tidak baik untuk menahan jiwanya.
"Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa ini terjadi?" Gu Wei lagi-lagi memuntahkan darah.
Organ dalamnya mungkin rusak karena racun pelumpuh otot yang diberikan Qing Mao. Racun itu bukan hanya melumpuhkan otot-ototnya saja tapi juga mengikis organ dalam.
__ADS_1
"Qing ... Mao!" geram Gu Wei.
Iris mata Gu Wei kini berubah merah darah. Rambutnya juga berubah merah. Saat ini sudah dipastikan jika Gu Wei telah kehilangan kesabaran dan mengubah dirinya menjadi manusia setengah iblis.
Namun pada saat yang sama, Hyou merentangkan salah satu tangannya ke depan dan sebuah embusan angin muncul. Di sekitar Gu Wei berada, sebuah lingkaran totem penyegelan tiba-tiba saja bersinar.
Hal ini membuat Gu Wei yang hendak menyerang Qing Mao langsung membentur dinding spiritual lingkaran totem penyegelan dan terpental lagi ke tengah.
Lingkaran totem penyegelan itu cukup besar dan luas sehingga cahayanya bisa terlihat ke langit Meksi hanya remang-remang.
Gu Wei bahkan lebih terkejut. Meski dia tahu mereka membuat segel tapi setahunya segel itu tidak ada di tempat ini.
"Bagaimana totem ini ada di bawahku? Sejak kapan kalian membuatnya?" tanya Gu Wei diliputi rasa penasaran.
"Aku yang melakukannya."
Gu Wei dengan mata merah darahnya melihat ke arah suara itu berasal. Matanya menyipit. Dia bahkan tambah marah.
"Chou, penjaga cincin batu giok putih!"
Chou tersenyum padanya. "Senang masih mengingat ku, kawan lama," katanya sambil bercanda.
Memindahkan lingkaran totem penyegelan yang dibuat di tempat lain sangat mudah baginya. Dia hanya menunggu Gu Wei lengah dan kekuatannya melemah sehingga akan menurunkan kewaspadaan.
__ADS_1
Racun pelumpuh otot yang mampu mengikis organ dalam itu ternyata memberinya kesempatan bagus. Tak heran jika Gu Yihao tidak panik saat ini, semuanya sudah dalam rencana gadis itu. Agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, Gu Yihao memilih untuk menahan diri.
Gu Wei sangat marah hingga tatapannya mampu membuat siapapun bermimpi buruk. Pantasa saja cincin batu giok hitamnya mengeluarkan cahaya, ternyata merupakan pertanda jika cincin artefak lainnya berada di tempat yang sama.
Dia mencoba untuk menghancurkan segel tapi tubuhnya terlalu lemah. Dia bahkan tak bisa mengeluarkan energi sepenuhnya.
Qing Mao yang kini berada di samping Hyou pun merasa lega dengan racun yang bereaksi di tubuh Gu Wei.
"Tahukah kamu? Untuk membuat racun ini, aku telah menghabiskan waktu siang dan malam. Aku sudah berkata padamu bahwa ada dunia lain di di luar dunia ini. Aku telah hidup di zaman modern cukup lama dan mempelajari banyak hal sebagai anggota resimen bayaran kuno. Racun dan obat adalah keahlian ku," jelasnya langsung membeberkan semua yang diragukan oleh Gu Wei.
Di tersenyum pada Gu Wei yang kini mendengarkan secara serius dan rasa tidak percaya.
"Di zaman itu, manusia telah berkembang. Tidak ada orang yang menjadi kultivator tapi teknologi mereka sangat canggih. Aku yakin, bahkan jika zaman ini sangat pandai membuaf racun, sengaja mereka mampu membunuhmu dari kejauhan."
"Tidak mungkin!" Gu Wei masih tidak mau mempercayai hal itu.
Tidak mungkin ada masa depan seperti itu! Dia tidak mau mengakuinya.
Tak lama setelah itu, Gu Yihao muncul dari kegelapan bersama Han Baimo. Cincin keduanya juga mengeluarkan cahaya.
Pada saat ini, gerhana matahari akan segera berakhir. Gu Wei yang panik karena rencananya belum berhasil, mencoba untuk menerobos lingkaran totem penyegelan.
"Tidak! Aku belum kalah! Aku tidak mungkin kalah! Jika aku mati, maka aku akan menyeret kalian!" Gu Wei menatap mereka dengan nanar. Penampilannya kini seperti iblis berjubah brokat hitam yang misterius.
__ADS_1