Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Mulai Bergerak


__ADS_3

HYOU memegang botol kaca berisi cairan bensin. Di zaman modern, benda seperti ini menjadi salah satu bahan bakar kendaraan atau lain sebagainya. Membakar rumah juga bisa!


Jadi kali ini, dia berpikir untuk membakar para mayat hidup. Saat Chou mendengar penjelasannya, dia langsung kebingungan.


Sebagai roh penjaga artefak cincin batu giok, mereka memiliki kemampuan untuk mengeluarkan api dan membakar sesuatu tanpa menggunakan alat-alat yang digunakan manusia.


"Bukankah ini sedikit mencemari nama baikmu sebagia roh penjaga?" Dua telinga kucing Chou bergetar ringan. Apakah Hyou ini terlalu lama mengikuti majikannya hingga menjadi gila?


Hyou meliriknya dengan ekspresi datar. "Menghemat energi. Kita masih harus membantu majikan kita sendiri nanti. Lagi pula itu hanya mayat hidup, bukan kultivator jahat penyembur api," jelasnya.


Chou terdiam sebentar untuk mengingat sesuatu dan kemudian mengangguk serius. "Kamu benar! Aku hampir lupa tentang ini," timpalnya.


Han Baimo memintanya untuk menjaga array pelindung perbatasan kota agar para mayat hidup tidak membuat masalah. Tapi tidak memintanya untuk bertarung mati-matian demi mayat yang hanya dimasuki jiwa gelap.


"..."


Para mayat hidup dengan kesadaran layaknya manusia itu merasa tersinggung sesaat. Mereka takut api, jadi bagaimana mungkin memiliki kemampuan api untuk diri sendiri?


Jadi saat Hyou menyemprotkan banyak bensin ke arah mayat hidup, mereka sudah panik. Terutama mayat hidup yang duduk di atas kuda hitam, memiliki kesadaran tertentu. Dia tahu jika bau menyengat di tubuh mereka ini membawa bencana mengerikan.


Tak lama, Hyou menyalakan korek api. Saat api mulai membakar permukaan tanah yang terkenal bensin sebelumnya, semua mayat hidup di sekitarnya ingin mundur ke tempat yang aman. Namun gagal.


Api segera membakar pakaian para mayat hidup, temasuk kuda yang tak sengaja terkena cipratan bensin.


"Sial!!" Mayat hidup yang memiliki kesadaran manusia itu mengutuk di hatinya, segera turun dari kuda.

__ADS_1


Dia mencoba untuk memadamkan api di tubuhnya dengan berbagai cara, tapi sedikit menyusahkan. Namun berbeda dengan mayat hidup yang hanya dikendalikan untuk menyerang, mereka semua terbakar hingga hangus.


Asap hitam yang sedikit menggumpal tampaknya keluar dari tubuh para mayat hidup yang berhasil dibakar lalu menguap ke udara kosong.


Seketika, para mayat hidup yang hangus itu berubah menjadi bubuk hitam.


Beberapa mayat hidup yang memiliki kesadaran melihat semua anak buahnya mati hanya karena api, kemarahan di hatinya muncul.


"Sungguh tidak bisa dimaafkan!" gerutunya.


Mereka semua mulai menyerang Hyou dan Chou dengan kemampuan yang dimiliki. Namun mayat hidup yang baru saja keduanya kalahkan hanyalah sebagian kwc kelompok saat ini.


Chou berubah menjadi seekor kucing putih kecil, kelompok ke beberapa mayat hidup sambil mencakar wajah mereka.


Cakarnya memiliki sejenis racun yang mampu membuat mereka kepanasan. Lalu Hyou melakukan hal yang sama, menyebarkan bensin dan menyalakan api.


Hyou menghela napas lega. Sepertinya tugas ini lebih mudah dari pada perkiraannya. Namun Chou menampar pikirannya kembali ke kenyataan.


"Apa yang kamu lamunkan? Cepat bantu aku! Kamu tidak lihat mereka bisa memecahkan array kapan saja?" Chou yang kembali ke wujud manusianya segera memperingati Hyou yang tidak tahu sedang memikirkan apa.


Hyou tidak senang saat pikirannya terganggu namun ekspresinya masih tenang. Ketika dia melihat sekeliling, dia hampir ingin berteriak.


Mayat hidup!


Kenapa begitu banyak mayat hidup menuju ke arahnya?!

__ADS_1


Hyou yang tidak menduga dengan ratusan mayat hidup muncul dari kegelapan, segera mengambil beberapa tindakan. Bahkan jika array pelindung kota ini kokoh, jumlah mayat hidup yang terlalu banyak juga mampu memecahkan array.


Tidak heran Chou begitu serius sejak awal. Jelmaan anak kucing putih itu pasti sudah menebaknya. Kenapa tidak memberi tahu sejak awal? Mungkin dia akan melakukan hujan bensin buatan dan menyemburkan banyak api.


Sayangnya, mayat hidup terlalu banyak sehingga tidak mungkin semuanya takut api. Mau tidak mau, Hyou hanya bisa menembakkan beberapa anak panah berujung api untuk membakar kepala mereka.


Gerhana matahari masih berlangsung.


Sesuai dengan perkiraan Qing Mao, gerhana matahari ini berlangsung lama. Seakan-akan waktu telah berhenti saat ini. Tapi tidak tahu apa yang sedang terjadi.


Di saat Hyou dan Chou sibuk membersihkan mayat hidup, array pelindung tiba-tiba saja retak. Keduanya terkejut. Sepertinya dari sisi berlawanan, sekelompok mayat hidup itu telah melakukan sesuatu.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Chou sambil memegang panah api.


Hyou menyipitkan mata. "Mari berpisah. Kamu di sini dan aku akan memeriksa sisi lain," katanya.


"Apakah yakin tidak apa-apa pergi sendiri?"


"Aku tidak lemah!"


Hyou tidak memedulikan perkataan apapun lagi dari Chou. Dia segera menghilang dari tempatnya secara ajaib.


Di ibu kota kekaisaran, beberapa pangeran dan jenderal telah berpencar untuk berjaga-jaga seandainya sekelompok mayat hidup berhasil menerobos.


Gu Zhaoxin memimpin pasukannya ke sisi lain dan berhenti tepat saat array pelindung pecah.

__ADS_1


"Sepertinya peran kita telah tiba," katanya pada yang lain.


__ADS_2