
GU YIHAO memeluk Qing Mao dan mencegahnya untuk melihat apa yang dilakukan Hyou. Bahkan jika gadis itu akan membencinya nanti, dia tak akan membiarkannya menggagalkan semua rencana untuk melenyapkan Gu Wei selamanya.
Bahkan Han Baimo juga sedikit bersedih saat melihat Chou yang kini berwujud seekor kucing putih kecil, melayang di udara dengan cahaya memenuhi tubuhnya.
"Tuan, senang bisa bersamamu selama ini," kata kucing putih kecil itu di dekat Han Baimo.
"Aku juga." Han Baimo tersenyum tapi kedua tangannya mengepal dan gemetar. Dia tahu apa artinya kata-kata ini.
Artinya, perpisahan dan pertemuan untuk yang terakhir kali.
Saat ini, Hyou baru saja selesai membaca mantra. Lalu keempat artefak cincin batu giok di tangannya melayang di depannya. Semua tulisan kuno yang ada pada gulungan segera keluar dari lembaran kertas tua dan menyelimuti Hyou.
Laki-laki itu menggenggam cincin batu giok hitam milik Gu Wei. Ketika cincin ini dihancurkan, maka bencana tidak akan lagi terulang. Dia sepertinya mengabaikan teriakan dan tangisan Qing Mao di pelukan Gu Yihao.
Untuk terakhir kalinya, dia menatap Gu Yihao dan Qing Mao.
"Kalian berdua akan hidup bahagia di masa depan tanpa perlu mengkhawatirkan perpisahan lagi. Anggap saja ini konpensasi dariku," ucapnya. Dia menatap Qing Mao yang kepalanya tenggelam di dada Gu Yihao sambil menangis dan mencoba untuk meronta. "Qing Mao, senang memiliki tuan yang baik sepertimu. Jika aku terlahir kembali, aku ingin menjadi juru masakmu," imbuhnya sedikit bercanda untuk mengurangi kesedihan di hatinya.
Setelah mengucapkan kata-kata itu, Hyou segera meremas cincin batu giok hitam dengan energi spiritual nya sendiri hingga batu giok cincin tersebut retak dan pecah.
Pada saat yang sama, Gu Wei berteriak kesakitan. Tubuhnya mulai hancur menjadi pecahan cahaya hitam sedikit demi sedikit.
__ADS_1
"Arrgghhh!! Kalian ... Kalian semua ... Aku membenci kalian! Aku tidak mungkin mati!" Gu Wei masih menjerit dengan penuh kemarahan.
Pada saat itulah, cincin batu giok merah, cincin batu giok putih serta cincin batu giok hijau juga pecah menjadi butiran cahaya yang melayang ke udara.
Hyou dan Chou juga langsung menuju lingkaran totem penyegelan untuk bersatu bersama Gu Wei menuju kehancuran.
Semuanya terjadi begitu cepat.
Di saat Gu Yihao melonggarkan pelukannya, Qing Mao berhasil menoleh ke arah lingkaran totem penyegelan. Dia berteriak histeris sambil memanggil nama Hyou berulang kali.
Qing Mao ingin berlari menjangkau Hyou. Tapi tiba-tiba saja sebuah cahaya putih yang menyilaukan meledak dari lingkaran totem penyegelan. Membuat dia memejamkan matanya.
Pada saat itu, cahaya yang muncul dari pusaran awan gelap di langit semakin mengecil. Ketika cahaya dari langit itu menghilang, pusaran awan gelap juga memudar. Namun ledakan cahaya semakin besar dan tinggi hingga akhirnya menyelimuti seluruh wilayah negara Quentian.
Di langit, matahari perlahan menampakkan sinarnya lagi. Gerhana matahari telah berlalu tapi sepertinya banyak hal yang akan berubah di dunia ini.
Tidak ada yang menyadari saat ledakan cahaya menelan seluruh bagian negara Quentian, sosok laki-laki berjubah merah muncul di langit dengan kipas merahnya. Laki-laki itu memiliki pola teratai merah di antara kedua alis.
Laki-laki berjubah berjubah merah itu sepertinya bergumam pada dirinya sendiri.
"Aku benci menjadi roh penjaga, tapi manusia juga dilindungi para dewa. Untuk kali ini saja, aku akan memenuhi kewajiban ku sebagai roh penjaga yang baik," gumamnya.
__ADS_1
Setelah itu, laki-laki berjubah merah itu menghilang menjadi pecahan cahaya.
Jika Gu Yihao melihatnya, dia akan tahu jika laki-laki itu adalah roh penjaga cincin batu giok merah miliknya. Kemunculannya hanya sesaat tapi akan membawa perubahan yang besar di masa depan.
Sementara di tempat Qing Mao saat ini.
Gu Yihao memeluk Qing Mao di dalam cahaya putih yang tidak lagi menyilaukan mata. Tapi sekeliling mereka hanyalah warna putih. Keduanya seperti berada di ruangan serba putih yang tidak ternoda sama sekali.
Suasana nya begitu tenang. Namun Qing Mao terlihat sangat kelelahan.
Gu Yihao merapikan poninya. "Mao'er ...," ujarnya. "Maafkan aku."
Qing Mao membuka matanya dan menatap Gu Yihao yang dipenuhi penyesalan di wajahnya. Semuanya sudah terjadi dan dia mungkin marah pada keputusannya sendiri. Tapi inilah yang diinginkan Hyou sejak awal.
Dia akhirnya tahu, semua reinkarnasi yang dilakukannya berulang kali hanyalah karena Gu Wei masih hidup. Hyou memiliki peran besar di dalamnya untuk menghancurkan Gu Wei tapi juga mengorbankan dirinya sendiri.
Tugas yang harus diselesaikan Hyou selama ini adalah membunuh Gu Wei dan membawa dunia dalam kedamaian kembali. Kali ini tugasnya selesai. Jadi Hyou juga pergi.
"Tidak apa-apa. Setidaknya, Hyou tidak akan tersiksa lagi oleh tugasnya sebagai roh penjaga yang membawa perdamaian," kata Qing Mao langsung tersenyum lemah.
Gadis itu memejamkan matanya di pelukan Gu Yihao. "Kita tidak akan terpisahkan lagi bukan?"
__ADS_1
"Ya." Pria itu mencium keningnya.
Kemudian, waktu seolah-olah telah berhenti ....