
GU WENLIAN yang awalnya ingin menikam Han Baimo pun kini menghentikan aksinya dan langsung mundur. Tubuhnya sedikit panas saat berdekatan dengan gulungan tua aneh di tangan Han Baimo. Dia menyipitkan mata.
“Dari mana kamu mendapatkan itu?” tanyanya marah.
“Oh, ada apa? Sangat enggan berhadapan denganku?” Han Baimo tersenyum.
Gulungan tua misterius di tangannya merupakan peninggalan zaman kultivator dan telah ada setelah empat artefak cincin batu giok dibuat. Singkatnya, mantra yang terdapat pada gulungan tua tersebut sudah cukup untuk membuat empat cincin batu giok tunduk.
Awalnya Han Baimo belum ingin mengeluarkan benda ini di hadapan Gu Wei yang kini merasuki tubuh Gu Wenlian. Tapi apa boleh buat, karena musuh sudah tidak sabar untuk berhadapan dengannya, maka gulungan tua misterius itu dikeluarkan.
Gu Wenlian tidak langsung menyerang Han Baimo saat ini dan berpikir untuk membunuhnya tanpa terkena gulungan tua misterius. Gu Wenlian menggertakkan gigi dan sangat marah. Dia telah lama menunggu hari di mana Han Baimo mati dan dunia ini akan menjadi miliknya cepat atau lambat.
"Jadi bagaimana jika ada gulungan aneh itu? Aku akan tetap membunuhmu. Tapi ... Mungkin malam ini kamu lolos. Sayangnya, aku tak akan membiarkanmu tidur dengan tenang malam ini," kata Gu Wenlian seraya tersenyum main-main.
Dia menjatuhkan lilin yang ada di meja dan menggunakan tenaga dalamnya untuk membuat kebakaran..
Han Baimo mengubah ekspresinya dan segera menyerang Gu Wenlian dengan aura yang ada pada gulungan tua misterius.
Sayangnya Gu Wenlian berhasil menghindar. Tapi lengannya terkena aura gulungan tua misterius itu hingga meninggalkan luka bakar yang cukup serius.
Gu Wenlian mendesis namun dia segera mundur dan berjongkok di atas kusen jendela. "Heh, sampai jumpa lagi, Baimo ..." Dia langsung melarikan diri dengan kemampuan seni bela dirinya sehingga tak ada satu pun menjaga gelap yang menyadari kehadiran penyusup.
Sebelum menghilang dari tempat itu, Gu Wenlian menjentikkan jarinya dan bola api kecil tangannya menembak dinding rumah. Seketika, api langsung menyebar dan berkobar hebat.
Han Baimo tidak menyangka jika gambaran api yang akan dilihatnya dalam ramalan itu akan terjadi di tempatnya sendiri. Dia batuk-batuk akibat asap dan langsung keluar rumah, memanggil para penjaga untuk memadamkan api.
"Cepat, cepat, padamkan apinya!" Para pelayan juga kewalahan dan takut jika insiden itu disebabkan oh kelalaian para penjaga di halaman rumah tamu istana kekaisaran.
"Pangeran, apakah Anda terluka?" tanya salah satu bawahan Han Baimo.
"Tidak, padamkan saja apinya sebelum menyebar," jawab Han Baimo rendah.
Sebelum penjaga gelap mengatakan sesuatu, pelayan juga berteriak bahwa halaman lain juga tebakar. Bukan hanya halaman di mana Han Baimo tinggal, namun kediaman beberapa selir kekaisaran serta istana kaisar juga tak luput dari kobaran api.
__ADS_1
"Maksudmu, seseorang membakar istana?" Han Baimo tenggelam dalam pikirannya. Gu Wei yang ada dalam tubuh Gu Wenlian ini sungguh berani untuk membuat keributan.
"Ya ..." Pelayan tidak berani berbohong dan mengatakan apa yang diketahuinya.
Han Baimo terbatuk lagi dan melihat jika api yang mulai menyebar ke segala arah ini tidak bisa dihentikan dengan cepat.
Malam ini, dia memang tidak bisa tidur nyenyak.
Segera kabar istana kekaisaran yang terbakar pun menyebar ke masyarakat luas. Bahkan beberapa orang mampu melihat cahaya jingga dari istana kekaisaran. Bukan satu atau dua bangunan, namun lebih dari sepuluh.
Karena kejadian itu terjadi tengah malam, tak banyak orang yang mengetahuinya lebih awal.
Hingga, Gu Yihao yang menemani Qing Mao tidur malam ini, juga bangun dan memakai zaoshan-nya. Dua penjaga gelapnya melaporkan apa yang terjadi di istana malam ini.
"Ada apa?" tanya Qing Mao yang setengah mengantuk. Pria itu berjanji akan menemaninya tidur hingga pagi nanti.
Qing Mao menguap dan menarik pakaian pria itu.
Gu Yihao menatap Qing Mao dan mencium keningnya. "Aku harus pergi ke istana kekaisaran malam ini. Kamu tidur sendiri. Lain wkatu aku akan menemanimu," jawabnya.
Gu Yihao tidak langsung menjawab. Jika Qing Mao belum mendapatkan jawaban, pasti akan meminta Fan Chen dan Dong Mei untuk mencari tahu.
"Istana kekaisaran terbakar, tak terkecuali halaman di mana Han Baimo tinggal," jawabnya.
"Kebakaran?" Qing Mao segera membuka matanya dengan ekspresi terkejut dan rasa kantuk itu hilang.
Di saat Qing Mao ingin bangun dan berencana melihatnya, Gu Yihao langsung menyentil dahinya hingga gadis itu mengerang sakit.
"Apa yang kamu lakukan?" Qing Mao cemberut.
"Tetap di sini dan tidurlah. Gu Wei mungkin membuat masalah. Kamu akan aman di sini dalam perlindungan Hyou." Gu Yihao sama sekali tidak akan mengizinkan gadis itu pergi, ini berbahaya.
Mungkin Gu Wei sengaja membuat masalah untuk mengalihkan perhatian. Gu Yihao khawatir jika Gu Wei akan mengincar Qing Mao sebagai korban pertama. Oleh karena itu, dia tak akam membiarkan Qing Mao berkeliaran sendirian.
__ADS_1
"Baiklah, kamu jaga diri. Ketika kembali, beri tahu semuanya," kata Qing Mao.
"Ya ..." Gu Yihao mengangguk dan segera meninggalkan kamar, melompat dari jendela kamar lantai dua.
Qing Mao menghela napas. Dia melihat jam dinding, pukul satu lagi. Ternyata malam masih panjang. Tapi Qing Mao merasa jika rumah terlalu sepi saat ini.
"Hyou ...," panggilnya.
"Aku di sini," jawab Hyou dari luar kamar.
"Apakah semuanya aman?"
Hyou yang kini sedang memperkuat pelindung rumah pun mengerutkan kening. Untuk saat ini tidak ada masalah. Setidaknya, Gu Wei tidak mungkin datang ke sini setelah membuat kekacauan.
Tapi, Hyou mungkin salah perhitungan. Ketika dia hendak menjawab pertanyaan Qing Mao, aura kuat yang luar biasa langsung menuju ke arah rumah dengan kecepatan luar biasa.
Hyou langsing menyipitkan mata dengan tatapan berbahaya. Dia langsung menghilang dari ruangan itu.
Ketika muncul, Hyou sudah berada di udara kosong halaman belakang rumah, mengumpulkan aura di tinju kanannya dan langsung memukul sosok yang datang dengan kecepatan luar biasa itu.
Pihak lain terkejut, tak siap untuk menerima pukulan itu hingga akhirnya jatuh dan menghantam pohon sakura sampai roboh.
Hyou mendarat. Jubah putihnya sedikit berkibar. Dibandingkan dengan aura santainya sehari-hari, kini ia sangat serius hingga energi spiritual di tubuhnya melonjak tajam.
"Berani menyusup ke halaman rumah tuanku, kamu tidak akan bisa pergi dengan tubuh utuh," kata Hyou dingin.
Pihak lain yang datang menyusup ke halaman ruang Qing Mao maish seorang pria, berpakaian serba hitam dan memakai topeng. Ekspresinya tidak bisa dilihat. Namun yang jelas, pihak lain sepertinya tidak takut pada Hyou.
"Hyou ... Penjaga artefak cincin batu giok hijau ...," ujar pria bertopeng itu.
Hyou mengerutkan kening. Suara pria itu tampak familiar baginya. Juga ... Dilihat dari jubah brokat hitam berpola ular emas yang dipakai pihak lain, tampaknya masih seorang pangeran.
Ketika pihak lain membuka topengnya, Hyou terkejut ....
__ADS_1
"Kamu ..." Hyou langsung mundur beberapa langkah dan mengeluarkan jimat array spiritual untuk berjaga-jaga.