Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Mengunjungi Istana Kekaisaran


__ADS_3

HYOU MEMPERHATIKAN Qing Mao dengan sedikit tidak normal tapi tak berselang lama, dia menggelengkan kepala. Sepertinya gadis itu tidak lagi ingat. Itu sudah hal yang bagus untuk mencegahnya mengorek informasi tentang Gu Wei. Ini hanya akan membuat gadis itu menggali lebih dalam lagi tentang kehidupan masa lalunya.


Dengan kemampuan Hyou, tentu saja Qing Mao tak akan mengetahui apapun. Tapi kali ini Hyou ingin fokus untuk membuat Qing Mao dan Gu Yihao jatuh cinta lebih cepat sehingga bencana di masa depan sedikit ditekan. Lalu menikahlah.


"Kamu tertidur setelah selesai membaca buku itu. Raja Yi telah pergi untuk mengurus sesuatu. Sebaiknya kamu bersih-bersih dan segera makan malam. Besok bukankah kamu harus pergi ke rumah kediaman wakil jenderal Pei untuk bertemu nyonya Pei?" Hyou menggelengkan kepala dan pergi dari sana.


"..." Aku hampir lupa itu jika kamu tidak mengatakannya, pikir gadis itu segera pergi ke kamar mandi.


Meski begitu, Qing Mao merasa ada sesuatu yang hilang dari pikirannya. Tapi segera keras dia mengingat, tak ada satu pun sesuatu yang melintas di pikirannya. Mungkin hanya ilusi saja, atau dia memang sedikit amnesia?


Memikirkan sesuatu yang tidak bisa diingat, Qing Mao segera membersihkan diri dengan cepat dan berpakaian rapi. Ketika pergi ke ruang makan, Hyou sudah menata beberapa hidangan makan malam untuknya.


"Tidak biasanya membuat hidangan yang banyak?" Qing Mao menaikkan sebelah alisnya dan mulai makan.


"Yah, tidak apa-apa. Makanlah lebih banyak. Aku sibuk di luar akhir-akhir ini hingga mengabaikanmu sebagai tuanku. Tidak apa-apa, besok aku akan ikut denganmu ke sana dan ingin tahu apa yang dimiliki nyonya Pei selain buku lama itu," jelas Hyou sedikit menyembunyikan sesuatu di balik tatapannya, tapi dengan cepat kembali normal.


Qing Mao tidak mau repot-repot dengan pikiran laki-laki berjubah putih tersebut. Dia hanya merasa ada yang kosong di pikirannya. Hingga saat makan malam pun, tak ada bedanya bagi dia apakah makanan tersebut enak atau tidak ....

__ADS_1


Sementara itu, di sisi lain ....


Gu Yihao kembali ke istananya dan segera disambut oleh pelayan. Dokter Piao kembali menanyakan tentang seseorang yang meletakkan bunga api saat dulu Gu Yihao terkena racun bunga es. Tapi pria itu tak mau repot-repot dengannya lebih dulu dan kembali ke kamar.


Gu Yihao meminta pelayan untuk tidak membiarkan siapapun mengganggu. Mereka berpikir jika Gu Yihao akan melatih tenaga dalamnya dan memutuskan untuk melakukan latihan tertutup. Bagi seorang prajurit khususnya orang-orang penting seperti Gu Yihao, sangat penting untuk menguatkan diri sendiri.


Semenjak kasus dikhianati oleh putra mahkota dan ditinggalkan tunangannya—Nu Qingge, pangeran kesebelas kini menjadi pribadi yang lebih dingin dan acuh tak acuh. Entah keana saja dirinya bermain, penghuni istananya tidak tahu.


Walaupun Gu Yihao berstatus Raja Yi, tapi posisi jenderal di barak militer telah sepenuhnya tertahan. Awalnya kaisar ingin memberikannya kembali gelar itu setelah terbongkarnya kejahatan putra mahkota, tapi Gu Yihao menolak. Bukan hanya menolak, tapi juga tidak mau bercampur kembali dengan Batak militer.


Hal ini membuat kaisar tidak berdaya dan hanya Gu Yihao yang dulu sering memenangkan perang. Tapi untuk pertama kalinya kalah dari musuh akibat putra mahkota yang membantu pihak lain, membuat kaisar geram sendiri sehingga gelar putra mahkota pada Gu Wenlian telah dihapus.


Gu Yihao mendengar semua laporan tersebut dan mencibir. Kini setelah ingatannya selama beberapa kehidupan telah pulih, tentu saja Gu Yihao bukan lagi jiwa anak muda berusia dua puluh delapa tahun. Tapi ia seperti telah hidup ratusan tahun. Kini menjadi pribadi yang sepenuhnya berbeda, tapi terlihat sama di mata orang lain.


"Kalian bisa kembali," katanya pada Xu Ran dan Xu Ren.


Kedua penjaga pribadi Gu Yihao itu saling melirik dan segera menghilang dari pandangan, kembali ke bayang-bayang. Sementara Gu Yihao menyipitkan matanya dan bersila di ranjang. Malam semakin larut, dia memejamkan mata dan mencoba untuk menangkap energi alam yang terkandung di udara. Sebagai mantan seniman bela diri kuno di masa lampau, ia masih memiliki sedikit kemampuan.

__ADS_1


Menurut Hyou, Qing Mao juga memiliki kemampuan tersebut saat berlatih di masa lalu. Ada kemungkinan sama sepertinya, hanya saja tidak memiliki ingatan masa lalu. Gu Yihao sangat ingin kembali berkumpul dengan Qing Mao seperti pada saat pertama mereka bertemu di zaman itu. Semuanya terlihat indah dan manis.


Alhasil, Gu Yihao tidak bisa berkonsentrasi lebih lama dan memilih untuk berbaring, memandang langit-langit tempat tidur besar. Sepertinya besok dia tak bisa menemui Qing Mao dan harua pergi untuk mengetahui barang-barang lama peninggalannya. Ia khawatir Gu Wei akan menemukan Qing Mao lagi untuk mengacau atau mengetahui dirinya yang memiliki ingatan dari beberapa kehidupan.


Dia bangkit dan keluar dari kamar. Pelayan yang berada di sekitar tempat itu terkejut dengan kemunculan Gu Yihao yang tiba-tiba.


"Minta seseorang untuk menyiapkan kereta. Raja ini akan melakukan kunjungan ke Istana Kekaisaran," katanya tanpa sentuhan nada yang lembut.


Pelayan yang berwajah pucat akibat ketakutan itu pun mengiyakan dengan cepat dan pergi untuk memberi tahu penjaga. Pelayan itu khawatir jika menunda sedikit waktu, gajinya akan dipotong. Sejak dari dulu, Gu Yihao terkenal dingin dan tak berperasaan hingga hanya sedikit pelayan yang mampu bicara panjang lebar dengannya saat masalah datang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya di Istana Kekaisaran, Gu Yihao tidak memiliki banyak formalitas. Kaisar Gu tidak akan menghukumnya saat teringat bahwa dirinya memiliki perasaan tidak enak hati sejak kekalahan di barak militer. Mendengar salah satu kasim berkata bahwa Gu Yihao ingin bicara dengannya mengenai sesuatu, Kaisar Gu merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


Entah kenapa malam ini Kaisar Gu melihat Gu Yihao berbeda dari hati-hati biasa, pakaiannya yang lebih menunjukkan kesan kebangsawanan tinggi serta ekspresinya yang tenang. Gu Yihao saat ini terlihat seperti seorang dewa yang turun dari langit untuk menunjukkan kemampuannya.


Memikirkan ini, Kaisar Gu dengan cepat menepis pikirannya. Mungkin karena dia tidak melihat putranya lebih dekat akhir-akhir ini sehingga menciptakan kesan seperti itu dalam benaknya. Alangkah baiknya jika Gu Yihao menjadi kaisar. Sayangnya, anak laki-lakinya yang satu ini tidak tertarik untuk duduk di kursi naga (takhta).

__ADS_1


"Putraku, apa ada sesuatu yang ingin kamu diskusikan denganku?" tanya Kaisar Gu memulai percakapan lebih dulu untuk menghilangkan kecanggungan.


__ADS_2