
"KAMU lupa? Untuk memusnahkan Gu Wei selamanya, cincin batu giok hitam harus dihancurkan. Semua cincin artefak ini harus dikumpulkan pada saat yang bersamaan dan dihancurkan pada saat yang sama juga." Hyou berpikir jika Qing Mao lupa, jadi dia memberi tahunya lagi.
Qing Mao masih bingung. Rasanya ada sesuatu yang kosong di hatinya ketika cincin itu dilepas. Bahkan Gu Yihao dan Han Baimo juga melepaskan cincin masing-masing, memberikannya pada Hyou.
Sedangkan saat ini, Chou mengendalikan lingkaran totem penyegelan. Wajahnya sedikit pucat. Setiap detik, energi spiritual di tubuhnya terbuang. Membuat Han Baimo juga tidak dalam keadaan yang baik.
Chou akhirnya masuk ke lingkaran totem penyegelan dan menghampiri Gu Wei yang kini terjerat oleh tali-tali spiritual. Dia melepaskan cincin batu giok hitam dari jari manis tangan Gu Wei.
"Tidak!! Kamu tidak bisa mengambil cincinku! Chou! Kembalikan cincin itu!" Gu Wei meraung, berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri. Namun setiap kali dia berusaha, tubuhnya akan kesakitan dan panas.
Cahaya yang turun dari pusaran awan gelap di langit membuatnya seperti disiksa ribuan kali oleh berbagai hal.
Gu Wei melihat cincin batu giok hitam miliknya ada di tangan Chou, tubuhnya mulai gelisah.
Chou keluar dari lingkaran totem penyegelan dan memberikan cincin tersebut pada Hyou.
Sekarang, keempat cincin artefak batu giok telah dikumpulkan bersama. Semuanya mengeluarkan cahaya samar sesuai dengan warna giok masing-masing.
Pada saat ini, Han Baimo mengeluarkan sebuah gulungan tua lain dari saku dalam jubah brokatnya dan memberikannya pada Hyou.
"Kali ini aku percayakan padamu," katanya pada laki-laki itu.
__ADS_1
"Terima kasih." Hyou bergumam padanya.
Gu Wei yang gelisah mulai tahu apa tujuan mereka. Ternyata ingin menghancurkan cincin batu giok hitam. Namun, jika cincin batu giok hitam hancur, ketiga cincin lainnya juga akan hancur dan kehilangan fungsi.
Memikirkan rencana gila mereka, Gu Wei merasa tidak mengerti pikiran manusia. Terutama Chou dan Hyou yang hidup sebagai roh penjaga, kenapa begitu mematuhi manusia?
"Apakah kamu gila? Kamu ingin menghancurkan ku? Hyou, Chou, kalian berdua sama dengan ku. Sama-sama roh penjaga yang dipercayakan tuan pertama. Kenapa kalian begitu ingin melindungi manusia yang memiliki keserakahan dan kekejaman pada jenis mereka sendiri??!" teriak Gu Wei.
Dia menggertakkan gigi, tidak berdaya. Dia akui saat ini dirinya telah terpojok dan sangat sulit untuk membalikkan situasi.
"Kamu berbeda dengan kami. Kamu terlalu gelap dan penuh dengan kebencian terhadap manusia hingga tuan merasa menyesal telah menciptakan cincin batu giok. Sekarang, biarkan aku memenuhi keinginan tuan pertama untuk kedamaian dunia di masa depan," jelas Hyou.
Tuan pertama yang dia dan Gu Wei maksud tentu saja adalah pembuat cincin artefak tersebut.
"Ternyata, demi manusia, kalian lebih memilih untuk mengorbankan diri daripada membunuh mereka! Bagus! Sangat bagus! Kau begitu, aku ingin memberikan hadiah terakhit untuk kalian. Aku ingin membawa kalian bersama tersegel bersamaku!" Suara Gu Wei sedikit serak.
Dari tubuh Gu Wei, energi spiritual hitam meledak secara tidak teratur. Ledakan energi spiritual ini tidak menghancurkan lingkaran totem penyegelan tapi berniat untuk menyedot segala sesuatu yang hidup di sekitarnya.
Tujuannya adalah untuk mengisap Gu Yihao, Qing Mao dan juga Han Baimo.
Gu Yihao memeluk Qing Mao dan menahan dirinya agar tidak ditarik oleh energi spiritual hitam yang dilekatkan Gu Wei. Seperti Gu Wei telah menggunakan sisa-sisa kekuatannya untuk melakukan langkah terakhir.
__ADS_1
Han Baimo juga berusaha menahan dirinya agar tidak terisap ke tengah lingkaran totem penyegelan.
Tapi di sini, yang paling terkejut adalah Qing Mao. Telinganya sedikit berdengung. Apa maksud perkataan Gu Wei? Hyou dan Chou mengorbankan diri untuk menghancurkan cincin batu giok hitam dan menyegel Gu Wei?
Bukanlah Hyou berkata semuanya akan baik-baik saja?
Lalu kenapa seperti ini?
"Hyou, katakan padaku, kamu akan baik-baik saja kan? Kamu tidak akan menghilang bukan?" tanyanya pada laki-laki itu.
Hyou menatap Qing Mao dengan senyum ramah seperti saat pertama kali bertemu dengannya. Ada ekspresi penyesalan di wajahnya.
"Maaf, aku telah membohongi mu selama ini. Sebenarnya, untuk menyegel dan menghancurkan Gu Wei, kami juga harus mengorbankan diri. Bagaimana pun juga, kami diciptakan bersama-sama dan akan mati bersama juga pada akhirnya."
Laki-laki itu membuka gulungan yang diberikan Han Baimo sebelumnya dan mulai membaca mantra khusus.
Tapi Qing Mao menggelengkan kepala. Matanya mulai memerah dan air matanya turun. Dia ingin melepaskan pelukan Gu Yihao dan mencegah Hyou melakukan semuanya.
"Mao'er, tolong, jangan seperti ini," bisik Gu Yihao juga sedikit tercekik. Dia sedikit merasa bersalah karena menyembunyikan kebenaran ini dari gadis itu.
"Tidak! Lepaskan aku! Aku tidak ingin Hyou mati! Aku tidak menginginkan ini semua. Ini bukan yang aku inginkan!" Qing Mao meraung dan meronta di pelukan Gu Yihao.
__ADS_1
Tapi tenaga pria itu lebih kuat. Usaha apapun yang dilakukan Qing Mao semuanya sia-sia.