Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Buku Usang Tentang Empat Cincin Batu Giok


__ADS_3

CINCIN BATU giok dibuat pada masa puluhan ribu tahun lalu. Tidak ada yang tahu siapa yang membuatnya. Di zaman kultivator sendiri, Qing Mao telah memakai cincin ini dan sudah termasuk barang jadi.


Kali ini kaisar khusus memanggilnya dan memberi dia sebuah buku usang yang sudah kuno. Halaman sampul buku tua tersebut hampir lepas karena termakan usia.


Semakin Qing Mao memeriksa, rasanya ada yang aneh. Kualitas buku tersebut memang sudah tidak layak, tapi ... rasanya ada jejak modern yang melekat pada setiap lembaran. Ini lebih halus daripada buku yang terbuat dari kulit kayu atau kulit binatang.


Bukankah buku ini terbuat dari serat kayu yang diproduksi pada zaman modern?


Sayangnya Qing Mao belum bisa memastikannya sebelum memeriksa lebih lanjut.


"Buku apa ini?" tanyanya.


"Ini adalah buku yang telah diwariskan dari generasi ke generasi oleh para leluhur di zaman dahulu. Semuanya menyangkut tentang hal-hal di luar nalar dari cincin batu giok yang kamu dan Gu Yihao pakai," jelas kaisar.


"Ternyata Kaisar tahu tentang cincin ini sejak lama?"


Ekspresi Kaisar Gu sedikit salah tapi pada akhirnya hanya menggelengkan kepala. "Ini semua karena ibu Gu Yihao adalah wanita yang kucintai. Keluarganya cukup misterius dan memiliki beberapa rahasia yang tidak bisa aku ketahui. Tapi waktu itu selirku memberikan cincin batu giok merah pada Hao'er. Itu adalah cincin giok yang selalu dipakai sehari-hari olehnya ...."


Ini adalah cerita panjang. Kaisar tidak keberatan untuk menceritakan kisahnya tentang wanita yang dicintainya dan juga Gu Yihao. Meski dia memiliki banyak selir dan ada permaisuri yang diberi sebagian cinta serta kasih sayang, ibu Gu Yihao selalu tenang dan tidak cemburuan. Dia bisa mengerti situasi di istana, seorang kaisar yang memiliki banyak selir.


"Lalu apa hubungannya dengan Gu Wei?" Qing Mao tampak tidak sabar dengan cerita romantis kaisar dengan selirnya. Dia mendengus.


Pada akhirnya kaisar terbatuk kecil dan serius kembali. "Pembuatan cincin batu giok hitam adalah sebuah kecelakaan. Kamu bisa membaca buku ini dan kamu akan mengetahuinya."


Qing Mao tertuju pada buku usang tersebut. Dia memang penasaran dan mengucapkan terima kasih kepada kaisar sebelum akhirnya meninggalkan istana.

__ADS_1


Di ruang belajar, Kaisar Gu menghela nafas. "Aku telah memenuhi harapan mu," gumamnya seraya mengingat kakek Qing Mao yang telah meninggal tahun itu.


***


Qing Mao tidak kembali ke rumah. Dia pergi ke suatu tempat dan memasuki ruang artefak cincin batu giok hijau. Karena Hyou sedang sibuk di rumah dan mungkin menunggunya kembali, Qing Mao tidak ingin memberi tahu laki-laki itu lebih dulu.


Dia membuka halaman pertama buku, ada tulisan yang hampir memudar dan sebagian lagi kurang jelas. Jelas Qing Mao terkenal saat mengetahui jika kaisar mengenal cincin batu giok bahkan tahu sedikit tentang Gu Wei.


Tampaknya, keluarga Qing yang dihukum mati oleh kaisar masih ada hubungannya dengan masa lalu?


Karena Qing Mao merupakan kelahiran kembali dari zaman kultivator, ekspresi sedih atau perasaan simpati tidak terlihat di wajahnya. Dia hanya merasa kasihan, keluarga yang baik seperti marga Qing harus berkorban demi mencegah bencana.


Istana kekaisaran mungkin kejam. Kaisar harus mengambil keputusan demi kebaikan semua orang. Terutama kemunculan Gu Wei.


Sejak lama, kakek Qing Mao sudah tahu tentang ini, begitu pula dengan pensiunan kaisar di masa lalu. Hanya memikirkan ini saja, Qing Mao merasa jika semuanya menjadi lebih rumit.


Qing Mao membaca lembar demi lembar halaman buku usang itu. Semuanya terkait dengan pembuatan empat cincin artefak.


Awalnya hanya ada tiga cincin artefak yang dibuat. Cincin artefak batu giok putih, batu giok merah dan batu giok hijau. Namun si pembuat ini tanpa sengaja membuat cincin batu giok hitam hanya untuk perhiasan.


Namun siapa yang tahu saat cincin batu giok hitam diberi kekuatan roh untuk menjadi ruang cincin, jiwa lain muncul di dalamnya. Hal ini bukan hanya kesalahan tapi juga membuat si pembuat.


 Hingga pada akhirnya, murid dari si pembuat cincin tersebut sengaja tidak mencarikan tuan untuk cincin batu giok hitam. Dan sampai sekarang, cincin batu giok hitam tak bertuan. Namun Gu Wei sendiri justru semakin kuat hari demi hari.


Faktanya, Gu Wei memang terkait erat dengan sejarah kekaisaran Gu. Sehingga roh penjaga cincin batu giok hitam itu akan menggunakan nama dari marga yang sama.

__ADS_1


Ada juga desas-desus yang mengungkapkan jika Gu Wei dulunya adalah anak dari kaisar pertama yang jiwanya tidak berdamai dan akhirnya dipenuhi oleh hawa gelap, menjaga cincin  batu giok hitam.


Benar atau tidak, semuanya tidak pasti.


Buku usang yang dibaca Qing Mao hanya menuliskan tentang pembuatan empat cincin artefak batu giok serta bagaimana cara mengalahkan Gu Wei. Ternyata penjelasannya sama seperti apa yang dikatakan Han Baimo katakan padanya.


Dengan kata lain juga, Han Baimo benar-benar mampu meramalkan hal tersebut. Kemampuan dari cincin batu giok putih telah tercantum dalam buku usang tersebut.


Yang tidak terduga adalah cincin batu giok merah. Selain melambangkan kesombongan dan kepemimpinan, cincin batu giok merah berperan sebagai senjata yang mampu menekan semua aura dari lawannya. Selain itu juga, membuat tuan yang ditakdirkan memiliki kecepatan menaikkan kemampuan diri dengan sangat baik.


Tentang Gu Yihao … gadis itu mulai memikirkannya. Sejak zaman kuno, Gu Yihao memang seorang ahli pedang yang luar biasa. Kecepatan kultivasinya juga melawan langit. Selain itu Gu Yihao juga masih keturunan keluarga kekaisaran cabang samping. Sehingga tidak heran bisa mengenal Han Baimo.


Qing Mao menghela napas setelah membaca buku usang tersebut. Ketika dia hendak meninggalkan ruang cincin artefak, Hyou sudah berdiri di satu sisi dengan pandangan mencurigakan.


“Kenapa kamu tidak bersuara ketika masuk?” tanya gadis itu terkejut sesaat kemudian menetralkan ekspresinya.


Hyou tidak menjawab dan menatap Qing Mao dengan pandangan berbeda. Pada akhirnya tidak mengatakan apa-apa. Namun kecurigaan Hyou sejak awal tidak pernah salah. Qing Mao pasti mengetahui sesuatu sejak koma di kediaman wakil jenderal Pei hari itu.


Sekarang Hyou ingin mengonfirmasi sesuatu. Tapi siapa yang tahu jika Qing Mao tengah membaca buku usang yang seharusnya merupakan cacatan dari zaman kuno mengenai empat cincin artefak. Tanpa diduga, istana kekaisaran masih memiliki hal-hal seperti itu.


“Tuan, aku tidak ingin kamu berbohong padaku untuk apa pun untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan di masa depan. Bisakah kamu mengatakan yang sejujurnya padaku?” tanya Hyou serius.


Sejak Qing Mao bangun dari koma hari itu, Hyou tak bisa memprediksikan apa yang harus dilakukan di masa depan. Merasa aneh dalam hatinya dan tidak nyaman. Salah satu yang bisa mendukung kondisi itu mungkin hanya satu, Qing Mao mendapatkan kembali ingatan lamanya.


Qing Mao awalnya sedikit gugup namun cepat atau lambat, Hyou memang akan tahu.

__ADS_1


“Bagaimana dengan itu? Mungkinkah kamu akan menutup ingatan masa lalu ku lagi ketika tahu siapa aku sendiri?” Gadis itu tersenyum padanya, kali ini tidak merasa takut jika Hyou akan menutup ingatannya kembali.


__ADS_2