
DI LUAR KAMAR, Hyou mengumpat beberapa kali dan memutuskan untuk keluar, mencari udara segar.
Laki-laki itu berjongkok di dekat pekarangan bunga. Ekspresinya kesepian. Untung saja dua pemimpin penjaga gelap Qing Mao yaitu Dong Mei dan Fan Chen menemaninya.
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Dong Mei.
"Aku baik-baik saja. Sungguh," jawab Hyou lesu.
Tanpa diduga, Xu Ren dan Xu Ran sebagai penjaga gelap kepercayaan Gu Yihao juga muncul.
"Yang Mulia dan nona Qing sedang berduaan di tempat tidur. Suara keduanya mungkin mengganggunya," kata Xu Ren langsung terbatuk malu saat melihat Hyou yang kesal.
"..." Dong Mei dan Fan Chen sepertinya tahu apa arti kata-kata nya.
Oh, ternyata nona mereka akhirnya ditaklukkan oleh Gu Yihao, ini berkah tersembunyi, pikir keduanya. Bahkan Xu Ren dan Xu Ran sangat senang. Yang Mulia pasti akan dalam suasana hati yang baik besok.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam berlalu dengan cepat.
Di pagi harinya, di kamar Qing Mao.
Hyou tak berani untuk mengetuk pintu kamar dan hanya membuat sarapan seperti biasa. Mungkin sarapan juga akan terbuang sia-sia karena saat ini Qing Mao belum bangun
Gadis itu masih berada di tempat tidur, tanpa pakaian dan ekspresinya cukup lelah. Beberapa tanda merah samar di beberapa bagian tubuhnya telah membuktikan jika semalam Gu Yihao serakah.
Tubuhnya sulit untuk bergerak bebas, sakit dan pegal. Qing Mao berusaha untuk bangun namun Gu Yihao yang masih berbaring di sampingnya tiba-tiba saja mengulurkan tangan—memeluknya.
"Mao'er, ini masih terlalu pagi," bisik pria itu dengan wajah segar.
Qing Mao tertegun dan belum menyadari jika saat ini dia jatuh ke pelukan pria itu lagi. Gu Yihao mencium lehernya.
Semalam, keduanya bermain cukup lama lalu mandi bersama dan tertidur tanpa sehelai pakaian. Qing Mao terlalu lelah dan mengantuk sehingga Gu Yihao tidak terlalu menyiksanya.
Pagi ini, saat menyentuh kulit lembut gadis itu, Gu Yihao kembali tersulut. Tubuhnya panas dan menegang sehingga ingin melakukannya satu kali lagi saat ini.
Qing Mao tidak berdaya. Di pagi hari, diserang lagi oleh pria itu hingga akhirnya jam dinding di kamar menunjukkan pukul sembilan pagi. Gadis itu kelelahan lagi.
Untungnya Gu Yihao tidak mempermalukannya. Pria itu bangun dan memakai pakaian lalu pergi mengambil sarapan untuk Qing Mao.
Aroma bubur ayam, sup ayam dan juga roti panggang isi daging sangat menggugah selera.
__ADS_1
"Mao'er, sarapan lebih dulu sebelum lanjut tidur," kata pria itu murah hati.
Qing Mao mengerutkan kening dan mengabaikannya. Dia menarik selimut lagi, tidak mau bangun.
Apakah kamu yakin ini sarapan? Pikirnya.
"Mao'er ..." Gu Yihao menatapnya dengan pikiran buruk lagi.
"Aku bangun!" Qing Mao sepertinya menyadari pikirannya dan segera bangun, memakai gaunnya dan bersandar di tempat tidur.
Tubuhnya masih lemas dan tambah lemas setelah pria itu menyerangnya lagi pagi tadi.
Gu Yihao tersenyum dan mengusap kepala gadis itu. "Gadis baik."
"..." Tangan Qing Mao yang memegang sendok sayur sedikit gemetar sejenak. Bajin*an ini!! Pikirnya.
"Makan roti panggang dulu." Gu Yihao menyerahkan piring berisi dua potong roti panggang yang harum.
"Apakah semua ini Hyou yang menyediakannya?" tanya Qing Mao.
"Bukan hanya dia, tapi Dong Mei juga memasak dengan gembira." Gu Yihao mengingat ekspresi penjaga gelap Qing Mao di dapur, seolah-olah tahu apa yang terjadi semalam.
Adapun Hyou yang sedikit merajuk pagi ini, mungkin kesal akibat urusan semalam. Namun Gu Yihao tidak terlalu memedulikannya.
Dia tidak langsung tidur lagi tapi hanya diam di tempat untuk sebelum akhirnya pergi mandi. Setelah membersihkan diri, Hyou sudah pergi ke istana kekaisaran karena masalah di aula pengadilan.
Kaisar Gu sedang membuat perencanaan besar untuk para petani dan nelayan, memberikan layanan yang baik agar saling menguntungkan.
Qing Mao mendengar dari penjaga gelapnya jika Gu Yihao pergi dengan An Daiyu hari ini. Lalu ada berita tentang kediaman perdana menteri keuangan Nu—Nu Qingge.
Berita ini mengejutkan banyak orang pagi ini sehingga Qing Mao penasaran dengan beritanya.
"Apa yang terjadi dengan gadis itu?" tanyanya.
Dong Mei segera berbisik padanya.
Segera, ekspresi Qing Mao berubah. Dia merasa tidak mempercayai berita tersebut. Karena menurutnya, meskipun Nu Qingge sudah memiliki reputasi buruk di ibu kota, tidak mungkin melakukan bunuh diri.
Namun apa yang beredar di masyarakat saat ini adalah rumor tentang putri keluarga perdana menteri keuangan Nu yang meninggal di depan istana putra mahkota.
"Dia ... sungguh meninggal?" tanyanya lagi.
__ADS_1
Nu Qingge yang dikenal Qing Mao tidak akan melakukan hal itu tanpa alasan. Hidupnya lebih berarti dari pada apapun. Bukankah gadis itu berhasil menjebak Qing Mao yang dulu untuk bunuh diri?
Lalu apa artinya ini? Nu Qingge bunuh diri dengan menusuk jantungnya sendiri demi putra mahkota. Tapi sebenarnya ini malah membuat bencana bagi putra mahkota—Gu Wenlian.
Belum lagi, Gu Wenlian memiliki banyak masalah di tangannya. Terutama tentang bisnis gelapnya yang tabu di istana kekaisaran. Selir Kehormatan Yi juga masih berada di istana dingin.
Kematian Nu Qingge hanya membawa banyak masalah baru bagi Gu Wenlian dan Gu Huiling seharusnya diuntungkan saat ini.
"Lalu bagaimana kabarnya saat ini?"
"Kudengar keluarga perdana menteri keuangan Nu telah diturunkankan reputasinya menjadi keluarga perdana menteri tingkat lima ..." Fan Chen menjawab.
Di zaman kuno ini, reputasi sangat penting. Seperti halnya di zaman modern, keluarga bangsawan juga memiliki urutan kekayaan dan kekuasaan. Di zaman ini juga sama.
Semakin tinggi tingkat reputasi, hadiah dan pendapatan tahunan juga meningkat. Awalnya keluarga perdana menteri keuangan Nu memiliki reputasi tingkat tiga dan sudah dianggap sebagai keluarga bangsawan tingkat menengah dari kalangan perdana menteri.
Sayangnya, kini harus diturunkan langusng ke tingkat lima karena kasus bunuh diri Nu Qingge.
"Namun ... bawahan selalu merasa ada yang salah dengan kejadian kali ini," kata Fan Chen menyuarakan pendapatnya.
Qing Mao menyesap tehnya dan mengerutkan kening. "Apa masalahnya?"
"Kami mendengar jika malam sebelum Nu Qingge meninggalkan rumah, gadis itu didatangi oleh pria misterius berpakaian serba hitam."
"Apakah ada seseorang yang melihatnya malam itu?"
"Ini kesaksian pelayan di halaman Nu Qingge. Dia tak sengaja melihat sosok hitam yang tubuhnya diselimuti asap hitam dan meminta Nu Qingge untuk menemui Gu Wenlian malam itu. Jadi Nu Qingge pergi. Dan pagi ini, dia sudah tidak bernyawa di depan istananya."
"Tunggu ... Kamu bilang pria berpakaian hitam yang memiliki asap di tubuhnya?" Qing Mao teringat oleh sesuatu.
"Ya ... Ini menurut yang bawahan dengar dari pelayan di halaman Nu Qingge. Nona, apakah Nona kenal dengan pria misterius itu?" tanya Fan Chen.
"Aku hanya menebak sesuatu, belum yakin." Gadis itu menggelengkan kepala.
Apakah ini semua ada kaitannya dengan Gu Wei? Pikirnya.
Jika Gu Wei melakukan ini, apa keuntungan yang didapat dan apa tujuan sebenarnya drai masalah ini?
Tampaknya, Qing Mao tak bisa tinggal diam lagi. Dia harus pergi untuk mencari tahu.
Seorang pelayan tiba-tiba menghampiri dan melaporkan sesuatu. "Nona, putri Lailan datang berkunjung."
__ADS_1
"Lailan?" Qing Mao menaikkan sebelah alisnya.