Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Pulang Dengan Tubuh Terluka


__ADS_3

"YAH, AKU tahu. Pasti gugup menghadapi upacara sekali seumur hidup." Qing Mao hanya bisa menenangkannya.


Gadis yang duduk menghadap cermin itu berulang kali menahan kegelisahan di hatinya.


Qing Mao tahu jika Putri Lailan masih terlalu muda untuk menikah. Di zaman kuno, gadis berusia lima belas tahun saja terpaksa memiliki pemikiran dewasa.


"Ketika pernikahan ini selesai, An Daiyu akan membawamu ke keluarga An. Meski lokasi keluarga An cukup jauh, tapi kamu tidak akan menderita di sana," jelasnya.


"Keluarga An sangat misterius. Bukankah itu berarti aku tidak bisa bebas setelah menikah?" tanya Putri Lailan sedikit menyesalinya. Apakah menikah begitu rumit dan begitu terisolasi?


"Tentu saja tidak. Tergantung pada keputusan An Daiyu. Tapi jika keluarga An tidak keberatan, kamu bisa keluar sesekali tapi tetap perhatikan citramu sebagai seorang wanita yang telah memiliki suami. Hanya saja ..." Qing Mao tampaknya melihat perut gadis itu.


"Tapi apa?" Putri Lailan mengerutkan kening.


"Kamu hamil sekarang, tidak ada waktu untuk keluar di masa depan. Patuhlah di rumah dan besarkan anak. Biarkan aku yang datang untuk mengunjungimu di masa depan," jawab Qing Mao polos.


"..." Sepertinya yang dikatakan Qing Mao masuk akal. Putri Lailan lagi-lagi menghela napas tidak berdaya.


Keduanya mengobrol. Ada juga beberapa putri yang lain, kecuali Putri Yu Yang yang tidak hadir. Lagi pula sejak awal, Putri Yu Yang dan Putri Lailan memiliki persimpangan yang cukup dalam.


Saat ini, Putri Yu Yang tidak lagi berani sombong seperti sebelumnya. Semua orang sudah tahu jika Selir Kehormatan Yi telah berada di istana dingin sejak lama. Hal itu membuat reputasi Putri Yu Yang turun. Banyak orang yang mencelanya.


Para putri selir yang dulu ditekan oleh Putri Yu Yang juga telah berani untuk mencibir dan membicarakannya secara terbuka. Karena itulah Putri Yu Yang kini mengurung diri di halaman istana nya. Kaisar Gu tidak terlalu peduli. Justru membuat yang lain berpikir jika Putri Yu Yang telah ditinggalkan oleh kaisar.

__ADS_1


Acara pernikahan yang meriah ini membuat banyak orang-orang merasa sangat antusias. Ketika An Daiyu tiba bersama rombongannya, orang-orang langsung kagum. An Daiyu mengenakan jubah pernikahan berwarna merah, menunggangi kuda jantan dan memimpin rombongannya.


Kereta kuda yang telah dihias khusus untuk acara pernikahan terlihat sangat mewah. Setelah melakukan serangkaian acara pernikahan yang agak rumit, Putri Lailan memasuki kereta pernikahan.


An Daiyu kembali menunggangi kudanya dan mengucapkan 'sampai jumpa' pada semua orang.


Qing Mao hanya menyaksikan kereta menjauh. Dia hanya berharap jika gadis itu bahagia seumur hidupnya.


"Dari dulu, pernikahan ini tidak pernah berubah," gumamnya.


Omong-omong, Qing Mao tidak melihat Gu Yihao dalam rombongan. Mungkin telah menunggu di tengah perjalanan untuk mengawal kereta pernikahan. Lagi pula, jarak istana kekaisaran dengan rumah keluarga An memang jauh.


Setelah pesta pernikahan selesai, Qing Mao kembali ke rumah. Kali ini agak sepi sejak Putri Lailan menikah. Tapi Qing Mao juga tidak punya banyak waktu. Dia masih harus melatih diri untuk mempersiapkan pertempurannya dengan Gu Wei.


"Tidak ada."


"Sepertinya Gu Wei benar-benar berhati-hati saat ini."


"Tidakkah menurutmu ini aneh?" tanya Qing Mao justru tidak yakin jika semuanya baik-baik saja.


"Apa maksudmu?"


"Justru karena ini terlalu damai, mungkin tidak setenang di permukaan." Qing Mao berpikir lebih jauh lagi. Dia telah hidup selama beberapa abad di kehidupan sebelumnya, pemikirannya semakin tajam.

__ADS_1


Hyou tidak membalas kata-katanya kali ini. Dia juga berpikir lebih dalam. Gu Wei sangat licik. Meski kini menempati tubuh Gu Wenlian dan pergi entah ke mana, mungkin sudah bergerak lebih awal.


Tiba-tiba saja, Fan Chen dan Dong Mei kembali. Qing Mao yang awalnya tidak terkejut melihat keduanya, seketika langsung berdiri.


"Nona ... Nona Muda," kata Dong Mei dengan ekspresi pucat, tubuhnya lemah sehingga langsung jatuh berlutut ketika tiba di sana.


"Kalian ... Apa yang terjadi pada kalian?" tanya Qing Mao. Jantungnya berdegup kencang.


Saat ini, Dong Mei dan Fan Chen memiliki banyak luka di tubuh. Di beberapa bagian pakaiannya juga terkoyak.


Qing Mao telah memerintahkan keduanya untuk berkeliling ibu kota dan memastikan apakah ada pergerakan mencurigakan. Kenapa mereka kembali dengan luka seperti ini?


Sebagai penjaga rahasia, keduanya telah dilatih oleh Qing Mao secara pribadi. Jenis latihannya juga seni bela diri kuno serta seni bela diri modern. Tidak mungkin bisa dikalahkan oleh seorang ahli biasa.


Fan Chen bahkan memuntahkan seteguk darah hitam. Qing Mao menyadari jika keduanya diracuni.


Pada akhirnya, kedua penjaga rahasia itu mengatakan apa yang mereka hadapi saat berkeliling di ibu kota.


"Diserang oleh orang-orang berjubah hitam?" Qing Mao terkejut. Dia dan Hyou saling melirik satu sama lain.


"Ya, Nona. Itu benar. Kamu sebenarnya tidak sengaja memasuki sebuah tempat terpencil di sisi ibu kota. Saat itu kami menyadari jiak tempat tersebut sepertinya merupakan ruang bawah tanah yang telah lama tidak terpakai. Tapi tidak ada jejak manusia yang pernah memasukinya. Kemungkinan besar tidak pernah ada yang ke sana lagi sejak puluhan tahun lamanya," jelas Dong Mei.


Qing Mao mengeluarkan jarum perak dan menusuk beberapa titik penting pada tubuh manusia, sehingga racunnya tidak langsung menggerogoti jantung.

__ADS_1


"Apakah kalian merasa napas manusia pada orang-orang berjubah hitam itu?" tanyanya.


__ADS_2