
KEESOKAN HARINYA, Qing Mao bangun seperti biasa. Sedikit agak siang. Tapi Hyou tidak datang untuk membukakan jendela atau menyiapkan sarapan seperti biasanya.
Qing Mao tahu jika laki-laki itu bertarung dengan Gu Wei yang merasuki tubuh Gu Wenlian. Ketika keluar dari ruang artefak cincin batu giok hijau tadi malam, setidaknya sudah dini hari dan Hyou masih bergelut dengan pria itu.
Tanpa diduga, pagi ini Hyou tidak terlihat.
"Hyou!" panggil Qing Mao saat turun dari tempat tidur dan pergi ke ruang utama.
Tidak ada tanda-tanda Hyou. Pelayan berkata jika laki-laki itu meninggalkan rumah dengan keadaan terluka cukup parah.
"Nona Muda, Kepala Pelayan Hyou berkata jika dia akan menemui seseorang. Kemungkinan besar tidak akan kembali dalam waktu dekat. Semua urusan di rumah akan diserahkan pada pelayan cakap milik pangeran Han," jelas Dong Mei yang datang untuk melapor.
Fan Chen hanya menghela napas di samping wanita itu, tanda mengiyakan semuanya.
"Pelayan Han Baimo?" Qing Mao terkejut. "Kapan dia akan datang?"
"Pelayan Chou sudah datang sejak dini hari tadi."
"..." Kenapa tak ada yang memberi tahunya? Qing Mao sedikit tidak berdaya.
Hyou terluka cukup parah. Mungkin di mata Qing Mao, lukanya parah. Jika tidak parah, lalu bagaimana laki-laki itu akan meninggalkan rumah begitu saja?
Dan ... Kenapa Hyou memilih pelayan yang dibawa Han Baimo?
Nama pelayan cakap di samping Han Baimo selama ini bernama Chou. Seorang laki-laki yang hampir seusia dengan Hyou. Qing Mao melihatnya pertama kali ketika laki-laki berjubah putih itu menyajikan makanan di atas meja.
Hanya saja, melihat senyum laki-laki itu yang agak mencurigakan, Qing Mao memiliki sedikit ketidaknyamanan di hatinya. Makanan yang tersaji di meja makan tampak asing bagi Qing Mao. Ini bukan hidangan modern.
Hingga akhirnya dia ingat jika semua hidangan tersebut merupakan ikon sejati makanan zaman kultivator. Qing Mao juga sering memakannya tapi … kali ini dia tidak mau akan itu.
“Sup ayam bening yang dicampur dengan jamur spiritual sangat cocok untuk Nona Qing. Ada juga tumis sayur hijau …” Chou menyebutkan semua hidangan yang tersaji di atas meja, membuat Qing Mao mati rasa.
__ADS_1
Laki-laki itu berkata lagi. “Yang Mulia Han berkata jika Nona Qing sangat suka dengan sup ayam bening.”
“...” Qing Mao tahu itu. Dia suka sup ayam. Tapi … kali ini sup ayamnya berbeda, cita rasa berbeda dan seperti meminum air garam yang sedikit asin.
Cita rasa gurih dari kaldu ayam dan penyedap rasa sama sekali tidak ditemukan dalam hidangan tersebut. Di zaman kultivator dulu, beberapa bumbu sangat6 kurang dan sebagian lagi mengandalkan bahan-bahan alam.
Jadi saat ini, merasakan cita rasa yang sederhana dan alami, Qing Mao tidak terbiasa. Para pelayan yang membantu Chou menata makanan di meja pun bersimpati untuk nona muda mereka. Tentu saja para pelayan di dapur juga tahu, apa saja yang dimasukkan Chou ke dalam masakannya.
Sederhana dan sangat mudah. Kecuali untuk tumis sayur hijau yang sedikit lebih baik, hidangan lainnya belum tentu enak di lidah mereka.
Semua pelayan Qing Mao mungkin berasal dari zaman kuno tapi cita rasa di lidah mereka sudah modern karena diatur oleh Hyou. Jadi, mereka sangat tahu bumbu kaldu yang gurih dan harum itu seperti apa.
Qing Mao menghela napas dan menatap Chou dengan ekspresi tak berdaya. “Bisakah lain kali, tambahkan bumbu kaldu?” tanyanya.
“Maaf, Nona, tapi makanan yang mengandung MSG yang berlebihan tidak baik untuk tubuh,” jawab Chou dengan senyum ramah tanpa rasa bersalah.
“...” Kamu tidak mengenal zaman modern tapi tahu apa itu MSG? Pikir Qing Mao.
Kemungkinan besar, Hyou yang memberi tahunya.
Setelah sarapan, Qing Mao berkeliling halaman dan melihat beberapa pelayan sedang membersihkan dedaunan, ranting patah serta pot bunga yang hancur. Dia tertegun. Sampai separah ini? Bahkan Hyou tak sempat untuk memperbaiki halaman dan pergi ke tempat Han Baimo?
“Dong Mei, Fan Chen!” panggilnya.
Segera, dua penjaga rahasia Qing Mao muncul.
“Nona, apa yang bisa kami lakukan?” tanya Dong Mei.
“Pergilah dan cari tahu apa saja yang terjadi di ibu kota hari ini. Termasuk berita dari istana. Jika kalian melihat Gu Yihao, biarkan dia datang ke sini.” Dia memberikan perintah.
Kedua penjaga rahasia itu mengangguk dan segera menghilang dari tempat tersebut. Delapan penjaga rahasia lainnya jelas berada di kegelapan dan menjaga semua sudut halaman dengan baik.
__ADS_1
Qing Mao masih khawatir dengan Gu Wenlian yang dirasuki oleh Gu Wei. Kekuatannya belum pulih saat ini. Dia harus meminta Gu Yihao untuk membantunya membuka energi spiritualnya kembali. Dengan begitu, dia bisa sekuat dulu.
Selain itu ….
* * *
Saat ini, di tempat Han Baimo berada.
Halaman istana yang cukup luas dan penuh ketenangan diramaikan oleh kicauan burung di pepohonan.
Han Baimo memakai jubah brokat putih, rambutnya digerai, sebagian rambutnya diikat sederhana sehingga terkesan lebih rapi. Dia membawa nampan yang di atasnya ada semangkuk obat berwarna gelap yang masih hangat.
Di kamar, sosok Hyou berbaring lemah di ranjang. Wajahnya pucat dan tubuhnya sedikit gemetar. Dia tidak terlihat sehat sedikit pun. Bahkan beberapa luka di tubuhnya juga mengalami penyembuhan alami, hanya saja sangat lambat.
Ada Gu Yihao yang menjaganya. Pria itu menyesap tehnya dan memikirkan apa yang diceritakan Hyou saat mendatanginya.
“Lain kali, jangan terlalu memaksakan diri. Gu Wei bukan lawanmu sama sekali,” ujar Han Baimo. Dia meletakkan nampan di meja bundar, tempat di mana Gu Yihao sedang duduk saat ini.
Hyou tidak menjawab dan terlalu lelah untuk berdebat dengannya. Jika bukan untuk melindungi Qing Mao, dia tak perlu repot-repot bertarung malam tadi.
“Lagi pula, kamu tidak sekuat dulu. Setiap kamu membuat Qing Mao dan Hao Hao bereinkarnasi lagi dan lagi, bukankah itu mengorbankan potongan jiwamu sedikit demi sedikit?” Han Baimo masih belum puas mengomelinya.
Jiwa Hyou bergetar. Ya, dia memang mengorbankan potongan jiwanya saat membuat ulang kehidupan pasangan itu. Demi mengalahkan Gu Wei dan menghapuskan sejarah gelap di masa depan, dia harus memenuhi tugas ini.
“Tolong … jangan beri tahu gadis itu tentang ini.” Hyou hanya membuat permohonan.
Han Baimo mengembuskan napas tidak berdaya dan ekspresi kesalnya juga mereda.
Pelayannya pergi ke rumah Qing Mao dan dia tak suka pelayan lain mengurus kebutuhannya. Jadi dia turun tangan sendiri dalam mengurus obat untuk Hyou.
Gu Yihao tidak terlalu memikirkan Hyou yang kemungkinan besar akan menghilang setelah Gu Wei dimusnahkan. Dia menatap Han Baimo dengan tatapan cemburu di hatinya.
__ADS_1
“Raja ini mampu mengirim pelayan untuk Mao’er. Kenapa kamu harus ikut campur? Pelayan kecilmu mungkin sangat kuno,. bagaimana bisa memasak hidangan yang lezat?”
Gu Yihao tidak puas dan berpikir jika Qing Mao tidak akan membiasakan diri lagi dengan makanan zaman kultivator yang sangat alami.