Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Pertarungan Dimulai


__ADS_3

DI DALAM kabut hitam tersebut, Qing Mao dan Gu Yihao tidak pernah pergi terlalu jauh. Baik Qing Mao dan Gu Yihao mampu melihat dalam gelap. Tapi kabut hitam ini bercampur dengan aura spiritual Gu Wei sehingga sulit untuk memastikan di mana makhluk itu berada.


Di tambah lagi, Gu Wei bukan manusia. Dia mungkin saja mengubah dirinya menjadi kabut hitam dan berbaur dengan mereka.


Sebenarnya sejak awal, Gu Wei sedang mencari keberadaan Han Baimo. Dia selalu merasa keberadaan cincin batu giok putih sedikit mengancamnya.


Sayang sekali, Han Baimo tidak terlihat di mana pun. Mau tidak mau, Gu Wei hanya bisa berurusan dengan pasangan itu terlebih dahulu.


Gu Wei mulai menyerang. Kedua tangannya yang berkuku tajam menggores mereka. Meski Qing Mao dan Gu Yihao berhasil menghindar beberapa kali, tapi tak bisa terus menghindarinya sepanjang waktu.


Gu Yihao mengeluarkan pedangnya dan mencoba untuk menentukan lokasi akurat Gu Wei. Lagi pula kali ini Gu Wei merupakan tubuh manusia. Dia bisa melukainya secara fisik.


Untuk menghancurkan cincin batu giok hitam selamanya, mereka harus membuat Gu Wei lengah dan melemah terlebih dahulu.


Suara pedang bergesekan terus terdengar. Bahkan sampai mengeluarkan percik api akibat kerasnya gesekan pedang milik Gu Yihao dan Gu Wei.


Pada suatu waktu, Gu Yihao berhasil melukainya meski hanya berupa goresan ringan.


"Sepertinya setelah melalui berbagai kehidupan, kemampuanmu semakin meningkat," komentar Gu Wei sedikit tidak senang. Dia memperhatikan luka goresan pedang di lengannya. Sedikit sakit.


Ternyata rasa sakit pada tubuh manusia itu seperti ini.


Gu Yihao tidak menanggapi. Sosoknya tiba-tiba saja menghilang dari pandangan Gu Wei.


Kali ini giliran Qing Mao yang maju. Dia pernah hidup di zaman modern, berlatih berbagai seni bela diri modern hingga belajar racun.

__ADS_1


"Gu Wei, jangan berharap kali ini kami mampu membunuhku lagi. Bahkan jika aku mati lagi, akan kupastik kamu tidak akan terlahir kembali!" Qing Mao mengeluarkan botol giok dari cincin batu giok hijau miliknya.


Tutup botol giok itu dibuka dan isinya ditumpahkan ke wajah Gu Wei.


Gu Wei sedikit meringis dan mundur beberapa langkah. Tapi gerakannya masih gesit. Dia menyerang secara sembarang.


Tapi tak lama setelah itu, dia tertawa mengejek lagi. "Kamu ingin membunuhku dengan racun? Qing Mao, apakah kamu lupa jika aku tidak mempan terhadap racun?" Dia melesat ke arah gadis itu sambil menghunuskan pedang.


Jika dia bisa membunuh Qing Mao dan menusuk jantungnya, akan sangat mudah untuk memancing emosi Gu Yihao.


Seperti di kehidupan sebelumnya, ketika Qing Mao terbunuh, Gu Yihao penuh kemarahan dan mengamuk. Tapi sayang sekali masih meninggal di tangan Gu Wei karena kemarahannya yang tidak terkontrol.


Qing Mao samar-samar bisa melihat pedang melesat ke dadanya. Tapi dia tidak langsung menghindar. Awalnya ingin memblokir pedang itu dengan pedangnya sendiri, sayangnya gerakan Gu Wei terlalu cepat.


Pada akhirnya, Qing Mao hanya bisa menghindar.


Gadis itu sempat tersandung sesuatu dan terjatuh. Karena kabut hitam sama sekali belum memudar, dia hanya bisa menggunakan intuisinya saja.


Melihat pedang tajam itu lagi-lagi akan menusuknya, dia menghindar ke samping. Lalu langsung membalas serangan.


Gu Wei sedikit terhempas oleh gerakan pedangnya yang kuat. Dia terkejut. Bukankah Qing Mao sama sekali tidak belajar seni bela diri? Lalu kenapa dia memiliki jejak energi spiritual di tubuhnya?


Sejak kapan gadis itu berlatih?


Gu Wei menyipitkan mata. "Sepertinya kamu bersembunyi cukup dalam kali ini. Tapi semua itu tidak akan mengubah segalanya."

__ADS_1


Qing Mao tersenyum. Dia tahu Gu Wei berada tak jauh di depannya. "Belum tentu. Aku mungkin terbunuh olehmu berulang kali. Tapi ada satu hal yang tidak kamu ketahui. Di dunia ini keajaiban itu ada. Bahkan dunia lain itu ada. Apakah kamu percaya dengan dunia lain yang tidak lebih kuat tapi lebih maju?"


"Omong kosong! Di zaman ini, tidak ada dunia lain yang tersembunyi. Jangan membohongiku!" Gu Wei yakin jika Qing Mao hanyalah membohongi nya. Bagaimana mungkin ada dunia lain di alam semesta ini?


Sama sekali tidak mungkin. Dia tidak percaya dengan kehidupan masa depan. Baginya, menunggu zaman berlalu dibenarkan tapi tidak bisa menyeberangi masa depan.


Hanya saja semua gerakan Qing Mao sangat aneh dan terlihat baru. Itu bukan jenis seni bela diri zaman sekarang atau pun zaman kultivator dulu.


Lalu di mana dia mempelajari semua itu?


Mengingat cairan yang ditumpahkan ke wajahnya tadi, Gu Wei tidak merasakan sesuatu yang aneh. Jelas yang tadi itu racun tapi tampaknya tidak bekerja sama sekali. Oleh karena itu, dia lebih percaya diri.


Melihat ke langit lagi, gerhana matahari tidak akan bertahan lama. Dia telah menentang hukum alam. Jika para dewa tahu tentang ini, dia mungkin tidak akan beruntung.


"Aku tidak ingin bicara omong kosong denganmu!"


Gu Wen segera memanggil semua pasukan mayat hidup yang ada di segala arah. Gu Yihao yang menghilang begitu saja tidak tahu ada di mana saat ini. Mungkin menemui Han Baimo dan mempercayakan urusan di sini kepada Qing Mao.


Ini konyol!


Gadis itu sama sekali tidak akan mampu mengalahkannya.


Saat para mayat hidup itu muncul, kabut hitam secara perlahan menghilang.


Qing Mao bisa melihat jelas keberadaan Gu Wei saat ini. Pria itu masih sedikit berpakaian rapi tapi luka di lengannya tidak sembuh.

__ADS_1


Dia menaikkan sebelah alisnya. Mungkinkah luka yang diterima tubuh Gu Wenlian ini tidak bisa disembuhkan oleh Gu Wei?


__ADS_2