
PULUHAN tanaman merambat entah bagaimana langsung menuju Qing Mao dan melilit seluruh tubuhnya. Gadis itu tak bisa melakukan apapun seolah-olah ada kekuatan misterius yang menahan dirinya untuk bergerak. Ia hanya bisa melihat Gu Yihao memeluk dirinya sebelum seluruh tanaman merambat menenggelamkan dirinya.
Pandangannya seketika gelap. Tidak tahu apa yang terjadi ....
Tak lama setelah itu, suasana di reruntuhan seperti tidak pernah mengalami sesuatu yang aneh. Para penjaga gelap maupun penjaga reruntuhan di bayang-bayang hanya merasa sedikit aneh, namun tidak menekan kelainan. Yang mereka lihat, Qing Mao dan Gu Yihao masih ada di sana.
Tapi ....
Gu Yihao dan Qing Mao terlempar ke suatu tempat yang gelap. Lalu ada pencahayaan dari obor di setiap sisi ruangan gelap tersebut hingga membuat Gu Yihao yang baru saja terbangun dari pingsannya mengerutkan kening. Pria itu teringat dengan Qing Mao, untungnya gadis itu pingsan di sampingnya.
"Mao'er ...," ujarnya seraya mengguncang lembut tubuh gadis itu, bermaksud membangunkannya. Namun Qing Mao tidak terbangun sama sekali, seolah-olah tidur pulas.
Pria itu menyipitkan matanya dan memerintahkan sekitar dengan waspada. Mungkin ada sesuatu di tempat ini hingga membuatnya harus berjaga-jaga. Dia tidak tahu di mana tempat ini, namun suasananya agak aneh. Qing Mao belum bangun sedikit pun yang membuatnya khawatir.
"Mao'er ... Mao'er ... Bangunlah," kata pria itu mulai panik. Dia meraih tubuh gadis itu dan membiarkan kepalanya berada di pangkuan. Setidaknya, dia memastikan jika Qing Mao masih hidup.
"Dia tidak akan bangun di sini. Tempat ini khusus untukmu." Suara pria tua yang cukup serak terdengar, tidak berbahaya namun sangat enak didengar.
Gu Yihao memperhatikan sekitar dan tidak melihat seorangpun. Lalu dia mendengar suara tawa yang menggema di ruangan tersebut.
"Jangan mencariku, Nak. Takdirmu telah tiba."
"Apa maksudmu? Siapa kamu?" tanya Gu Yihao juga agak bingung.
__ADS_1
Terdengar helaan napas di ruangan tersebut, seakan-akan jika kegelapan adalah orang itu. "Siapapun aku, tidak perlu tahu. Tapi tempat ini sudah lama menunggumu," jawabnya.
"Lalu kenapa kamu menjerat Mao'er dibandingkan aku? Bukankah tujuannya adalah aku?" Gu Yihao semakin kebingungan.
"Tentu saja karena untuk memasuki tempat ini, kamu membutuhkan aura dari pemilik cincin batu giok hijau." Suara pria tua itu terdengar lagi seperti seorang tua-tua yang baik. Dengan kata lain, butuh Qing Mao untuk merangsang lingkaran totem.
Gu Yihao tidak mengatakan apapun lagi dns memandang wajah Qing Mao yang damai. Akhirnya ia berhenti untuk khawatir dan menjadi bertanya-tanya tentang maksud pria tua di kegelapan. Takdir apa yang dimaksudkan pria tua itu?
Pada akhirnya di saat dia hendak bertanya, pria tua di kegelapan sudah berkata lagi. "Apakah kamu ingin tahu siapa dirimu?"
"Jangan menjual teka-teki, katakan saja apa yang ingin kamu katakan?" Gu Yihao mendengus.
"Jika aku berkata kamu adalah reinkarnasi dari penguasa benua Quentian, apakah kamu percaya?" tanya suara pria tua itu yang kini entah di mana wujudnya.
Semakin tidak percayanya Gu Yihao, pria tua yang entah ada di mana itu tertawa dan suaranya menggema di ruangan tersebut. Tidak tahu apa yang begitu lucu baginya, namun bagi Gu Yihao jelas ini merupakan sesuatu yang tidak biasa. Pria itu hanya berjaga-jaga dan melihat jika Qing Mao sepertinya tidak terganggu oleh suara tawa tersebut.
"Sudah kuduga, kamu tidak akan percaya," kata suara pria tua itu menggema lagi.
Kali ini, semua obor yang terpasang di dinding ruangan sedikit bergoyang dan sekumpul cahaya putih memadat tak jauh dari tempat Gu Yihao berada. Cahaya putih samar itu pun membentuk sosok jangkung—seorang pria tua berjanggut putih, alisnya juga memutih hingga rambutnya tak terkecuali. Yang membedakan, pria tua itu terlihat seperti usia paruh baya, tubuhnya terawat dengan baik.
Gu Yihao merasakan sesuatu yang berbeda dari tubuh pria tua itu, tapi entah apa. Di dunia saat ini, kemampuan kultivasi sudah tidak ada dan ada sedikit orang yang memiliki kemampuan aura. Sehingga hanya mengandalkan seni bela diri dan sedikit ilmu tenaga dalam. Setidaknya, kungfu masih menjadi kegemaran semua orang.
Pria tua itu tersenyum ramah dan tidak berbahaya, bahkan sedikit hormat pada Gu Yihao. "Penguasa Benua Quentian, sudah lama sekali aku menunggumu. Akhirnya, kamu terlahir kembali," katanya.
__ADS_1
"..." Gu Yihao tidak menduga jika pria tua yang terbentuk entah bagaimana caranya itu langsung mengakuinya sebagai penguasa yang dimaksud. Dirinya bukan siapa-siapa.
"Daratan ribuan tahun, aku telah menyeberang dan menunggumu untuk datang, lalu mencegah nasib yang sama terulang. Sudah waktunya bagi kamu untuk mengubah sejarah dan memperbaiki masa lalu," jelas pria tua itu berjalan selangkah demi selangkah dan menatap Qing Mao yang tak sadarkan diri di pangkuan Gu Yihao. "Bukankah kamu ingin melindunginya?"
"Kamu mengancamku?" Gu Yihao segera memberinya tatapan berbahaya. Dia tidak tahu seberapa kuat pria tua itu, tapi dia tak akan membiarkannya untuk menyentuh Qing Mao sedikit pun.
Pria tua itu segera terbatuk kecil saat tahu dirinya disalahpahami. "Bukan, bukan mengancam. Ini fakta. Aku bukan ancaman. Tapi Gu Wei adalah ancaman baginya," kata pria tua itu buru-buru.
Sebenarnya, pria tua itu tidak sehalus penampilannya. Dia ingin menangis tanpa air mata saat melihat Gu Yihao yang kini telah bereinkarnasi dari masa ke masa dengan nama yang sama. Dirinya jelas adalah teman penguasa benua Quentian di masa lalu—sejak zaman kultivator masih berjaya.
Pria hebat itu ditakdirkan untuk hidup bersama Qing Mao—wanita berbakat zaman kultivator yang juga seorang ahli obat-obatan dan racun. Kini setelah kematiannya di masa lalu, wanita itu bereinkarnasi lagi dengan nama yang sama. Jelas ... jika Gu Yihao tahu bahwa wanita itu mati lebih dulu di masa lalu, mungkinkah akan mempercayainya lebih dulu?
Di sisi lain, Gu Yihao tampak pucat saat mendengar nama Gu Wei. Jelas tidak mungkin Gu Wei hidup di dunia ini. Kakeknya dulu telah membunuh Gu Wei bukan? Jika tidak mati, kenapa nama itu baru mencuat lagi sekarang?
Dia ingin jika Qing Mao bertanya tentang Gu Wei pagi tadi dan memintanya untuk datang ke sini. Melihat jika Gu Yihao terlihat memikirkan sesuatu, pria tua itu pun menghela napas tidak berdaya.
"Gadis itu sepertinya telah mendapatkan sedikit demi sedikit ingatan dari beberapa kehidupan sebelumnya. Ini benar-benar di luar dugaan. Tapi kamu masih belum mengingat apapun, jadi aku bisa membantumu. Hei, aku sangat baik. Kenapa tidak mencoba untuk percaya satu kali padaku?" Pria tua itu berusaha untuk membujuknya. Jika tugasnya berhasil, dia mungkin bisa pergi dengan tenang.
Terlebih lagi ... Pria tua itu juga mengenal Hyou. Ada bau laki-laki itu di tubuh gadis ini yang jelas telah membuka ruang cincin batu giok hijau. Hyou telah bekerja keras menyelesaikan tugasnya. Sama seperti dia. Tapi dia memiliki tugas yang berkaitan dengan Gu Yihao.
Tampaknya Gu Yihao telah memikirkan ini seraya mengamati Qing Mao. Mungkin dia memiliki rahasia di tubuhnya, kenapa mengetahui bahasa kuno dan juga merasa gadis ini sangat akrab. Oleh karena itu, Gu Yihao menatap pria tua itu sedikit lebih dalam.
"Sebelum itu, aku belum tahu siapa namamu, Tuan?" tanyanya sopan.
__ADS_1