
MENINGGALKAN siapa pria pemilik cincin batu giok hitam itu, Qing Mao tidak tahu apapun. Walaupun sebenarnya hati gadis itu cukup gelisah. Tapi berusaha menepisnya. Di sisi lain juga, Gu Yihao merasa tidak nyaman. Pria itu selalu berpikir jika sesuatu yang buruk kadang akan terjadi.
Tapi melihat Qing Mao baik-baik saja, Gu Yihao hanya bisa menelan semua kekhawatirannya dan meminta Putri Lailan untuk menemani gadis itu jalan-jalan. Setelahnya, dia pergi untuk tidak membuat suasana hati gadis itu memburuk.
Namun Qing Mao tidak mau pergi ke manapun dan memilih untuk memperhatikan pemandangan dari atap salah satu perumahan. Putri Lailan tidak berdaya dan hanya memperhatikan dari bawah.
"Mao Mao ... Kenapa kamu tidak mengajakku juga? Aku tidak bisa naik ke sana," teriaknya.
Mendengar suara itu, Qing Mao mengalahkan pandangan dan tersenyum tidak berdaya. Dia lupa jika Putri Lailan yang mengajaknya ke festival topeng ini. Namun sebelum dia turun untuk membawanya ke atas, tiba-tiba saja cincin batu giok hijau yang tersemat di jarinya mengeluarkan cahaya samar. Dia mengerutkan kening.
Apa yang terjadi? Pikirnya.
Lalu Qing Mao segera menangkap aura Hyou dari arah lain. Perasaan yang kuat ini seperti menariknya untuk pergi ke tempat di mana aura itu berasal. Tapi sebelum dia memastikan di mana lokasinya, Putri Lailan kembali berteriak lagi.
"Mao Mao, cepatlah! Aku ingin tahu seperti apa pemandangan dari atas."
"Aku khawatir kamu jatuh," katanya.
"Jangan khawatir, aku tidak takut ketinggian." Putri Lailan langsung meyakinkannya.
Qing Mao yang masih memakai topeng kucing itu pun langsung turun dari membawamu naik ke atap. Orang-orang yang tak sengaja melihatnya pun merasa kagum. Senang rasanya memiliki ilmu tenaga dalam.
Sementara cicin batu giok hijau telah berhenti mengeluarkan cahaya samar. Saat Qing Mao melihatnya lagi, cincin itu terlihat biasa saja dan tidak ada aura Hyou lagi. Mungkinkah laki-laki itu sedang melakukan sesuatu? Pikirnya.
Qing Mao hanya bisa mengalihkan pikirannya oleh suara antusias Putri Lailan yang memakai topeng kelinci. Festival topeng ini sangat luar biasa. Dia suka dengan keramaian yang tenang. Namun sebagai seorang putri, dia juga memiliki batasan waktu di luar.
__ADS_1
"Mao Mao, aku hanya bisa menemanimu sampai siang. Aku harus kembali nanti karena ibu memberiku jadwal belajar. Aku harap kamu tidak keberatan," katanya.
"Tidak apa-apa. Kamu bisa tenang," timpal Qing Mao dengan senyum di balik topengnya.
Jika itu hanya belajar tentang etiket dan beberapa hal lainnya secara umum, Putri Lailan akan mengajaknya. Namun ini tentang etiket seorang putri, dia tidak mungkin mengajaknya karena dilarang bagi rakyat selain anggota kekaisaran memiliki semua pelajar yang dipelajarinya oleh para pangeran dan putri.
Hingga akhirnya, keduanya bercengkerama hingga siang. Ketika Putri Lailan pamit, semua barang yang mereka beli akan dikirim ke rumah gadis itu nanti. Qing Mao masih ingin jalan-jalan sehingga hanya mengantar Putri Lailan sampai ke kereta saja.
"Mao Mao, sampai jumpa lain waktu. Ingat, jemput sup iga sapi di tempat pelelangan tuan An nanti," kata Putri Lailan saat menyibakkan tirai dari kereta yang tengah melaju meninggalkan keramaian.
"Baik, aku tahu." Qing Mao mengangguk.
Ketika kereta sudah tidak terlihat lagi, Qing Mao menghela napas dan berniat untuk berjalan-jalan sebentar. Tanpa diduga ketika berbalik, wajahnya menabrak dada bidang seseorang. Untung saja dia memakai topeng sehingga tidak terlalu sakit. Namun Qing Mao masih bisa mencium aroma cendana dari orang tersebut.
Saat dia mengaduh ringan, suara ringkikan kuda terdengar tak jauh dari mereka. Seekor kuda putih tiba-tiba saja mengamuk di jalanan dan penunggangnya segera memperingatkan orang-orang agar menjauh. Kuda putih itu tampaknya tidak mau mengenali siapapun dan berlari liar ke arah di mana Qing Mao berada.
"Sial!" Suara pria yang memeluk Qing Mao untuk melindunginya pun terdengar. Pria itu pada akhirnya menendang kuda putih yang mengamuk tak jelas tersebut.
Pada akhirnya, setelah ditendang, kuda putih itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh bersama si penunggangnya. Barulah setelah itu, kuda putih tadi merasa kebingungan dan tidak lagi mengamuk.
"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya pria itu pada Qing Mao yang ada di pelukannya.
Qing Mao kini tahu siapa yang menolongnya. Ternyata Gu Yihao. Wajahnya segera menggelap dan dia mendorongnya untuk melepaskan diri. Tapi Gu Yihao tidak membiarkannya sehingga tangan yang memeluk gadis itu semakin erat. Qing Mao merasa dia dipeluk oleh tangan sekeras batu.
Si penunggang kuda putih tadi mengaduh namun mengucapkan terima kasih pada Gu Yihao karena berhasil menghentikan kudanya yang tidak tahu kenapa bisa kehilangan kendali. Namun Gu Yihao cukup kesal. Kuda putih itu hampir saja menabrak Qing Mao.
__ADS_1
"Apakah kamu pemilik kuda putih ini?" tanyanya.
"Ya, betul Tuan. Ini kecelakaan. Aku tidak tahu jika kudanya akan kehilangan kendali," kata si penunggang seraya menepuk debu di tubuhnya.
"Kamu hampir saja mencelakai gadisku." Gu Yihao berwajah gelap di balik topengnya.
"..."
Semua orang yang tak sengaja lewat sepertinya mengenali suara tersebut. Bukankah Gu Yihao, Raja Yi? Lalu gadis di pelukanya adalah Qing Mao yang sebelumnya juga menyelamatkan anak Nyonya Pei. Tapi yang mengejutkan, pria itu mengatakan jika Qing Mao adalah gadisnya?
Bahkan gadis itu sendiri langsung kaku dan ingin menolak mentah-mentah. Sejak kapan dia bersama Gu Yihao? Hubungan keduanya saja tidak harmonis. Apakah pria ini ingin cari masalah?
Dia ingin melepaskan diri, tapi Gu Yihao semakin erat memeluknya seolah-olah melindungi dia dengan baik. Orang-orang melihat ini, mungkin mengira jika Qing Mao takut. Gadis itu ingin berteriak ke langit jika ini pasti penipuan Gu Yihao.
Si penunggang kuda kebingungan dan merasa agak canggung. "Ini, Tuan ... Tidak, maksudku ... Raja Yi, maaf. Ini benar-benar ketidaksengajaan. Benar-benar tidak sengaja. Aku akan menyembelih kudanya jika Yang Mulia merasa marah. Benar, menyembelih kudanya dan dibagikan pada orang-orang," tuturnya.
Ini lebih baik daripada menyinggung Raja Yi. Setelah kasus Gu Yihao dinyatakan bersih dan Gu Wenlian dikatakan sebagai orang yang disalahkan, warga juga tahu mana kebenaran. Gu Yihao sama sekali tidak memiliki catatan kriminal atau pekerjaan gelap di belakang punggung kaisar.
Sehingga orang-orang tidak menyalahkannya. Tapi tentang Qing Mao ini, masih menjadi perbincangan hangat. Orang-orang mulai berbincang pelan.
"Ya Tuhan ... Sejak kapan mereka bersama?"
"Bukankah dulu Qing Mao dikatakan sebagai pihak xiaosan? Apakah itu tidak benar?"
"Hei, ini lebih mengejutkan. Nu Qingge dari rumah perdana menteri keuangan Nu saja bahkan berselingkuh dengan putra mahkota karena dikatakan kesepian. Mungkin karena Raja Yi ada di barak militer sepanjang tahun. Sekarang mengejutkan lagi jika Raja Yi melindungi Qing Mao," kata pengunjung lain.
__ADS_1
"Mungkinkah ini balas dendam?"
"Siapa yang tahu?"