Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Hyou Datang


__ADS_3

PUTRI LAILAN tidak tahu harus menjawab seperti apa. Dia hanya menunjuk ke arah tebing dengan tangan gemetar. Walau Dong mei sudah berkata jika semuanya akan baik-baik saja, tapi dia merasa bersalah.


Kemudian, Dong Mei menjelaskan kronologi kejadiannya. An Daiyu yang baru saja tiba hampir menangkap semua informasi itu dan meminta penjaga bayangannya untuk mengecek ke bawah tebing.


Tanpa diduga, Gu Yihao sudah turun dari kuda dan melompat duluan.


"Hao Hao, kembali!"


An Daiyu ingin menghentikannya, tapi terlambat. Bahkan dua penjaga gelapnya sendiri, Xu Ran dan Xu Ren pun tertegun.


Tidak ada yang bisa mencegahnya. Kali ini, sosok Gu Yihao sudah tidak terlihat. Tebing ini cukup tinggi. Belum lagi ada bebatuan yang cukup tajam.


Saat ini, Fan Chen yang terluka cukup parah di punggungnya hanya bisa bergerak sedikit. Walaupun dia telah mencoba menahan besarnya benturan ketika jatuh, Qing mao masih terluka. Dahinya berdarah. Belum lagi memuntahkan dasar segar.


Fan Chen ingin menghampiri tuannya dan membawa dia ke sisi yang aman. Binatang buas bisa datang kapan saja dan tertarik pada bau darah segar.


Gadis itu masih memiliki kesadaran. Dia terbatuk dan memuntah seteguk darah segar lagi. Pandangannya agak kabur. Dia merasa jika punggungnya sakit. Serta kakinya yang kini tersangkuk di sebuah celah batu. Tidak bisa bergerak.


“Tuan ....” Fan Chen harus memastikan jika tuannya baik-baik saja. “Tuan, bagaimana kabarmu?” tanyanya.


“Kakiku tersangkut,” jawabnya.


“Bawahan tidak kompeten.” Pria itu menyalahkan diri sendiri karena gagal melindunginya.


“Bukan salahmu. Aku yang terlalu ceroboh.”


Dia tersenyum lemah. Tapi wajahnya sudah pucat. Dia bisa kehilangan kesadarannya kapan saja. Sayang sekali jika Hyou tidak ada di sini.


Di saat dia akan pingsan, sosok jangkung tiba-tiba datang dan menghampirinya dengan cepat. Serta dua bawahan An Daiyu yang juga membantu Fan Chen untuk naik ke atas.


Ketika Qing Mao melihat jika yang memanggilnya berulang kali itu adalah Gu Yihao, entah kenapa hatinya sedikit tenang. Dia pun pingsan.

__ADS_1


Gu Yihao gemetar saat melihat dahi gadis itu berdarah. Belum lagi muntah darah, ada cedera internal. Dan yang paling membuatnya takut, salah satu kaki Qing Mao tersangkut di sela bebatuan. Membuat dia harus berhati-hati mengeluarkannya. Untung saja kakinya hanya mengalami patah tulang, bukan kecacatan permanen.


Setelah Gu Yiao mengeluarkan kaki Qing Mao yang terjepit, dia membopongnya. Embusan angin yang cukup kuat tiba-tiba muncul, membuat dia mengerutkan kening.


Tak berapa lama, sosok laki-laki memakai jubah putih pun muncul di udara bebas. Ekspresi laki-laki yang diperkirakan berusia dua puluh tahun itu memanggil Qing mao dengan nada khawatir. Ketika keduanya saling menatap, sama-sama tertegun.


Gu Yihao adalah yang pertama menyipitkan mata di balik topengnya. “Siapa kamu?” tanya tanpa ada nada yang ramah.


Ia tahu jika di rumah gadis itu ada seorang laki-laki yang memiliki aura aneh. Tanpa diduga, laki-laki itu bisa melakukan teleportasi. Selain memiliki wajah yang tampan, Gu Yihao khawatir jika dia tinggal di rumah Qing Mao itu akan melakukan sesuatu yang buruk.


Bahkan Hyou sendiri merasa tidak menyangka akan bertemu dengan Gu Yihao di sini. Mungkin karena dia terlalu khawatir pada Qing Mao.


“Ini bukan waktu yang tepat bagimu untuk bertanya. Lebih baik selamatkan dia dulu. Energi gadis ini melemah.” Hyou menggelengkan kepalanya dan menunjukkan sikap yang bijak.


“Energi apa maksudmu?” tanya Gu Yihao.


“Jika kamu ingin tahu, maka selamatkan dia dulu. Aku yakin kamu juga mengetahui tentang cincin batu giok hijau.”


Jadi Gu Yihao hanya bisa membawa Qing Mao ke atas. Laki-laki itu mengikutinya dengan mudah. Ketika ketiganya muncul, Putri Lailan sudah berkeringat dingin. Dia melihat gadis itu berada dalam pangkuan Gu Yihao, terlihat pucat dan lemah.


"Kakak kesebelas, bagaimana dengan Qing Mao?" tanya Putri Lailan dengan ekspresi yang maish khawatir.


"Pingsan. Jangan Khawatir, dia akan baik-baik saja. Kita cari tempat yang aman untuk beristirahat," jawab Gu Yihao.


Dua penjaga gelap Gu Yihao segera mencari lokasi yang baik untuk beristirahat. Adapun Fan Chen, kini dipapah oleh Dong Mei. Dengan jalan tertatih, Fan Chen berkata jika dia tidak terlalu parah. Tapi Dong Mei tahu jika itu hanya untuk menenangkannya.


"Kamu bekerja dengan baik," kata Dong Mei sengaja menghiburnya. Dia tahu jika Fan Chen masih memiliki rasa bersalah.


"Aku tidak melindungi nona muda dengan baik." Pria itu menggelengkan kepalanya.


"Membuat nona muda masih hidup saja, itu beruntung. Jangan menyalahkan dirimu sendiri." Dong Mei menghiburnya.

__ADS_1


"Ya." Walaupun berkata demikian, Fan Chen masih khawatir.


Mereka semua menunggangi kuda dan mencari tempat atau gua untuk beristirahat. Dong Mei membantu Fan Chen. Karena dia seorang wanita, maka tidak tepat baginya untuk terlalu intim dengan lawan jenis. Karena itu, salah satu penjaga gelap Gu Yihao membantunya.


Putri Lailan juga berada satu kuda dengan An Daiyu karena masih syok dengan kecelakaan Qing Mao. Akhirnya, mereka menemukan sebuah gua.


Gu Yihao segera turun dengan mudah seraya membopong gadis itu. Ada Hyou yang mengikutinya untuk memberikan perawatan. Sementara yang lain disuruh untuk menunggu dan jangan membuat keributan.


"Namaku Hyou ... Penjaga cincin batu giok hijau," kata laki-laki berjubah putih itu dengan ekspresi lembut.


"..." Gu Yihao menyipitkan matanya dan memikirkan beberapa kemungkinan.


Cincin batu giok hijau bukanlah sesuatu yang biasa. Bahkan memiliki efek magis yang sebenarnya tidak diketahui oleh Gu Yihao. Oleh karena itu, Hyou tampaknya memiliki rencana dan tanduk iblis mungkin muncul di kepalanya.


Ini kesempatan yang baik baginya untuk membuat pasangan alami itu bersatu. Walaupun Hyou menunjukkan ekspresi ramah, tapi hatinya diam-diam menyeringai.


Seandainya Qing Mao sadarkan diri dan mengetahui isi pikiran laki-laki itu, mungkin Hyou akan puasa makan olahan udang.


"Sungguh menyedihkan. Bagaimana rasanya dikhianati seseorang yang kamu sukai? Bahkan gadis yang benar-benar peduli padamu telah menderita seorang diri selama ini." Hyou sengaja memancingnya.


Dia tahu Qing Mao tidak akan setuju jika Hyou mengatakan hal tersebut. Karena bukan Qing Mao sendiri yang mengalami hal ini, melainkan takdir cincin batu giok hijau.


Ekspresi Gu Yihao agak kaku ketika hal ini dibahas. Dia tahu semuanya salah. Dia salah memilih orang. Bahkan takdirnya sendiri telah terkubur. Sekarang, ia tahu segalanya. Tentu saja semuanya akan berubah.


"Aku akan melindunginya mulai sekarang," katanya bertekad.


"Heh! Tidak mudah untuk mendapatkan gadis ini kembali. Dia masih peduli padamu dan mungkin memiliki rasa suka. Tapi hatinya sudah berkata jika tidak mungkin kembali lagi. Hanya saja dia belum tahu jika kamu memiliki cincin batu giok merah." Hyou menjelaskan agar Gu Yihao mengerti apa maksudnya.


Laki-laki itu mengeluarkan kotak obat, lalu meminta Gu Yihao untuk membersihkan darah di dahi Qing Mao akibat benturan ringan. Kaki gadis itu juga sedikit mengalami masalah tulang, tapi tidak terlalu serius.


"Jika dia tahu aku adalah pemilik cincin batu giok merah, bisakah dia menerimaku?" tanya Fu Yihao sedikit ragu-ragu untuk mengkonfirmasi ini dari Hyou.

__ADS_1


__ADS_2