Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Dua Saudari Saling Menampar


__ADS_3

SELIR KEKAISARAN Yi tidak berniat membawa putrinya ke aula istana karena khawatir akan memengaruhinya juga. Tidak apa-apa jika semua kesalahan jatuh padanya tapi anak-anak nya harus selamat.


Dia percaya jika Kaisar Gu tidak akan terlalu keras pada putra-putri yang lahir di istana. Semuanya adalah darah daging sendiri.


"Jangan membuat masalah lagi di luar. Urusan kakakmu sudah merepotkan saat ini," kata Selir Kekaisaran Yi memberinya nasihat.


"Aku tahu." Setelah itu, Putri Yu Yang meninggalkan halaman istana dingin dengan ekspresi tenang agar tidak ada yang curiga.


Dia juga membawa keranjang kosong. Awalnya dia mengunjungi ibunya dengan alasan membawakan makanan sebagai bakti, tapi sebenarnya hanya untuk bisa menceritakan masalah di istana saat ini.


Para pelayan hanya akan mengira dia berbincang-bincang dengan ibunya sambil makan, namun sebenarnya merencanakan sesuatu yang lain.


Putri Yu Yang meninggalkan istana dan berniat untuk menemukan Putri Lailan. Tapi kebetulan dia tak sengaja melihat Putri Lailan yang tersenyum senang hari ini. Ada juga gadis di sampingnya.


Qing Mao!


Gadis yang telah menjadi bahan ejekan di ibu kota di masa lalu kini berjalan sejajar dengan Putri Lailan, masih tidak memiliki beban di senyumnya.


Putri Yu Yang menyimpan kegilaan di matanya dan segera turun dari kereta, berjalan menghampiri mereka yang kini berada di sebuah perahu.


Sementara itu, di sisi lain juga, Qing Mao sangat sensitif dengan tatapan orang lain dan menemukan di mana sumber tatapan ganas itu. Putri Yu Yang datang.


Dia menyikut Putri Lailan dan memintanya untuk melihat ke sisi lain.


"Ah, Yu Yang? Kenapa dia di sini?" gumam Putri Lailan.


"Apapun tujuannya, jelas tidak baik. Ibu dan saudaranya bermasalah dan kini dia tidak didamaikan," jawab Qing Mao.


"Humph! Kamu benar. Aku ingin tahu apa yang akan di katakan hari di depan banyak orang," ujar Putri Lailan.

__ADS_1


Yang menaiki perahu bukan hanya Qing Mao dan Putri Lailan, tapi beberapa pengunjung bangsawan juga ikut menikmati pemandangan. Putri Lailan memiliki empat penjaga yang mengawasi.


Sedangkan Qing Mao hanya diawasi oleh Fan Chen dan Dong Mei dari kegelapan. Jika ada sesuatu terjadi, keduanya akan muncul.


Putri Yu Yang segera ikut naik dan bahkan mendorong pengunjung lain tanpa pandang bulu. Dia langsung melangkah lebar ke arah Putri Lailan dan mengangkat tangan, menamparnya.


Adegan itu terjadi begitu cepat hingga pengunjung langsung terkejut. Qing Mao juga tidak menyangka bahwa Putri Yu Yang akan bertindak agresif di depan semua orang tanpa mengkhawatirkan citranya sendiri.


Untungnya Qing Mao segera menahan tubuh Putri Lailan yang terhuyung sedikit dan menstabilkan diri.


"Lailan! Kamu pasti senang bukan? Kamu pasti senang melihatku menderita!! Percaya atau tidak, aku akan membunuhmu hari ini!" teriak Putri Yu Yang yang kehilangan kendali. Tamparan itu rasanya kurang saat ini dan ingin memukulnya lagi.


Putri Lailan menyentuh pipinya yang ditampar Putri Yu Yang dan menatapnya tak percaya. Oke, dia tahu Putri Yu Yang pemarah dan selalu bertindak kasar diam-diam tapi tidak akan menyangka akan menamparnya.


Kualifikasi apa?!


Dia adalah seorang putri yang lahir dari permaisuri sedangkan Putri Yu Yang hanyalah anak selir kehormatan. Meski posisi ibu Putri Yu Yang tidak kecil, namun selir tetaplah selir.


Melihat jika Putri Yu Yang mengangkat tangan untuk menampar lagi, Qing Mao ingin maju dan mengambilnya tindakan. Tapi kali ini Putri Lailan mewakili wajahnya sendiri dan langsung menampar Putri Yu Yang tanpa hambatan.


Dia lembut dan ceria di hari kerja tapi jangan meremehkan, meski dia tumbuh di bawah pengasuhan permaisuri, Putri Lailan masih tahu cara melindungi diri sendiri dan melawan manusia yang tak sebaik seekor anjing.


Tamparan yang diberikan Putri Lailan pada Putri Yu Yang jauh lebih keras hingga Putri Yu Yang sendiri jatuh ke samping.


Orang-orang di atas perahu langsung mundur diam-diam, khawatir akan terciprat air kotor dan dihukum oleh istana.


"Yu Yang! Bagus sekali. Kamu akhirnya menunjukkan wajah aslimu hari ini?" cibir Putri Lailan. "Jika kamu ingin menyalahkan, salahkan ibu dan saudaramu. Kenapa mereka begitu bodoh? Ibumu meracuni saudara kesebelas. Saudaramu juga menyuap orang kepercayaan saudara kesebelas di barak militer hingga kalah perang! Lalu ada apa datang padaku untuk menyalahkan? Apakah otakmu dimakan anjing?" ejeknya.


Orang-orang di sekitar perahu mulai gempar. Beberapa rahasia istana yang tidak bocor kini dikatakan oleh Putri Lailan dan seharusnya bukan lagi rumor.

__ADS_1


Ekspresi Putri Yu Yang terdistorsi dan menatap Putri Lailan dengan ganas. "Kamu— apa yang kamu katakan?! Saudara dan ibuku bukan orang seperti itu. Jelas ibuku dijebak dan saudaraku juga dijebak oleh saudara kesebelas!" sangkalnya.


Tapi Putri Lailan sudah lelah berpura-pura sebagai saudari yang baik bagi Putri Yu Yang dan mulai tertawa seolah-olah menonton lelucon ironis.


"Haruskah aku memberi tahu berapa banyak kejahatan yang kamu lakukan?" tanyanya tenang.


Qing Mao di sampingnya tidak mengatakan apa-apa. Kali ini Putri Lailan tidak selembut sebelumnya dan mulai menunjukkan cakar dan gigi tajam. Kelinci yang terpojok pada akhirnya juga akan menggigit.


Putri Lailan sama sekali tidak takut pada Putri Yu Yang yang memberikan tatapan ganas.


"Kamu meracuniku melalui makanan agar aku terlihat menua lebih awal hanya karena cemburu pada kecantikanku? Lalu, kamu juga menggunakan obat untuk merangsang para binatang buas di hutan perburuan hanya untuk membunuhku! Bukan hanya itu, kamu juga sengaja berkolusi dengan Nu Qingge untuk menyebarkan reputasi buruk tentang Mao Mao. Dan masih banyak lagi. Maukah kamu mendengarnya?" teriak Putri Lailan sangat lancar.


Putri Lailan tak akan pernah lupa tentang apa saja yang dilakukan Putri Yu Yang padanya selama ini. Biarkan semua orang tahu kelakuannya yang melanggar aturan istana. Itu sudah cukup untuk membuatnya dipenjara atau kehilangan status putrinya.


Adapun Putri Yu Yang mendengarkan semua ini, kegilaan di matanya tak bisa disembunyikan lagi dan dia berteriak, mengakui semuanya tanpa pikir panjang.


Lalu dia tertawa dan bangkit, mendorong Putri Lailan. "Karena kamu tahu itu, jadi apa? Kenapa kamu tidak menjadi tua dan kulitmu masih sehat? Kenapa kamu tidak mati?! Pada akhirnya kenapa aku harus menanggung semuanya?!!"


Putri Lailan kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh ke sungai luas yang cukup dalam. Orang-orang berseru panik saat melihat adegan itu menjadi semakin tak terkendali.


"Lailan!" Qing Mao tidak sempat mengambil tindakan pencegahan dan hendak melompat untuk menyelamatkan Putri Lailan yang tidak pandai berenang.


"Tolong ... Tolong aku!" Putri Lailan berteriak panik. Dia bersumpah untuk membuat Putri Yu Yang membalasnya di masa depan.


Tapi sosok jangkung baru saja menahan pundaknya. Akhirnya seseorang dengan cepat melompat ke sungai dan menyelamatkan Putri Lailan yang tersedak air.


Qing Mao terkejut ketika melihat siapa yang menyelamatkan Putri Lailan.


...****************...

__ADS_1


CATATAN PENULIS: Siapa yang menyelamatkan Putri Lailan kira-kira? Ada yang bisa menebaknya?


__ADS_2