
PENJAGA GELAP yang ditugaskan untuk mencari tahu penyebab kebakaran pun ragu-ragu dan menggelengkan kepala. Mereka melaporkan segalanya dengan jujur dan menyerah untuk menggali sudut orang lain. Tidak ada bukti yang jelas.
Intinya, kebakaran itu hanya dipicu dari dapur. Namun api yang cepat menyebar semalam memang mencurigakan. Mereka menduga jika semua ini ada hubungannya dengan seseorang yang memiliki kemampuan spiritual tipe api. Tapi belum yakin. Ini hanya tebakan.
Gu Wenlian semakin marah dan memecahkan cangkir tehnya lalu berdiri dengan napas sedikit terengah-engah.
"Tidak berguna!" geramnya.
Tatapan matanya tajam dan tubuhnya memancarkan aura kemarahan. Ketika dia marah, pikirannya sedikit kacau. Dia berpikir lagi dan mengingat-ingat dari mana awal mula semua masalah ini muncul.
Mulai dari seseorang yang tahu apa saja yang ada di belakangnya serta beberapa pekerjaan diam-diam di belakang punggung kaisar. Bukan hanya itu, pihak lain juga tahu jika dirinya memiliki rumah bordil.
"Lalu bagaimana keadaan di rumah bordil saat ini?" tanyanya pelan.
"Ini ... Tuan muda An tidak puas dengan beberapa gadis di sana. Dan seorang laki-laki yang dibawanya juga bukan lampu hemat bakar," jelas salah satu bawahannya.
"An Daiyu?" gumamnya.
Bukankah pria berpakaian merah itu adalah temannya Gu Yihao? Mungkinkah Gu Yihao tahu sesuatu tentang rumah bordil yang didirikannya.
"Siapa yang satunya lagi?" tanyanya penasaran.
"Kami tidak tahu siapa pihak lain. Tapi tampaknya berasal dari rumah nona Qing."
"Orang-orangnya Qing Mao?" gumam Gu Wenlian lagi.
Benar saja, kedua orang itu bukan hal yang baik. Dia harus memikirkan cara untuk membuat serangan balik. Tapi ... Ketika dia teringat dengan wajah Qing Mao yang cantik, Gu Wenlian tidak ingin melukainya. Gadis itu sudah tak terlihat sejak tiga tahun lalu dan kini muncul di samping Gu Yihao.
Tampaknya ada cerita di balik pertemuan mereka. Bukankah dulu Gu Yihao begitu tak menyukai Qing Mao dan memilih bertunangan dengan Nu Qingge?
Lalu ... Mungkinkah Gu Yihao berubah pikiran kali ini?
__ADS_1
"Lalu apa kabarnya keluarga Nu?" tanyanya tidak sabar, duduk kembali dan mengambil cangkir baru untuk menuangkan teh hangat.
"Masih sama seperti sebelumnya."
"Sungguh tidak berguna." Gu Wenlian menuangkan secangkir teh dan menyesapnya sampai habis. "Apa yang terjadi kali ini?"
"Banyak rumor beredar tentang nona Qingge sehingga membuat keluarga perdana menteri keuangan Nu memilih untuk menutupi masalah tersebut dan mengurung nona muda di halamannya. Rumor ini masih hangat."
Bawahannya tidak bisa mengatakan banyak hal yang akan membuat putra mahkota marah sehingga memilah beberapa kalimat yang cukup untuk menggambarkan situasi saat ini.
Gu Wenlian adalah pecinta kecantikan tapi kekuasaan keluarga wanita yang baik juga penting untuk karier masa depannya. Keluarga Nu telah dipilih secara hati-hati olehnya dan juga ibu selir. Tidak mungkin ada kesalahan.
Sekarang keluarga Nu kacau, siapa yang harus disalahkan. Tidak mudah untuk memutuskan hubungan begitu saja apalagi Nu Qingge sekarang adalah tunangannya. Memikirkan masalah ini, Gu Wenlian merasa sakit kepala.
Dia ingin menemui ibunya tapi diperhatikan oleh Kaisar Gu. Jadi sekarang dia hanya bisa menahan diri.
Sementara untuk Qing Mao, meski keluarga besar Qing telah musnah, tapi kemuliaannya masih ada. Token bebas kematian di tangan gadis itu adalah modal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seperti hari-hari biasanya, Qing Mao tidak terpengaruh oleh berita yang sedang hangat diperbincangkan. Nu Qingge enggan untuk keluar rumah setelah keguguran dan putra mahkota dikabarkan akan mengakhiri kontrak pertunangan tersebut. Tidak pasti apakah itu benar atau tidak, namun Qing Mao tidak peduli.
Belum lagi Qing Mao juga memiliki banyak perubahan selama ini, terhitung sejak dia bangun dari keadaan pingsannya di rumah wakil jenderal Pei. Adapun Gu Yihao yang sesekali akan menghilang selama beberapa hari, pasti kembali dengan banyak hal di tubuhnya, entah itu luka atau pun barang berharga.
Hingga, beberapa bulan pun berlalu ….
Ini sudah memasuki musim gugur, cuaca sedikit dingin. Qing Mao yang sedang membaca buku obat herbal di gazebo pun melihat sekilas ke salah satu pohon bunga persik yang telah gundul. Dia menghela napas dan menutup buku sebelum akhirnya kembali ke dalam rumah.
“Hyou, apakah kamu tahu ke mana dia pergi?” tanya Qing Mao saat melihat Hyou yang telah tumbuh tinggi kini sedang menyajikan semua hidangan untuk makan siang.
“Tidak, dia mungkin sibuk. Jangan khawatir, kekasihmu itu tidak akan lari dari takdirnya,” jawab Hyou sekenanya.
__ADS_1
Qing Mao memerah dan segera berbalik memunggunginya. “Ehem! Aku tidak bermaksud begitu!”
Setelah berkata demikian, dia memilih pergi ke lantai dua untuk menghilangkan kecanggungannya. Siapa yang menjadikan pria itu kekasihnya, Gu Yihao adalah suaminya di semua kehidupan sebelumnya. Hanya saja dia hampir melupakan jika saat ini baik Gu Yihao maupun Hyou belum tahu jika ingatannya sudah pulih.
Selain itu juga, Qing Mao juga telah mencari keberadaan pemilik cincin batu giok putih, tapi belum ada hasil. Entah itu karena tidak ada di negara ini atau berada di negara tetangga. Siapa yang tahu bukan?
Di saat Hyou sedang menyiapkan makan malam, Qing Mao pergi ke ruang artefak cincin batu giok hijau. Dia muncul di dekat danau dan pergi ke sebuah rumah sederhana yang di dalamnya merupakan koleksi buku-buku kuno yang sudah lama sekali disimpan.
Dia mencoba mencari sesuatu yang mungkin berhubungan dengan artefak cincin batu giok yang melegenda itu. Namun Qing Mao tidak memiliki banyak waktu. Dia hanya mengambil beberapa buku acak yang berhubungan dengan cincjn batu giok dan membawanya ke luar ruang artefak.
Agar Hyou tidak mengetahuinya, dia menyimpan buku-buku itu di laci meja nakas. Meski Hyou tahu sekalipun, Qing Mao memiliki beberapa alasan yang cocok untuknya.
Ketika Hyou memanggilnya untuk makan malam, Qing Mao pergi ke ruang makan dan menikmati hidangan yang disajikan. Hyou masih berdiri dengan tenang seraya melepaskan sarung tangan putih yang selalu menemaninya sehari-hari.
"Bagaimana keadaan ibu kota saat ini?" tanya Qing Mao.
"Tidak ada masalah besar. Apakah kamu mengkhawatirkan keluarga Nu?"
Qing Mao mengerutkan kening dan mencibir, "Kenapa aku mengkhawatirkannya?"
"Bukankah akhir-akhir ini Nu Qingge merepotkanmu di mana-mana?"
"Oh, gadis itu sudah berani keluar rumah untuk mencari pelecehan. Setelah Gu Wenlian memutuskan pertunangan, dia semakin gila," kata Qing Mao seraya memikirkan masalah beberapa hari yang lalu.
Gu Wenlian menarik kembali pertunangannya dengan Nu Qingge karena keburukannya di mana-mana. Beberapa bulan lalu, gadis itu keguguran, sekarang, rumor tentang bermain dengan beberapa pria juga menyebar. Tentu saja ... masalah ini tidak akan lepas dari hasil Qing Mao sendiri.
Belum lagi, Gu Wenlian menyukai Qing Mao saat ini dan ingin merebut dari Gu Yihao. Metodenya sama seperti merebut Nu Qingge dari tangan Gu Yihao tahun itu.
Qing Mao adalah mantan anggota resimen bayaran kuno dan dendam yang tak terbayarkan pasti akan menjadi pikirannya. Karena dia telah pindah ke zaman ini ... maka jangan salahkan dia untuk membunuh musuh perlahan-lahan.
Melihat senyumnya yang mirip iblis dalam kegelapan, Hyou merinding di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
"..." Apakah gadis itu benar-benar manusia? Pikirnya.