Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Canggung Di Pagi Hari


__ADS_3

QING MAO memakai jubah mandi dan menggelung rambut basahnya dengan handuk. Setelah menyegarkan diri, dia keluar kamar mandi dan melihat beberapa perubahan di kamarnya. Selimut, sprei dan sarung bantal sudah diganti dengan yang baru. Gu Yihao yang melakukannya.


Lalu gorden dan jendelanya dibuka sehingga udara segar bisa masuk. Semuanya terlihat seperti aktivitas ambigu semalam tidak pernah terjadi. Kemudian Qing Mao juga melihat Gu Yihao sudah berdiri di depan lemari dan terlihat sedang memilih pakaian untuknya?


"Gu Yihao ... Apa yang kamu lakukan?" tanyanya dengan wajah menggelap. Pria itu apakah berani menyentuh pakaiannya?


"Hari ini kamu akan pergi ke rumah wakil jenderal Pei. Raja ini akan ikut denganmu," jawabnya.


"Apakah kamu tidak menyibukkan diri?"


"Raja ini menyibukkan diri dengan kekasihnya." Gu Yihao tersenyum kecil, sangat percaya diri.


Qing Mao menghentakkan kakinya. "Siapa kekasihmu?!" ejeknya.


"Tentu saja Mao'er," jawab Gu Yihao tanpa rasa bersalah.


Pria itu mengambil sebuah biru muda yang tidak terlalu mencolok. Karena potongan lengannya pendek, dia juga mengambil jubah wanita yang terlihat lebih elegan. Selaras dengan warna gaunnya. Tentu saja Gu Yihao tidak akan membiarkan Qing Mao menggunakan pakaian yang terlalu mencolok agar tidak membuat orang-orang memperhatikannya.


Gu Yihao akui jika kecemburuannya semakin meningkat setelah kejadian semalam. Setelah memilih gaun untuk gadis itu, dia akhirnya pergi ke kamar mandi.


"Jangan menggantinya. Gaun itu cocok untuk dikenakan olehmu hari ini," katanya. Nadanya jarang lebih lembut daripada hari-hari biasanya.


Melihat pria jangkung tak tahu malu itu pergi ke kamar mandi, Qing Mao linglung di tempat dan melihat gaun yang ada di tangannya. Seharusnya dia marah bukan? Tapi kenapa ini sangat menyenangkan hatinya? Apa yang terjadi?

__ADS_1


Meski Qing Mao kebingungan dengan segala mimpi aneh semalam dan senyum Gu Yihao yang terlihat familiar, dia masih mengenakan gaunnya. Lalu memakai jubah dan mengeringkan rambut dengan ilmu tenaga dalam. Tidak lupa juga mengoleskan vitamin rambut sehingga helaian rambutnya menjadi lebih lembut dan berkilau alami.


Dia ingat juga Gu Yihao tidak memiliki pakaian ganti di rumah ini dan segera pergi ke ruang cincin batu giok hijau untuk menjelajahi beberapa ruangan kosong. Qing Mao tidak tahu kenapa ada banyak pakaian pria di dalam cincin ruang batu giok hijau ini dan belum bertanya pada Hyou.


Tapi melihat beberapa set pakaian pria kuno di dalam kotak khusus, dia mengambil salah satu set pakaian warna gelap yang cocok dipakai pria itu. Tak lupa juga dengan zaoshan-nya yang memiliki corak ular piton.


Keluar dari ruang cincin batu giok hijau, Qing Mao menyimpan pakaian itu di ranjang dan berkata di depan pintu kamar mandi jika pakaian gantinya sudah disediakan. Ada jawabannya samar dari dalam dan gadis itu pun keluar untuk menuju ruang makan.


Hyou dan para pelayan sudah menyiapkan banyak sarapan. Senyum mereka lebih mencurigakan hari ini yang membuat Qing Mao kebingungan. Ada sup sarang burung walet di depannya dan juga beberapa hidangan yang mengandung tonik lainnya.


Memikirkan apa yang terjadi semalam, Qing Mao mungkin tahu apa maksud mereka. Ini semua pasti gara-gara Hyou. Menatap laki-laki berjubah putih itu, Qing Mao terlihat memberinya peringatan. Tapi Hyou hanya terbatuk ringan dan tersenyum seolah-olah tidak tahu apa-apa.


"Nah, Tuanku ... Ini bagus untuk kesehatan," katanya lagi-lagi terbatuk kecil.


"Kamu tahu semalam, kenapa tidak menolongku?" tanya gadis itu sangat tidak puas.


Mendengarkan itu, Qing Mao merasa tercekik dan tidak tahu harus berkata apa. Yang pasti Hyou ini disengaja. Dia makan sup sarang burung walet lebih dulu sambil menunggu Gu Yihao selesai mandi. Hanya kurang dari lima belas menit, pria itu sudah turun dengan pakaian yang diletakkan Qing Mao sebelumnya.


Entah kenapa, Gu Yihao terlihat lebih bahagia pagi ini dan memperhatikan pakaiannya yang terlihat lebih pas. Qing Mao tidak tahu apa yang membuat pria itu begitu bahagia.


"Mao'er ... Dari mana kamu mendapatkan pakaian ini?" tanya Gu Yihao tanpa perlu menunggu Qing Mao berbicara lebih dulu.


Qing Mao yang baru saja menghabiskan sup srang burung waletnya pun berkedip bingung. "Dari ruang cincin batu giok hijau. Ada apa? Apakah kamu tahu sesuatu?" tanyanya.

__ADS_1


"Tentu saja. Ini pakaian lamaku di zaman itu," jawab Gu Yihao langsung duduk di sampingnya.


"Pakaianmu di zaman itu? Apa maksudmu?" Qing Mao semakin kebingungan.


Gu Yihao sedikit terdiam untuk waktu yang cukup lama kemudian tersenyum lemah. Dia menggelengkan kepala. "Mao'er akan tahu jika saatnya tiba," jawabnya lagi.


Qing Mao selalu menduga jika Gu Yihao maupun Hyou menyembunyikan sesuatu darinya selalu berkata bahwa suatu hari nanti dia akan tahu, ini belum waktunya untuk tahu dan takdir belum datang. Segala jenis alasan itu memperkuat dirinya untuk mencari tahu.


Hanya saja hari ini dia dan Gu Yihao akan pergi ke kediaman wakil jenderal Pei untuk bertemu dengan Nyonya Pei.


Setelah sarapan, Gu Yihao sudah menyiapkan kereta mahalnya yang baru saja tiba. Biarkan orang lain berpikir jika dirinya dtaang ke rumah Qing Mao untuk menjemputnya.


Jika hubungan Gu Yihao dan Qing Mao semakin baik, maka berbeda lagi dengan kondisi Nu Qingge dan Gu Wenlian.


Istana Kekaisaran digemparkan dengan istana Gu Wenlian yang terbakar semalam serta desas-desus tentang kutukan keluarga Nu. Karena kejadian ini, Nu Qingge mendapatkan tamparan dari ayahnya. Sebagai perdana menteri keuangan, Nu Zhengming secara alami suka dengan wajah baiknya di istana.


Tapi pagi ini saat dia pergi ke istana untuk bekerja lagi, semua perdana menteri yang ahdir berbisik tentang desas-desus itu dan sangat menyayangkan keluarga Nu. Mereka berpikir jika kasus kebakaran dapur yang hampir melahap setengah bangunan istana Gu Wenlian itu ada kaitannya dengan keluarga Nu.


Terutama Nu Qingge yang berita kegugurannya belum mereda sejak awal. Gadis itu sudah kehilangan kepolosannya sejak awal dan memiliki rumor buruk tentang bermain dengan dua pria di malam pertunangannya waktu itu.


Nu Zhengming merasa jika putri nya yang baik ini mulai mengalami banyak kesialan sejak memutuskan hubungan dengan pangeran kesebelas—Gu Yihao. Dia merasa tidak beruntung di mana-mana belum lagi kaisar juga mencurigainya berkolusi untuk mendapatkan keuntungan di masa depan melalui putra mahkota yang statusnya tertahan.


Orang yang diuntungkan dalam masalah ini tentu saja adalah Gu Huiling. Pria itu tidak pergi ke tempat yang akan dicurigai oleh siapapun dan sangat patuh berada di rumahnya sambil mengurus bisnis.

__ADS_1


Gu Huiling memiliki bisnis dagang yang besar di ibu kota dan beberapa barang dagangnya yang berasal dari berbagai negara juga laku keras di Negara Quentian.


"Lalu bagaimana dengan keadaan istana pangeran kesembilan saat ini?" tanyanya seraya memegang cangkir tehnya yang sudah kosong.


__ADS_2