Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Berdiskusi Dengan An Daiyu


__ADS_3

GU YIHAO kembal ke istananya dan mulai membaca buku usang yang diberikan kaisar. Lalu memikirkan kembali tentang pensiunan kaisar di masa lalu. Kakeknya tahu banyak bahkan tentang Qing Mao. Jika kakeknya masih hidup, mungkin Qing Mao masih dalam perlindungan kakeknya bukan?


Sekarang, dia harus bisa menjaga Qing Mao dengan baik dan mencari cara untuk berurusan dengan Gu Wei. Ketika dia sedang memikirkan masalah tersebut, pelayan mengetuk pintu kamarnya dan memberi tahu Gu Yihao jika An Daiyu datang berkunjung untuk membahas sesuatu.


“Bawa tamu ke ruang depan. Aku akan ke sana sebentar lagi.” Gu Yihao menutup buku usang tersebut dan menyimpannya dengan hati-hati di suatu tempat.


Pelayan pun pergi untuk menyampaikan pesan. Sedangkan Gu Yihao memikirkan sesuatu dan mengembalikan penampilannya yang biasa. Mereka tidak tahu jika dirinya adalah penguasa benua Quentian sehingga identitas tersebut tidak mungkin diberitahukan kepada mereka.


Tak berapa lama, Gu Yihao pergi ke ruang tamu dan melihat jika An Daiyu dengan wajah seriusnya. Tak lupa juga kipas lipat yang selalu dibawanya ke mana-mana.


“Hao Hao, akhirnya kamu datang. Aku pikir kamu tidak ingin bertemu denganku hari ini,” kata An Daiyu seraya menunjukkan senyum manisnya yang membuat wanita mana pun akan tergoda. Tapi di mana Gu Yihao, senyum orang itu agak menjijikkan.


Gu Yihao mencibir dan duduk di seberangnya. Pelayan datang seraya menyajikan dua cangkir teh serta teko porselen berpola bunga sakura biru. Lalu segera pergi. Gu Yihao menyesap tehnya dan tidak berkata apa-apa lagi. An Daiyu juga pria yang pintar sehingga segera memberi tahu tujuannya datang ke Istana Raja Yi .


“Ada apa?” tanya Gu Yihao.


“Ini masalahnya. Aku dengar kamu sedang mencari tahu tentang Gu Wei?” tanya An Daiyu. “Kaisar terlihat sedikit bersedih saat ini.”


“Apa yang kamu tahu? Bantu aku?” tebak Gu Yihao masih memiliki nada yang baik namun sedingin biasanya.


“Aku khawatir kamu tidak mendapatkan gadis itu dengan baik jadi bantulah,” jawabnya ringan namun membuat Gu Yihao curiga.

__ADS_1


Melihat tampang pria itu tidak bahagia, An Daiyu segera tersenyum apa adanya dan buru-buru berkata dengan bahasa yang baik. “Maksudku, putri Lailan sangat cemas dengan hubunganmu dan Qing Mao. Kali ini dia sengaja memanggilku untuk bertanya perkembangan hubungan kalian.”


“Benar. Bukankah Lailan dan Mao’er dekat satu sama lain?” tebak Gu Yihao.


Dia tahu tentang hubungan pertemanan keduanya. Permaisuri juga menyukai Qing Mao, namun sejak kejadian empat tahun lalu, semuanya berubah. Lagi-lagi ini disebabkan oleh dirinya. Meski Gu Yihao tahu jika Nu Qingge dan Gu Wenlian adalah dalang di balik layar, ia merasa tidak berdaya dan rapuh.


Pada akhirnya, dia hampir lupa masalah ini dan harus segera menyelesaikannya. Kemudian Gu Yihao memandang An Daiyu dengan sepenuh hati dan memikirkan sesuatu. Orang yang ditatap merasa berbulu di hatinya, curiga jika hari ini dia tak akan memiliki hari yang damai.


“Ada apa? Jangan menatapku seperti itu.” An Daiyu tidak sabar dan sedikit merinding. “Aku tahu keduanya memiliki persahabatan yang baik jadi wajar jika putri Lailan mengkhawatirkan Qing Mao. Lalu …”


Saat An Daiyu ingin mengatakan sesuatu, Gu Yihao menukasnya dengan santai. “Biarkan kamu sibuk dengan rumah lelang dan buat acara pelelangan besar.”


“...” Hah? Hanya itu? Pikir An Daiyu sedikit tidak memahami tujuannya.


“Kamu ingin memulai sekarang? Apakah begitu mendesak?”


“Ini tidak ada hubungannya dengan itu. Hanya saja aku akan sedikit sibuk ke depannya hingga tak memiliki alasan untuk bersantai mengatasi pergerakan pihak mereka. Walaupun Selir Kehormatan Yi dikunci di istana dingin, jangan lupa jika dia berasal dari negara tetangga. Keluarganya tidak akan senang saat tahu jika putri mereka yang kini merupakan selir yang dihormati dipindahkan ke istana dingin bukan?” Gu Yihao menjelaskan perlahan.


“Yah, ini memang benar. Tapi apa tujuanmu?” An Daiyu masih bingung.


“Memberikan kesempatan pada Gu Huiling untuk menjadi calon kaisar.”

__ADS_1


An Daiyu terkejut dan tidak bisa berkata-kata untuk sementara waktu. Ia tidak menduga jika Gu Yihao akan segera membuat keputusan seperti itu di belakang punggung kaisar. Ia datang bukan hanya untuk menanyakan kabar hubungan Gu Yihao dengan Qing Mao seperti kata Putri Lailan, tapi juga ingin tahu kenapa Gu Yihao mencari masa lalu tentang Gu Wei. Pasti ada sesuatu yang tidak diketahuinya sejak awal.


Gu Huiling telah bergerak diam-diam di balik layar sejak lama dan tidak menunjukkan sedikit pun perasaan rakus akan kekuasaan. Berbeda dengan Gu Wenlian sebagai anak Selir Kehormatan Yi. Belum lagi Putri Yu Yang juga menyakiti Putri Lailan secara sengaja dengan menggunakan racun penuaan dini serta penyebab kecelakaan di hutan perburuan beberapa waktu lalu.


Saat ini, Putri Lailan bisa dikatakan sebagai putri mahkota dan akan memiliki pernikahan yang baik di masa depan. Bagaimana mungkin pihak lain merasa bahagia bukan?


“Tampaknya negara tidak akan terlalu damai di masa depan.” An Daiyu menghela napas pasrah dan segera menyetujui apa yang diinginkan Gu Yihao. “Jadi, kamu benar-benar mencari tahu tentang Gu Wei, makhluk jahat itu?”


“Iya. Aku sangat mengkhawatirkan Mao’er sehingga ingin mengatasi masalah sedini mungkin sebelum terlambat.” Gu Yihao kembali menyesap tehnya.


“Namanya benar-benar sama dengan marga Gu kekaisaranmu. Apakah ada hubungannya dengan darah keluarga?”


“Tidak. Hanya saja Gu Wei telah ada di keluarga Gu sejak awal sehingga memiliki nama marga yang sama.” Gu Yihao tidak tahu pasti tentang ini yang jelas itu benar adanya sejak zaman kultivator berjaya.


Sehingga mau tidak mau, Gu Yihao harus mengakui jika Gu Wei ini jelas lampu hemat bakar, musuhnya dan harus dihilangkan. Cincin batu giok hitam tampaknya harus segera dihancurkan untuk menghilangkan momok tersebut. Gu Yihao tidak bisa kalah seperti di kehidupan sebelumnya. Kali ini dia harus menghancurkan Gu Wei dengan baik. Jika tidak, maka semuanya akan hilang seperti dulu.


An Daiyu merasa ini semua sangat aneh. Ia merasa jika Gu Yihao memiliki aura berbeda yang berbeda dan tersembunyi. Ia hampir mengira jika pria di depannya ini bukan Gu Yihao.


“Baiklah, aku tidak memiliki hal yang harus disampaikan lagi padamu. Namun untuk pelelangan besar ini, aku tidak tahu apakah kamu punya pendapat?” An Daiyu bangkit dari duduknya dan berniat untuk pergi.


Melihat dari ekspresi Gu Yihao, seharusnya ada sesuatu yang sedang dipikirkan pria itu. Ia tak mau mengganggu pikirannya.

__ADS_1


"Hei, aku benar-benar bisa membantumu. Katakan saja," kata An Daiyu sangat percaya diri.


"Oh?"


__ADS_2