
FAN CHEN yang tengah berlutut di lantai pun segera mengiyakan dengan rendah hati dan pergi setelah menerima perintah. Sementara Dong Mei masih menjaga di luar, menunggu rekannya itu kembali.
Qing Mao hanya memiliki sepuluh penjaga rahasia. Fan Chen dan Dong Mei adalah ketua dan sisanya merupakan anggota terlatih. Sementara untuk penjaga gelap, hanya Hyou yang tahu berapa banyak orang di rumah ini. Tiba-tiba saja dia menyeberang ke dunia kuno ini dan menjadi gadis berusia lima belas tahun. Belum lagi memegang identitas lain, nama yang sama tapi berbeda dari segi mana pun.
Ini semua harus menyalahkan cincin batu giok hijau. Omong-omong tentang cincin, Qing Mao penasaran dengan tiga cincin lainnya. Terutama cincin batu giok hitam dan cincin batu giok putih. Adapun cincin batu giok merah yang ada pada Gu Yihao, dia bisa menanyakannya pada pria itu nanti. Apa rahasia yang ada keempat cincin tersebut?
Selama Qing Mao memikirkan ini, waktu dengan cepat berlalu.
“Mao’er … apakah kamu ada di sana?” Suara Gu Yihao dari kamar mandi terdengar menyegarkan.
Qing Mao yang duduk seraya memikirkan hal lain pun segera tersadar dan berdiri secara refleks. Ia bahkan hampir lupa jika pria itu ada di rumahnya untuk mandi obat. Apa lagi obat yang dibawanya masih obat untuk memperkuat ginjal. Sungguh tak tahu malu untuk menunjukkan hak seperti padanya.
“Ada apa?” tanyanya agak cuek.
“Tidak ada jubah mandi di sini. Apakah kamu masih memiliki jubah mandi lain?” Suara Gu Yihao terdengar lagi.
Kali ini Qing Mao bisa mendengar suara percikan air dari kamar mandi. Ada kemungkinan besar jika Gu Yihao bangkit dari bak mandi dan mencari jubah mandi. Qing Mao lupa jika jubah mandi hanya ada satu di sana dan itu pun kecil, tidak mungkin bisa dipakai oleh Gu Yihao.
Wajah gadis itu agak memerah dan meminta Gu Yihao untuk menunggu sebentar. Dia pergi menemukan Hyou dan meminjam jubah mandinya tanpa mengatakan apa-apa lagi. Ketika kembali ke kamar, Qing Mao mendekati pintu kamar mandi.
“Ini, aku membawanya.” Dia tak bisa masuk begitu saja sehingga meminta Gu Yihao membuka pintunya sedikit.
Saat pintu kamar mandi dibuka, Qing Mao bisa melihat sosok jangkung berdiri dengan handuk putih melilit sekitar pinggangnya. Dia mendongak tanpa sadar dan melihat tetesan air jatuh dari rambut panjangnya yang telah basah. Serta tetesan air di wajahnya turun melewati leher dan jakunnya. Hanya dengan melihat ini, Qing Mao merasa jika dia telah menjadi penjahat yang mencuri pandang tubuh pria.
Meski dia sudah terbiasa dengan tubuh pria yang selalu menampilkan otot kencangnya, tapi dia harus mengakui jika penampilan Gu Yihao memang lebih bagus dari para aktor di zaman modern. Dengan malu-malu, dia menyerahkan jubah mandinya.
__ADS_1
“Ini …” Napasnya sedikit pendek dan agak sesak saat berada di dekatnya.
Gu Yihao yang melihat jika wajah kecil gadis itu memerah, sudut mulutnya sedikit membentuk kurva naik. Dia mengambil jubah yang disodorkan gadis itu tapi tidak segera menutup pintu kamar mandi, dia membungkuk sedikit dan memperhatikan ekspresi malu Qing Mao yang terbilang lucu di matanya.
Gadis itu ingin mundur, tapi kakinya tidak memiliki kekuatan untuk melakukan itu. Sepertinya dia telah di tanam di tempat dan sulit untuk mengalihkan pandangannya pada sosok Gu Yihao yang sempurna.
“A-apa … apa yang kamu lakukan?” Qing Mao sedikit menjauhkan dirinya. Aroma herbal menguar dari tubuh Gu Yihao.
“Telingamu merah …” Pria tanpa basa-basi langsung menggodanya. “ Bukan ini bagus?” bisiknya.
Wajah Qing Mao sedikit mengubah ekspresinya dari malu menjadi marah. Dia meninju perut kencang pria itu. “Apanya yang bagus?! Tidak ada yang haus dilihat!”
Dia mendengus dan segera mendorong pria itu masuk dan menutup pintu kamar mandi dengan penuh emosi. Gu Yihao tidak melawan dan hanya patuh didorong seolah-olah begitu rapuh. Pria itu bisa mendengar Qing Mao menggerutu dan menjauh dari pintu kamar mandi.
“Tidak kusangka, wanita ternyata menyukai tubuh yang bagus. Yah, Raja ini tidak akan mengecewakanmu,” katanya segera memakai jubah mandinya.
Di luar kamar mandi, Qing Mao masih bisa mendengar apa yang dikatakannya dan tentu saja wajahnya tambah merah. Dasar pria tak tahu malu! Pikirnya.
Tak lama setelah itu, Gu Yihao keluar. Tubuhnya telah terbalut jubah mandi milik Hyou. Rambutnya sudah dikeringkan dengan menggunakan ilmu tenaga dalamnya. Qing Mao duduk di sofa dan tidak mau memperhatikan lagi. Saat pria itu keluar, tampaknya ada sesuatu yang salah.
Melihat jam dinding, ini sudah larut malam dan seharusnya pria itu pulang bukan? Namun Gu Yihao mengerutkan keningnya membuat Qing Mao bingung apa yang tengah dipikirkannya.
“Apa ada yang salah?” tanyanya.
Gu Yihao tidak langsung menjawab. Dia memegang botol kecil yang sebelumnya berisi obat untuk merawat ginjalnya. Dia mencium aromanya dan tidak ada yang salah dengan aromanya. Tapi tubuhnya memiliki reaksi yang bisa dikatakan cukup memalukan jika benar-benar tidak pada tempatnya.
__ADS_1
“Apakah ada yang salah dengan obatnya?” tanya Qing Mao lagi.
Ia sebenarnya tidak terlalu peduli dengan obatnya. Tapi kenapa Gu Yihao terlihat seperti orang yang telah dilanda kebingungan.
“Periksa, apakah ada yang salah dengan obat ini?” Gu Yihao menyerahkan botol obat itu pada Qing Mao.
Gadis itu bingung sebentar dan mengambil alih botol obat yang tak terlalu kecil. Dia sudah mencium baunya sebelum pria itu datang tadi dan tak ada yang salah dengan obatnya. Namun saat dia mencium aroma obat yang tersisa di dalamnya, ada sedikit keraguan di hatinya.
Kenapa rasanya yang ada yang berubah dengan aroma obat ini?
Qing Mao memandang Gu Yihao dengan curiga. “Apakah kamu merasakan ketidaknyamanan di tubuhmu?”
“...” Wajah Gu Yihao segera menggelap. Dia sudah menebak sesuatu. Dokter Piao itu pasti tidak akan memberinya hal yang baik. Tapi … bukankah ini berlebihan?
“Hei, apakah kamu baik-baik saja?” Qing Mao ingin memastikan jika Gu Yihao ini tidak akan terlalu terpengaruh oleh bahan obat tambahan yang dia ragukan.
“Apa yang ada di dalam kandungan obat itu?”
“Oh …” Qing Mao merasa tidak menduga jika Gu Yihao akan langsung menanyakan hal ini padanya. “Ini mungkin sedikit obat musim semi yang tidak memiliki bau dan rasa. Aku cukup terkejut karena tidak menyadarinya sejak awal. Orang yang membuat ini pasti tahu banyak tentang obat-obatan.”
Qing Mao memang harus mengakui jika pihak lain memiliki bakat ini.
“Apakah kamu terpengaruh?” tanya Qing Mao agak takut dan waspada. Jika Gu Yihao memiliki gejala ini maka dia tak tahu harus bagaimana.
Gu Yihao menatap gadis itu dengan tatapan sedikit lebih dalam. “Bagaimana menurutmu?”
__ADS_1