
SEPANJANG waktu, Han Baimo tak henti-hentinya memuji dan banyak bicara. Mengatakan ini dan itu hingga membuat Chou memutar bola matanya. Dia hampir lupa jika tuannya memiliki temperamen yang elegan dan selalu menjaga emosinya.
Lalu apa sekarang? Emosi tuannya berubah! Semua berubah setelah makan berbagai jenis hidangan di meja makan.
Apakah semua makanan ini mengandung racun tertentu? Pikir Chou yang curiga. Dia hendak mengambil potongan jamur dan tumis kangkung. Tapi Han Baimo segera memukul punggung tangannya secara sembarang.
"Kamu hanya seekor kucing. Ikan saja sudah cukup untuk dimakan. Bagaimana kamu bisa makan rumput." Han Baimo enggan memberikan tumis jamur dan kangkung itu pada hewan peliharaannya.
"..." Chou menatapnya dengan heran. Apakah itu hanya rumput? Kapan tuannya makan rumput?
"..." Qing Mao dan Gu Yihao memiliki tiga garis hitam di kepalanya. Sepertinya Han Baimo lebih cocok menjadi seekor sapi tua.
Hyou yang ada tak jauh dari sana tidak bisa menahan diri untuk mengembuskan napas panjang. Apa itu rumput? Jelas sayuran.
"Namanya kangkung, bukan rumput jenis apapun. Jangan makan terlalu banyak, kangkung memiliki efek yang bisa membuatmu mengantuk," kata Hyou.
Han Baimo terbatuk kecil. Ternyata namanya kangkung. Dia pikir itu sejenis rumput panjang yang memiliki daun lembut dan batangnya yang agak renyah.
Qing Mao tidak menyalahkannya karena menyebut kantung sebagai rumput. Tapi pada kenyataannya di dunia modern, kangkung memang tidak bisa dibudidayakan di negara A karena dianggap sebagai gulma. Terlebih lagi mereka menganggap jika kangkung seperti narkoba.
Rasa kantuk yang disebabkan oleh sayuran kangkung memang cukup buruk jika dimakan ketika hendak beraktivitas. Jadi Qing Mao jarang memasaknya ketika masih berada di resimen tentara bayaran kuno.
__ADS_1
Han Baimo tidak ingin membahas tentang kangkung lagi. Dia mulai berbicara tentang bisnis. Gu Yihao tidak banyak bicara. Semuanya mengikuti rencana yang telah dibuat oleh Qing Mao.
Keesokan paginya, Han Baimo telah pergi ke istana kekaisaran untuk membahas sesuatu dengan Kaisar Gu. Gu Yihao juga pergi ke beberapa tempat untuk mengecek, apakah mayat hidup masih berkeliaran atau tidak.
Menurutnya, Gu Wei tidak mungkin menyimpan mayat hidup di ruang bawah tanah saja. Pasti ada di tempat lain.
Adapun Qing Mao, semenjak Putri Lailan menikah, suasana sedikit sepi. An Daiyu juga masih sibuk di keluarganya setelah pernikahan itu. Mungkin mereka sedang sibuk berbulan madu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di suatu tempat yang jauh dari negara Quentian.
Gu Wenlian kini telah mengubah wajahnya menjadi Gu Wei. Ekspresinya tidak lagi nakal dan gila wanita, tapi dingin dan kejam. Dia duduk di kursi batu yang dipahat sempurna.
Meskipun begitu, dia masih tahu berita di sana.
Sayangnya, semenjak dia menyadari bahwa puluhan anak buah mayat hidup mati, rencana semula mulai berubah.
"Sekelompok mayat hidup yang mendiami gua bawah tanah kini telah mati. Aku yakin, jika bukan Gu Yihao yang membunuhnya, itu harus menjadi Qing Mao!"
Gu Wenlian yang telah menjadi Gu Wei itu mencibir. Dia menggerakkan jari-jari tangannya. Kesepuluh kuku panjangnya yang agak runcing itu mampu untuk menyayat kulit seekor sapi.
__ADS_1
Semenjak mengambil alih tubuh Gu Wenlian, Gu Wei akhirnya merasakan napas manusia dan udara dunia fana ini. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dia merasa bosan.
Jika kali ini dia mampu membunuh Gu Yihao dan Qing Mao, kekuatannya akan bertambah besar. Tak lama setelah itu, dia akan menggunakan kekuatannya untuk menguasai dunia.
Padahal, Gu Wei memiliki kemampuan untuk mengacaukan dunia. Sayangnya, dia terikat dengan takdir dan kutukan. Sebagai roh penjaga cincin batu giok hitam, dia sangat meremehkan manusia sehingga tidak pernah memiliki tuan.
Jika dia melakukan sesuatu yang menyimpang dari tujuan yang sebenarnya, kehancuran jiwa merupakan satu-satunya cara untuk melenyapkannya dari dunia.
Oleh karena itu, Gu Wei tidak berani bermain-main dengan para dewa. Dia masih tahu batasan meskipun terlahir sebagai roh penjaga artefak cincin batu giok hitam.
Di zaman kultivator, artefak cincin batu giok terbagi menjadi empat. Cincin batu giok putih adalah satu-satunya masalah bagi Gu Wei.
Selama Gu Yihao dan Qing Mao mati, cincin keduanya akan musnah. Lalu cincin batu giok putih tidak lagi berdaya. Pada akhirnya juga akan mati di tangannya.
Tapi kini semuanya sedikit berubah. Han Baimo datang ke negara Quentian. Dia sulit menahannya di perjalanan. Pada akhirnya semua mayat hidup yang dikirim itu mati lagi.
Di sinilah Gu Wei merasa sangat marah dan ingin menghancurkan dunia.
"Tidak lama lagi, gerhana matahari total akan muncul. Pada saat itu, aku akan membuka segel langit untuk menahan gerhana dan memulai penyerangan." Gu Wei yang berada di tubuh Gu Wenlian pun tersenyum, menatap para mayat hidup yang berjajar tak jauh di depannya.
Mereka memberikan gerakan hormat. Sebagian dari mereka bahkan memiliki pikirannya.
__ADS_1
"Tuanku tidak perlu khawatir, kami siap menyerang kapan saja," kata salah satu dari mayat hidup yang kondisinya jauh lebih baik dari yang lain.
Semua mayat hidup itu digali dari pemakaman terlantar, sebagiannya lagi berasal dari kuburan massal bekas prajurit. Sehingga kekuatan tempur nya pasti tidak mengecewakan.