
GU YIHAO menggelengkan kepala. Ini bukan musuh putra mahkota. Tapi mungkin karena kebencian gadis itu pada orang-orang kekaisaran. Dia tidak bisa mengatakan apapun pada An Daiyu tentang Qing Mao. Jika tidak, pria mata keranjang itu akan memiliki mulut bocor lagi.
Daripada mengurus masalah ini, dia meminta An Daiyu untuk memantau setiap pembicaraan di luar. Dia khawatir ada kabar tidak menyenangkan tentang Qing Mao sehingga dia pasti akan menariknya kembali semua berita itu dan menggantinya dengan yang lain.
“Kenapa kamu merahasiakannya dariku? Ayo, beri tahu aku. Mungkin dia seorang gadis cantik?” An Daiyu tidak menyerah.
"Jangan menebak-nebak, aku tidak akan memberi tahumu." Gu Yihao memberi jawaban suam-suam kuku.
"Hao Hao, kamu tidak percayalah sahabatmu sendiri," kata An Daiyu dengan ekspresi sedih.
"Aku memang tidak percaya."
"..." Kamu sangat jahat, pikirnya. Kali ini, dia tidak lagi membahas tentang seseorang di balik layar. "Lalu bagaimana dengan hadiah itu? Kamu berada di posisi ketiga, hadiah itu cocok untuk gadis itu?"
An Daiyu melirik ke arah kotak yang cukup besar tergelak di sisi lain meja kerja. Gu Yihao memang berniat untuk memberikannya pada Qing Mao, tapi tidak sekarang. Lagi pula, ini sudah malam. Melihat kotak hadiah dari kaisar, Gu Yihao tidak terlalu menyukainya.
Dia berpikir jika Qing Mao tidak akan menyukai hadiah itu, terutama jika berasal dari kaisar. Segala hal yang diberikan kaisar kepada gadis itu mungkin akan menjadi sampah saat tiba di rumah Qing.
An Daiyu juga bukan orang bodoh secara nyata. Jadi dia tahu jika ini mungkin tidak akan berhasil. Lagi pula gadis itu tidak menagih apapun. Jika Gu Yihao tahu bahwa pria playboy itu berpikiran seperti itu, mungkin akan muntah darah. Dia tidak mengharapkan Qing Mao akan menagih, justru mungkin menghindarinya.
"Aku melihat ekspresi putra mahkota hari ini, sungguh menarik," kata An Daiyu.
"Apakah dia menemuimu?" tanyanya.
"Tidak. Tapi dia mungkin akan menemuiku cepat atau lambat. Hao Hao, kamu jangan khawatir, aku pandai menyamar." An Daiyu memberikan janjinya.
Tapi pria itu justru mencibir lagi dan lagi. "Dia bukan lawanku."
__ADS_1
"Hanya saja kamu hampir mati di tangannya. Jkka bukan karena orang misterius yang membantumu di kegelapan, mungkin ceritanya berbeda lagi."
Pergerakan tangan Gu Yihao terhenti sejenak saat hendak memindahkan bidak catur, lalu tersenyum. "Kamu benar. Jika bukan karena dia, ceritanya berbeda lagi. Mungkin aku akan dikucilkan oleh kaisar dan jatuh miskin."
"Aku jadi penasaran orang seperti apa yang membantumu itu," gumam An Daiyu.
"Dia orang yang sangat hebat. Kamu tidak akan mampu melawan pikirannya. Aku yakin kamu juga bakal masuk dalam jebakaknya jika macam-macam." Gu Yihao terlihat begitu percaya diri dengan apa yang dikatakannya.
"Heh, mendengar dari apa yang kamu bicarakan. Tampaknya orang ini sangat istimewa. Jika Qing Mao tahu, mungkinkah dia akan marah?" Pria itu menaikkan sebelah alisnya.
"Tidak akan. Dia tidak akan marah," jawabnya segera terkekeh dan menyingkirkan bidak catur An Daiyu.
"Ah! Kamu sungguh pembunuh yang kejam!" Pria itu mengumpat dan tidak mau bermain catur lagi. Ini sudah malam hari. Omong-omong, dia lapar.
Di lain tempat, mungkin Qing Mao bersin-bersin. Siapa yang membicarakannya?
Adapun di tempat putra mahkota—Gu Wenlian saat ini, beberapa barang dipecahkan di depan para pelayan. Dia begitu marah hingga wajahnya memerah. Di sisi lain, Putri Yu Yang duduk dengan gelisah. Dia juga kesal, tapi kemarahannya disembunyikan karena putra mahkota lebih marah saat ini.
Gara-gara perburuan musim semi tahun ini benar-benar di luar rencana, Selir Kehormatan Yi—ibu dari keduanya pun menjadi kesal. Dia tahu sebagai seorang anak, istana kekaisaran sangatlah kejam. Tidak heran jika ibunya selalu berada di bawah tekanan permaisuri.
"Bagaimana bisa semua ini terjadi?" geram Gu Wenlian langsung duduk dan memukul meja.
Untung saja saat ini dia dan Putri Yu Yang berada di ruang tamu. Sehingga tak ada seorang pun yang berani menguping pembicaraan mereka.
"Saudara Kesembilan, apakah ini ada hubungannya dengan orang misterius yang membantu Gu Yihao?" tanyanya dengan curiga.
"Ini pasti dia lagi!" Putra mahkota jelas berwajah gelap saat memikirkan beberapa kemungkinan terbesarnya.
__ADS_1
Orang di belakang layar yang memainkan peran ini sepertinya tahu banyak tentang dirinya. Dia khawatir di masa depan, statusnya sebagai putra mahkota benar-benar selesai. Walaupun saat ini statusnya sebagai putra mahkota telah ditangguhkan, namun kaisar belum mencari pengganti.
Gu Wenlian tidak bisa kehilangan status ini sepenuhnya. Dia sangat yakin jika orang misterius itu akan bertindak lagi. Tampaknya ini dimulai sejak Gu Yihao masuk dalam jebakan bunga es. Lalu di malam itu juga ibunya terkena racun bunga es. Sehingga kaisar menemukan bukti-bukti jika bunga beracun tersebut berasal dari negara tempat ibunya dilahirkan.
Jika bukan karena dia, ibunya mungkin tidak akan masuk istana dingin.
"Hari ini ibu ada di acara perburuan musim semi karena ayah kaisar mengizinkannya tampil di publik. Bagaimanapun juga, masyarakat tidak boleh tahu tentang ibu yang dimasukkan istana dingin. Kakak Kesembilan, bagaimana caranya agar kita bisa menyelamatkan ibu?" Putri Yu Yang menjadi lebih kesal lagi saat mengingat ini.
Ibunya dibawa pergi oleh penjaga saat perburuan musim semi berakhir. Dia tahu jika Selir Kehormatan Yi ada di istana dingin lagi. Kaisar bahkan tak mau melihatnya. Kaisar mungkin kejam dan tidak berperasaan, tapi Putri Yu Yang tidak menduga jika ibunya akan dihukum lebih banyak.
Bahkan jika ibunya pura-pura sakit, ia tidak yakin kaisar akan berhati lembut.
"Ini belum dipikirkan. Tapi yang jelas kita harus bergerak lebih hati-hati lagi. Masalah ibu, kamu tetaplah berkunjung ke istana dingin dan bicarakan sesuatu dengan ibu. Kakak akan mengurus hal lain dulu agar kita juga tidak kena masalah di masa depan." Gu Wenlian mengembuskan napas panjangnya dan tahu jika adiknya masih terlalu muda. Dia agak keras padanya akhir-akhir ini hanya karena masalah pribadi.
"Saudara ..." Putri Yu Yang ingin mengatakan sesuatu lagi.
"Baiklah, kamu kembali. Ini sudah malam. Jangan sampai yang lain curiga. Saat ini posisi putra mahkota masih diperebutkan. Saudara ini tidak bisa menjamin keselamatanmu setiap saat," tukas Gu Wenlian seraya menatapnya.
Putri Yu Yang menggigit bibir bawahnya dan menggunakan cadarnya lagi sebelum akhirnya pergi dengan para pelayannya.
Setelah gadis itu pergi, Gu Wenlian masih belum meredakan amarahnya. Dia meminum anggurnya dengan cepat hanya untuk menghilangkan pikirannya yang buruk. Lalu salah satu pelayan datang dengan tergesa-gesa.
"Yang Mulia, ada sesuatu yang terjadi dengan nona Qingge dari kediaman Nu," lapornya.
"Apalagi sekarang? Tidak bisakah gadis itu membuat pikiranku tenang sehari saja?" Pria itu sudah cukup marah dengan posisi keempat dalam perburuan, kini diganggu lagi dengan tunangannya yang bermasalah sejak malam memalukan itu.
"Ini ... Ini ... Menurut pelayan yang diutus ke sini untuk memberi tahu Yang Mulia, nona Qingge ingin menggugurkan kandungannya," jawab di pelayan kecil itu takut-takut.
__ADS_1
"Apa??!" Gu Wenlian menggebrak meja hingga cangkir yang diletakkannya jatuh dan pecah.