Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Pangeran Pertama—Mu Zhaoxin


__ADS_3

KETIKA PUTRI Lailan dibawa ke darat, perahu juga menepi. Orang-orang tidak langsung turun namun Qing Mao sudah bergegas untuk melihat kondisi Putri Lailan.


"Lailan, apakah kamu baik-baik saja?" tanyanya khawatir.


Putri Lailan yang basah kuyup hanya menggelengkan kepala, duduk dan memuntahkan air sungai yang masuk ke paru-parunya.


Tanpa sadar, pria yang menyelamatkannya masih dalam posisi berlutut, menepuk punggungnya dengan ringan. Putri Lailan mengucapkan terima kasih pada pria itu dan sebenarnya ini agak kurang sopan.


Bagi seorang wanita, kehormatan sangat penting. Terlebih lagi jika seorang pria menyelamatkan wanita. Tak sengaja memeluk atau bersentuhan saja sudah dianggap sebagai perbuatan kasar dan vulgar.


"Ah!! Kenapa kamu?!!" Putri Lailan membelalakkan mata saat melihat siapa yang baru saja membantunya keluar dari air.


Pria jangkung berjubah brokat merah itu tersenyum menggoda pada Putri Lailan dan mengedipkan sebelah mata.


"Jika bukan aku, siapa lagi yang diinginkan oleh Sang Putri?" Nada bicaranya sangat lembut.


Jelas ini pahlawan yang menyelamatkan kecantikan. Bukankah seharusnya Putri Lailan berterima kasih padanya dengan tatapan berbinar?


Tapi kali ini sepertinya salah. Putri Lailan sama sekali tidak tertarik dengannya.


Orang yang menyelamatkan Putri Lailan bukan orang lain, melainkan An Daiyu. Pria itu kebetulan sedang bertemu seorang pelanggan tetap di rumah lelang bunga persiknya. Jadi dia mengobrol di dalam perahu.


Siapa tahu dia akan mendengarkan pertengkaran seperti itu di luar dan mengetahui suara Putri Lailan. Gadis itu ditampar oleh Putri Yu Yang dan kini pipi kirinya merah dan sedikit bengkak.


Namun kondisi Putri Yu Yang juga tidak terlalu baik. Karena tamparan Putri Lailan lebih kencang, pipinya bahkan sedikit bengkak.


Putri Lailan merasa malu saat melihat An Daiyu. Meski pria ini terkenal tampan dan kuat biasa seperti putra bangsawan lainnya, namun sifatnya sebagai penggoda telah terkenal di ibu kota.


"Terima kasih sudah menyelamatkanku," kata Putri Lailan pelan.


"Bagaimana sang putri akan berterima kasih?" goda An Daiyu.

__ADS_1


Wajah Putri Lailan langsung menggelap dan dia menggertakkan gigi, menunduk sedikit. "Apa yang diinginkan oleh putranya (tuan muda)?" tanyanya sopan.


Sebelum An Daiyu menjawab, suara Putri Yu Yang yang menggila terdengar lagi, mengejek Putri Lailan yang kini telah ternoda oleh seorang pria.


"Lailan, kamu hanya bisa menikah dengan pria penggoda seperti Tuan An! Ini sudah keberuntungan! Jika Tuan An tidak menyelamatkanmu, mungkin pria lain akan menyelamatkanmu. Pada akhirnya kamu hanya akan menikah dengan orang biasa dan bukan lagi menjadi seorang putri. Apa yang harus kamu sombongkan di masa depan?!" teriaknya.


Putri Lailan menekan emosi dengan mengepalkan kedua tangannya. Dia menggigil kedinginan saat ini dan Qing Mao segera melepaskan jubahnya, menutupi tubuh Putri Lailan yang sedikit menonjol.


Apa salahnya menikah dengan orang biasa? Selama itu baik-baik saja dan setia, dia juga tidak mempermasalahkannya. Lagi pula, dia lebih suka hidup damai di luar istana, tidak terikat oleh banyak aturan seperti di istana.


Inilah yang dipikirkan oleh Putri Lailan saat ini.


Mendengarkan penjelasan Putri Lailan, banyak orang-orang yang ada di sana setuju. Seandainya itu seorang putri kekaisaran sekalipun, setelah menikah dengan keluarga bangsawan, statusnya bukan lagi putri kekaisaran.


Tapi meskipun begitu, kemuliaannya masih ada.


Hari ini Putri Yu Yang bukan hanya merendahkan orang bangsawan atau rakyat biasa tapi juga menyinggung An Daiyu.


Meski An Daiyu terkenal sebagai pemilik Rumah Lelang Persik yang terkenal di negara Quentian, faktanya tidak banyak orang yang tahu tentang status sejati pria itu. Tak terkecuali Putri Lailan dan Qing Mao.


"Putri Yu Yang sepertinya belum belajar etiket kamar kerja wanita. Bahkan tidak tahu caranya berkata baik dan sopan," ujar An Daiyu.


"Apa hubungannya denganmu? Putri ini melakukan apa yang ingin dilakukan. Apakah kamu memiliki hak untuk mengaturku?" cibir Putri Yu Yang lebih sombong.


"Mereka tidak memiliki hak, apakah pangeran ini juga tidak memiliki hak?" Suara seorang pria tak jauh dari tempat kejadian pun langsung wmnarik perhatian orang-orang.


Mereka yang hadir di sekitar tempat itu menoleh ke arah suara dan muali berbisik, terkejut bahkan sedikit rasa takut. Mereka diam-diam mundur dan menyapa pria itu dengan hormat.


Putri Lailan berbinar saat melihat siapa yang datang. Adapun An Daiyu, sedikit cemburu. Gadis ini langsung senang ketika melihat orang itu seakan-akan orang yang menyelamatkannya bukanlah dirinya sendiri.


Sementara, Putri Yu Yang langsung pucat dan berkeringat dingin di punggungnya. Kenapa dia datang ke sini? Mungkinkah hanya lewat dan tak sengaja mendengar pertengkaran?

__ADS_1


Seorang pria berjubah brokat ungu tua turun dari kereta. Wajah tampannya yang memiliki beberapa poin kemiripan dengan kaisar pun menyapu semua orang yang ada di sana. Meksi usianya sudah di atas kepala tiga, sosoknya masih terlihat sangat muda.


Di balik ekspresinya yang dingin, pria itu sebenarnya memiliki sifat berubah-ubah, sesuai dengan suasana hatinya.


Di antara mereka, Qing Mao menyapa lebih dulu, tapi nada bicaranya sama sekali tidak terlalu ramah.


"Qing Mao telah melihat Pangeran Pertama."


Pria yang dikatakan sengaja pangeran pertama itu mengangguk ringan pada Qing Mao. Lalu orang-orang di sana juga langsung memberi semacam penghormatan.


"Kesopanan dikesampingkan," kata Gu Zhaoxin pelan. Dia akhirnya fokus pada Putri Yu Yang yang telah berteriak dan berkata sombong sebelumnya. "Saudari Yu Yang, apakah pangeran ini memiliki hak untuk mengajarimu etiket?" tanyanya.


Putri Yu Yang mundur sedikit. "Aku—" Dia kebingungan.


Di ibu kota, reputasi pangeran pertama sangat luar biasa. Gu Zhaoxin tidak suka orang munafik atau pun kesombongan. Siapapun yang mengatakan hal-hal seperti itu, dia pasti akan menegurnya dengan kata-kata beracun.


Ular beracun saja mungkin kalah dengan kata-katanya yang bisa membuat orang lain putus asa dan bunuh diri. Tapi itu semua hanya pikiran tak berdasar semua orang yang tidak mengenalnya.


Mereka tahu jika pangeran pertama merupakan pemimpin yang baik di ibu kota, dipercayai Kaisar Gu bahkan memimpin aula pengadilan jika Kaisar Gu tidak bisa hadir.


"Kakak pertama, dia benar-benar tidak bisa citranya di luar dan bahkan mendorongku ke air, bukan hanya itu, dia menamparku hanya karena saudara kesembilan dimarahi ayah kaisar!" teriak Puuri Lailan mengadu.


"Lailan!!!" Putri Yu Yang berteriak, semakin tidak nyaman.


Jika Gu Zhaoxin ada di sini maka diskusi di aula pengadilan sudah selesai. Lalu bagaimana dengan ibu selir dan kakak laki-lakinya?


"Apakah itu benar?" Gu Zhaoxin memastikan, ekspresinya semakin dingin.


Akhirnya, seseorang yang menonton semua adegan langsung menjelaskan apa yang terjadi. Mulai dari Putri Yu Yang yang datang ke perahu dengan wajah marah lalu menampar Putri Lailan.


Semuanya murni karena Putri Yu Yang cemburu dan tahu beberapa tentang pangeran kesepuluh.

__ADS_1


"Saudari Yu Yang, apakah ingin tahu apa yang dikatakan ayah kaisar hari ini pada saudara kesembilan?" tanya Gu Zhaoxin.


"Saudara ... Saudara pertama," kata Putri Yu Yang langsung kehilangan kata-katanya.


__ADS_2