Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Berpura-pura Tidak Tahu Apapun


__ADS_3

QING MAO YANG berada dalam mimpi tidak tahu jika kedua lelaki di dunia nyata itu kini saling melemparkan tatapan bermusuhan. Tapi bukan jenis jahat pada umumnya. Ini hanya pertengkaran di mana identitas sejati Qing Mao berada.


Gu Yihao duduk di tepian tempat tidur, merasa lelah. Setelah mendengar semua cerita singkat Qing Mao tiga tahun lalu, dia akhirnya mengerti satu hal. Dia sendiri yang menyebabkan gadis itu hampir meninggal.


"Tiga tahun lalu sejak kamu memutuskan untuk menikahi Nu Qingge, dia putus asa setiap hari. Mendapatkan begitu banyak hinaan hingga akhir memutuskan untuk bunuh diri," jelas Hyou yang sedikit pucat akibat tekanan luar biasa dari Gu Yihao.


Pria itu diam setiap kali Hyou menceritakan masa lalu. Ketika Qing Mao hampir mengembuskan napas terakhir, Hyou muncul dari cincin batu giok hijau yang selalu tersimpan di dalam kotak cendana merah. Qing Mao sendiri waktu itu belum tahu tentang cincin tersebut.


Setalah Hyou muncul, semuanya sudah terlambat. Gadis itu sudah meninggal dengan ekspresi menyedihkan dan putus asa. Jadi mau tidak mau, Hyou membuka saluran dunia lain agar jiwa gadis itu bisa hidup kembali. Dia membawa tubuh Qing Mao yang sudah mendingin ke zaman ribuan tahun yang akan datang.


Setibanya di dunia modern, dia membacakan mantra regenerasi jiwa yang membuat tubuh gadis itu menyusut kembali menjadi seorang bayi perempuan. Ketika regenerasi jiwa berhasil, bayi perempuan itu menangis di pelukannya.


Pada saat itulah Hyou membawa bayi tersebut ke sebuah panti asuhan untuk diadopsi. Biarkan garis hidupnya ditulis ulang hingga usianya matang.


"Pada saat itu terjadi, cincin batu giok hijau juga menghilang di dunia modern hingga gadis itu mencurinya dari museum nasional Tiongkok. Sejak cincin itu dipakai, dia kembali lagi ke zaman ini."


Sebenarnya Hyou tidak menginginkan ini terjadi begitu cepat. Qing Mao waktu itu masih terlalu muda menurutnya. Untung saja bergabung dengan organisasi prajurit bayaran, mencuri cincin itu. Menurutnya itu cukup memalukan. Mencuri sesuatu, bukankah pekerjaan prajurit bayaran kuno.


Meski begitu, mungkin takidrnya juga telah tiba.


Keduanya terdiam untuk waktu yang cukup lama. Gu Yihao tenggelam dalam masa lalunya ketika belum mengingat jika dirinya adalah pengusaha benua Quentian. Sedangkan Qing Mao ... terlihat begitu rapuh.


"Bagaimanapun juga, Qing Mao adalah milik dunia ini dan tidak mungkin kembali ke zaman modern. Aku menekan ingatan masa lalunya ketika hidup di zaman kuno. Dan tentu saja tentang kematian tragisnya tiga tahun lalu. Bagaimana pun juga tak mungkin baginya untuk mengingat masalah ini. Itu akan memicu Gu Wei membuat gerakan lain," jelas Hyou memperingatinya.

__ADS_1


"Lalu kenapa Mao'er pingsan tadi?" tanya Gu Yihao langsung menggertakkan gigi.


Hyou terlihat ragu-ragu setelah menyangkut ini semua. "Ini ... aku juga tidak tahu," jawabnya pelan. "Kita hanya bisa siap untuk segalanya. Aku khawatir ..."


Aku khawatir Qing Mao bangun dan mengingat segalanya, imbuh Hyou dalam hati. Dia tak bisa menanggung konsekuensi ini. Jika Qing Mao memulihkan ingatan dua kehidupan ini, rencananya mungkin berubah.


Keduanya mengobrol sepanjang waktu seraya mengkhawatirkan kondisi Qing Mao.


Namun hingga malam hari, gadis itu belum bangun juga. Ini membuat Gu Yihao putus asa dan ingin memanggil Dokter Piao—dokter pribadinya ke sini. Namun Hyou menolak. Dia tahu kondisi tubuh Qing Mao lebih dari siapapun karena memiliki hubungan kontrak cincin batu giok hijau.


Baik Gu Yihao ataupun Hyou tidak bisa makan lebih banyak karena terus menerus memantau gadis itu. Hingga saat menjelang tengah malam, Qing Mao yang berada di tempat tidur membuka matanya perlahan. Tidak ada kebisingan di kamar, hanya sunyi dan gelap.


Dia berkedip beberapa kali dan bangun dengan linglung. Melihat sekitar, dia akrab dengan kamarnya. Meski hanya lampu tidur yang menyala, dia bisa merasakan napas orang lain di rumah.


Gu Yihao ...


Ketika mengingat nama ini, Qing Mao secara alami memiliki jejak nostalgia. Dia telah bermimpi panjang. Sangat panjang hingga rasanya tidak mau menerima kenyataan. Dia telah melihat banyak kehidupan dirinya di masa lalu, berulang kali hingga akhir mati dan mati. Dia lelah.


Ketika mimpi itu berakhir, dia dibawa ke sebuah ingatan zaman ini. Dia bunuh diri dan dibawa oleh Hyou ke zaman modern, menjadi bayi perempuan. Pada saat itu juga, Hyou menyegel ingatannya.


Semua ingatan itu membanjiri pikirannya saat ini, membuat kepalanya agak sakit dan pusing. Qing Mao tidak mau mengingat masalah tersebut namun ... dia harus menerima kenyataan jika dirinya adalah reinkarnasi dari wanita kultivator berbakat dari zaman dulu. Gu Yihao adalah suaminya di masa lalu.


Bahkan saat ini,apakah Gu Yihao ingat dirimu sendiri?

__ADS_1


Mengingat sikap Gu Yihao berubah beberapa hari terakhir, dia tampaknya telah menemukan alasan yang logis. Pria itu kemungkinan sudah menyadari identitasnya sebagai penguasa benua Quentian.


Kenapa Hyou harus menyembunyikan ini? Apakah khawatir kematiannya yang berulang kali akan terjadi lagi?


Qing Mao duduk di tempat tidur dengan linglung. Setelah memejamkan matanya sejenak, dia menghela napas tidak berdaya. Kali ini dia tak bisa berkata pada Hyou jika ingatannya sudah kembali. Dia khawatir laki-laki itu akan kembali menyegel ingatannya seperti hari itu.


Mungkin pura-pura tidak ingat sangat bagus?


Lalu alasan apa yang harus dia gunakan untuk masalah tadi siang? Tiba-tiba dia pingsan, baik Hyou maupun Gu Yihao harus curiga bukan?


Ekspresi Qing Mao tidak dingin atau ramah. Dia memiliki temperamen seperti wanita di masa kejayaannya, elegan dan nyaman dipandang. Sikap seorang gadis lima belas tahun itu hilang.


Tapi untuk membuat dirinya tetap sama seperti Qing Mao yang biasa, ekspresinya kembali bingung dan acuh tak acuh.


Dia turun dari tempat tidur dan keluar kamar. Ruangan lainnya masih menyala. Kemungkinan Gu Yihao dan Hyou belum tidur. Kedua orang itu tak mungkin tidur di saat dirinya tak sadarkan diri. Ketika dia menuruni tangga, Hyou sudah bergegas ke atas. Tapi laki-laki berjubah putih itu terkejut saat melihat Qing Mao ada di salah satu anak tangga.


"Tuan, kamu sudah bangun? Apakah tubuhmu tidak nyaman?" tanya Hyou buru-buru, menenangkan emosinya yang hampir terlihat di wajah tampannya yang menawan.


Qing Mao kebingungan. Dia menyentuh perutnya yang sedikit berbunyi. Sangat lapar. Dia menggelengkan kepalanya dengan lesu. "Aku tidak tahu, sepertinya aku sedikit tertekan saat mengingat keluarga Qing. Aku tidak tahu kenapa," katanya. "Aku lapar sekarang, jadi turunlah dan cari makan," imbuhnya.


Hyou terdiam sebentar dan menatap Qing Mao dengan penuh rasa ingin tahu. Namun gadis itu benar-benar kebingungan dan agak pucat, seperti tidak terpengaruh oleh sesuatu. Hyou melepaskan batu besar di hatinya dan terkekeh pelan.


"Tidak heran jika kamu lapar. Aku akan membuatkan sesuatu untuk kamu makan. Pergi ke ruang makan dan tunggu," katanya.

__ADS_1


Qing Mao mengangguk. "Ya. Omong-omong, apakah pria itu sudah pulang?" tanyanya. Tentu saja dia menanyakan Gu Yihao.


__ADS_2