
KEDATANGAN Putri Lailan ke rumah Qing Mao tentu saja memiliki tujuan untuk memberikan kabar tentang kematian Nu Qingge yang masih menjadi misteri.
Qing Mao datang langsung menjemputnya di pintu dan gadis itu sangat antusias ketika melihatnya.
"Mao Mao, tahukah kamu berita itu?" tanyanya.
"Ya. Ingin makan sesuatu?" Qing Mao bertanya balik saat meminta pelayan untuk menyajikan camilan.
"Keripik kentang, terima kasih. Oh, juga jus yang segar, terima kasih." Putri Lailan tersenyum tanpa bersalah dan agak malu.
Makanan di rumah Qing Mao sangat enak sehingga dia tak bisa menahan diri untuk menginginkan sesuatu.
"..." Qing Mao tidak berdaya dan meminta Hyou untuk mengambilkan sebungkus keripik kentang untuk gadis itu.
Untungnya bungkus keripik kentang sudah diganti sehingga Putri Lailan tidak akan curiga jika makanan tersebut bukan dari zaman ini.
"Tahukah kamu bahwa ayah kaisar sangat marah hari ini? Saudara kesebelas dan saudara kesepuluh berusaha menenangkan keadaan dan keluarga perdana menteri keuangan Nu berduka."
Putri Lailan mengatakan semuanya tanpa rasa simpati atau beban, tapi semacam cerita biasa yang selalu jadi bahan gosip semua orang.
"Dia benar-benar mati?" tanya Qing Mao masih belum bisa memahami semua ini.
"Ya, Nu Qingge benar-benar mati. Tidakkah kamu merasa ini tidak bisa dipercaya? Aku juga sama," jawab Putri Lailan langsung menghela napas. "Karena dia bunuh diri di depan gerbang istana putra mahkota yang statusnya kini ditahan, ayah kaisar langsung memiliki wajah yang buruk untuknya."
Kali ini Putri Lailan mencibir saat memikirkan Gu Wenlian. Oh, pria ini yang sempat membuat saudara kesebelas lumpuh dan dikhianati oleh orang kepercayaannya di barak militer. Kini, Gu Yihao tidak bermaksud untuk memegang kendali pasukan di barak militer dan menyerahkannya pada pangeran lain.
Ada pangeran tertua yang membantu kaisar selama ini dan sifat dari pangeran tertua tidaklah menyenangkan seperti yang lainnya. Artinya, pangeran tertua ini benci orang licik yang menggunakan segala macam cara demi mendapatkan sesuatu.
Saat ini, pangeran tertua berada di kota lain, memimpin kota dan juga beberapa pasukan di tangannya. Kedatangan pangeran tertua ke ibu kota jelas membuat para pangeran lain sedikit kewalahan.
Meski pangeran tertua lahir dari seorang selir kekaisaran, tapi statusnya istimewa. Selain merupakan anak pertama yang lahir di istana, pangeran tertua juga diberi banyak kemudahan oleh kaisar.
"Pangeran pertama datang? Kapan?" tanya Qing Mao.
__ADS_1
"Seharusnya berangkat tadi malam dan baru saja tiba pagi ini. Saudara pertama juga datang dengan maksud bertemu pangeran besar dari negara Baicheng," katanya pelan.
Qing Mao terkejut lagi. Apakah pangeran tertua—Gu Zhaoxin juga mengenal Han Baimo? Pikirnya.
Namun dia tidak bertanya lebih jauh pada Putri Lailan saat ini dan memilih bertanya pada Gu Yihao nanti.
"Omong-omong bagaimana kabarmu dengan saudara kesebelasku? Kemarin dia pergi menemui ayah kaisar di depan banyak menteri untuk meminta dekret suci pernikahan," kata Putri Lailan sedikit cemburu. Dia juga berharap bisa menikah dengan seseorang yang berani dan setia seperti saudaranya ini.
Qing Mao tersipu sedikit saat mendengar nama Gu Yihao. Dia tidak mau membicarakan itu sekarang tapi Putri Lailan sangat pandai menangkap kesempatan.
"Ah, sayangku, jangan malu-malu. Aku katakan, meski saudara kesebelas ini sebelumnya bodoh karena tergoda oleh jala*g Nu Qingge, tapi kini dia bangun. Aku menunggu pernikahan kalian," kata Putri Lailan lagi.
"Meski kami setuju untuk menikah, tapi waktunya akan diubah lagi," ujar Qing Mao membenarkan.
"Bukankah dalam waktu dekat ini?"
"Tidak."
"..." Putri Lailan tidak tahu apakah informasi ini benar atau tidak. Tapi dia akan tahu jika waktunya tiba.
"Baiklah, aku tidak akan membahas ini sekarang. Jadi ... Apakah kamu akan pergi keluar hari ini?" tanyanya.
"Ya, pergilah dan jalan-jalan," jawab Qing Mao.
Setelah mengobrol, keduanya pergi ke pasar untuk membeli sesuatu, makan di restoran, menonton teater, membaca buku kuno di paviliun para sarjana bahkan menaiki perahu.
Putri Lailan terlihat lebih bahagia hari ini karena bisa pergi dengan Qing Mao tanpa perlu mengkhawatirkan Nu Qingge yang sudah meninggal.
Namun suasana di istana tidak terlalu baik saat ini ....
Selir Kekaisaran Yi yang dimasukkan ke istana dingin mendapatkan kabar tersebut bahkan membuang makan siangnya sendiri dengan kasar.
Putrinya yaitu Putri Yu Yang memberi tahukan hal tersebut pada ibu selirnya. Benar saja, Selir Kekaisaran Yi marah.
__ADS_1
Nu Qingge masih menjadi tunangan putranya, Gu Wenlian. Meski menikah diam-diam dan sempat masuk istana, tapi Nu Qingge terpaksa dipulangkan karena reputasinya yang buruk.
Siapa yang akan tahu jika gadis itu akan bunuh diri di depan gerbang istana putranya.
"Apakah tidak ada orang yang menyadarinya? Bukanlah penjaga pintu harusnya tahu? Apa gunanya memperkerjakan mereka?" Selir Kekaisaran Yi mencubit gaunnya sendiri dan berusaha untuk mengecilkan suasananya.
Dinding memiliki telinga dan dia diawasi oleh orang-orang Kaisar Gu semenjak ketahuan meracuni pangeran kesebelas.
Putri Yu Yang juga cemas. "Bu, siapa yang akan tahu akan ada kejadian seperti ini. Para penjaga pintu sama sekali tidak tahu hal ini dan mereka tiba-tiba mendapati wanita jala*g itu mati di depan pintu gerbang istana kakak! Sekarang ayah kaisar marah dan berniat untuk menghukum kakak. Bu, kamu harus melakukan sesuatu," jelasnya dengan mata memerah.
Ibunya sudah masuk istana dingin dan Putri Yu Yang menjadi lelucon di istana, ditertawakan atau diejek oleh putri-putri lainnya yang lebih rendah.
Dia tidak tahan tapi tak tahu harus berbuat apa. Belum lagi, dia tidak dekat dengan saudara-saudaranya. Adapun Gu Huiling, jelas merupakan musuh kakak. Sementara saudara-saudaranya yang lain tidak terlalu berguna.
Selir Kekaisaran Yi mencoba memutar otaknya untuk memikirkan cara. Pada akhirnya, dia bangkit dari duduknya dan menyesuaikan gaun istana sederhana yang kini selalu harus dipakai.
"Ayo, aku akan pergi ke istana untuk menemui ayahmu," katanya.
"Bu, bukankah kamu tidak diizinkan keluar?" Putri Yu Yang ragu.
"Putraku ada di sana dan dia masih saudara laki-lakimu. Apakah kamu akan membiarkannya diinjak oleh putranya yang lain?" cibir Selir Kekaisaran Yi.
Rambutnya ditata rapi, sederhana dan hanya ada jepit rambut emas yang menghiasi kepalanya. Setelah memasuki istana dingin, dia cukup miskin dan tidak terawat.
"Ibu Selir mengkhawatirkan saudara kesebelas akan membunuh kakak?" tanya Putri Yu Yang pelan.
"Gu Yihao tidak akan melakukannya. Dia tak perlu repit mengurus saudaramu saat ini. Tapi kita harus mencemaskan Gu Huiling," jawab Selir Kekaisaran Yi seraya berjalan ke pintu.
"Kamu harus ingat, status putra mahkota kakakmu kini ditahan dan kemungkinan jatuh ke tangan pangeran sepuluh. Dia memiliki banyak rahasia tentang kakakmu saat ini dan mungkin akan membunuhmu melalui tangan ayah kaisarmu!" jelasnya. "Apakah kamu mengerti sekarang?"
Putri Yu Yang langsung pucat dan memikirkan masalah ini berulang kali. Jika kakkanya bermasalah, statusnya di istana akan lebih rendah. Putri Lailan pasti akan menertawakannya di belakang.
Memikirkan Putri Lailan yang selalu berpakaian mewah, cantik dan dihormati oleh orang-orang istana, dia cemburu gila.
__ADS_1
Kedua tangannya mengepal. "Kalau begitu, Bu ... Aku tak bisa menemanimu. Aku akan menemui seseorang hari ini."
Putri Yu Yang sudah memikirkannya.