Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
"Raja Ini Ingin Mencoba Masakanmu"


__ADS_3

GADIS ITU tak berani untuk menatapnya karena berpikir jika ketampanan Gu Yihao terlalu berlebihan bukan? Bagaimana bisa ada pria setampan itu di dunia ini? Pasti hanya tipuan saja. Gu Yihao pasti memakai teknik make up yang cukup tebal.


Karena dia tak kunjung mengangkat kepala, Gu Yihao akhirnya mencubit dagu gadis itu dengan lembut. Qing Mao menatap Gu Yihao, agak linglung, tanpa sadar ingin melepaskan diri darinya.


"Le-lepaskan aku," katanya.


Tiba-tiba saja Gu Yihao menjatuhkan ciuman di bibirnya. Membuat gadis itu membelalakkan mata. Hooligan! Benar-benar bermain hooligan dengannya. Ia langsung memiliki keinginan untuk mendorongnya, tapi tangan Gu Yihao begitu kokoh saat menahan pinggang gadis itu.


Walaupun ciumannya tidak lama, namun Qing Mao benar-benar merasa malu untuk ini.


"Gu Yihao, apakah begitu menyenangkan untuk kehilangan citramu sebagai Raja Yi?" tanya Qing Mao dengan nada kesal. Tapi lagi-lagi pria itu menjatuhkan ciuman hingga dirinya tak sempat untuk menghindar.


Lalu kecupan itu turun ke pipi dan telinganya serta ke leher. Qing Mao sedikit gemetar akibat rasa geli yang dialaminya. Hal tersebut membuat hormon Gu Yihao sedikit terbakar. Tak berapa lama kemudian, pria itu akhirnya sadar jika saat ini pikirannya terlalu berkabut. Ada sedikit keinginan untuk memiliki, tapi tak bisa memaksakan gadis itu menerimanya begitu saja. Setidaknya, Gu Yihao ingin mendapatkan hati gadis itu lebih dulu.


Wajah Qing Mao memerah. Ini hanyalah tipuan saja agar pria itu bisa menggodanya. Untungnya Gu Yihao tidak melakukan sesuatu yang berlebihan kali ini dan mulai serius dengan apa yang seharusnya dibahas.


"Haruskah kita memahami apa yang tertulis dalam buku usang ini?" tanya gadis itu segera mengalihkan perhatiannya pada buku.


"Bagaimana menurutmu?" Gu Yihao bertanya kembali dengan nada datar tapi bisa membuat wanita manapun yang mendengarnya tersipu.


"Aku lebih penasaran bagaimana bisa aku sendiri memahami arti dari isi buku ini," jawab Qing Mao mengaku.


"Raja ini juga sama," katanya langsung berkedip ringan. Jari-jari panjangnya yang ramping dan kokoh membelai beberapa halaman buku usang, terlihat menawan dan berkarakter.


Qing Mao hampir linglung oleh adegan tersebut dan mengira jika Gu Yihao sedang merayunya lagi. Namun faktanya mungkin tidak seperti itu. Hanya saja Gu Yihao memang sudah memiliki pesona seperti ini sejak kecil sehingga sulit untuk disembunyikan.

__ADS_1


"Lalu apa yang harus dilakukan?" Gadis itu sedikit tidak berdaya. Dia sebenarnya tidak mau terjerat dalam hal-hal seperti ini. Dirinya berasal dari zaman modern, bisakah memahami sesuatu yang begitu asing ini?


Meski dia telah berulang kali menggunakan kemampuan ruang cincin batu giok hijau, tapi tampaknya ada sesuatu yang menghalangi pandangan, seperti kabut putih yang sulit dihilangkan. Qing Mao tidak tahu apa artinya itu, seakan-akan buku usang ini telah menyimpan banyak sejarah lama yang sangat penting serta berhubungan dengan dirinya dan Gu Yihao.


Lalu apakah ini ada hubungannya dengan mimpi buruk yang dialami Qing Mao selama beberapa hari terakhir? Tentu saja tidak mungkin. Tak ada gambaran tentang buku usang tersebut dalam mimpi anehnya itu. Jadi dua hal sebelumnya tidak memiliki kaitan sama sekali.


"Menemui nyonya Pei adalah cara terbaik. Raja ini akan mengantarmu ke sana besok," jawab pria itu menentukan. Tak peduli apa keputusan Qing Mao, dia yakin jika gadis itu pasti akan pergi ke sana.


"..." Kapan aku berkata akan pergi denganmu? Pikir gadis itu dengan sudut mulut berkedut ringan.


Keduanya membaca halaman demi halaman buku tersebut hingga ke halaman terakhir. Tanpa sadar, sebenarnya sudah mengabiskan waktu seharian. Hari sudah menjelang sore. Qing Mao ingat jika Hyou sudah pergi lagi dan membiarkan Gu Yihao menjaganya. Semakin ke sini, Hyou menjadi mencurigakan dan misterius.


"Sebentar lagi waktunya makan malam. Apakah ada sesuatu yang ingin kamu makan?" tawar gadis itu.


Pelayan belum memasak saat ini karena hari masih sore. Jadi dia menawari pria itu lebih dulu. Bagaimanapun juga meski Qing Mao memiliki kesan yang buruk pada pria ini karena ingatan yang diberikan cincin batu giok hijau, tapi Gu Yihao masih seorang pangeran. Dia memiliki sikap kesopanan juga sebagai anggota resimen bayaran kuno di zaman modern.


"Biarkan pelayan yang memasak," kata Qing Mao seraya mengupas kulit jeruk.


"Raja ini ingin mencoba masakanmu."


"..." Apakah karena dirinya mulai melunakkan sikap, Gu Yihao menjadi sombong? Pikiran Qing Mao sedikit tidak terduga.


Setelah terdiam sebentar, gadis itu sepertinya tidak telalu mengira ini berlebihan. Lagi pula, Gu Yihao ada di rumahnya. Dia menjamu tamu dan memperlakukannya seperti raja. Jadi, dia hanya tersenyum kaku dan bertanya apa yang ingin dimakan pria itu.


"Raja ini memakan apapun yang dimaksud Mao'er," ujarnya.

__ADS_1


"Berhentilah memanggilku seperti itu. Kita tidak dekat!" Setelah berkata demikian, gadis itu meninggalkan balkon dengan wajah memerah.


Beberapa lentera di rumah Qing Mao sudah dihidupkan. Biasanya gadis itu akan menggunakannya pencahayaan lampu zaman modern, tapi sepertinya saat ini agak tidak mungkin. Hyou berkata meski dirinya memiliki barang-barang zaman modern yang bisa digunakan pada zaman kuno, tetap saja berisiko. Jadi menyalakan lentera masih baik-baik saja.


Di dapur ....


Qing Mao mulai menyiapkan beberapa bahan untuk memasak menu makan malam kali ini. Para pelayan yang bertugas di daouryaegwra diusir dulu. Dia akan sibuk sendiri. Meski para pelayan itu khawatir nona muda mereka akan terluka, tapi tak ada yang bisa dilakukan selain menunggu saja.


Gadis itu akan membuat beberapa hidangan zaman ini yang cukup populer di kalangan istana kekaisaran. Beberapa menu tanpa minyak atau jenis aluk pauk yang diolah hati-hati juga tak luput dari perhatiannya.


Dia membersihkan ikan, daging ayam dan juga daging sapi. Tak lupa juga beberapa udang dan cumi-cumi. Kemudian mengiris beberapa bumbu seperti bawang merah dan bawang putih, bawang bombai, cabai merah rempah-rempah zaman ini, serta beberapa bumbu penyedap rasa lainnya.


Dia juga pandai memasak sehingga tak diragukan lagi keahliannya yang terbaik meski dulu merupakan anggota yang cukup muda di resimen bayaran kuno.


Di balkon, udara mulai dingin. Ketika lentera di sekitar balkon dinyalakan oleh pelayan, suasana menjadi lebih hangat. Rumah gadis ini begitu besar. Entah sejak kapan merenovasinya. Kenapa dia tidak ingat jika Qing Mao memiliki rumah sebesar ini? Jika gadis itu tahu pikirannya, mungkin akan gemetar dan linglung. Bisakah Gu Yihao memiliki ingatan samar yang lepas dari kekuasaan cincin batu giok hijau?


Tak berapa lama, sepertinya dia mencium aroma masakan yang sangat menggugah selera. Gadis itu benar-benar mampu melakukannya dengan baik. Gu Yihao bangkit dan membenarkan zaoshan-nya, lalu turun ke lantai pertama.


"Apakah tuan kalian benar-benar memasak di dapur?" tanyanya memastikan.


Gadis pelayan yang terlihat muda dan berekspresi datar pun segera membungkuk setengah badannya. "Ya, Yang Mulia. Nona muda ingin memasak sendiri sehingga membiarkan para koki bebas dulu. Karena butler Hyou tidak ada di rumah, ini menjadi tanggung jawab kita," jelasnya.


Gu Yihao menaikkan sebelah alisnya. Pelayan di rumah ini bahkan begitu tenang data berhadapan dengan dirinya yang selalu ditakuti oleh banyak orang.


"Apakah menurutmu, tuanmu cocok menjadi istriku?" Pria itu tiba-tiba bertanya, sangat santai dan percaya diri.

__ADS_1


"..." Yang Mulia, apakah cinta Anda ditolak oleh nona muda? Pikir si gadis pelayan dengan enggan.


__ADS_2