Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Latihan Terakhir


__ADS_3

"ITU BAGUS." Gu Wei yang berada di tubuh Gu Wenlian pun tersenyum lebih lebar.


Jika matahari bersinar terang, para mayat hidupnya tak bisa muncul di daratan. Mereka hanya bisa bersembunyi di tempat gelap dan lembap.


Seandainya masih berada di musim dingin, maka semuanya baik-baik saja. Sayang sekali musim cepat berganti ....


Gu Wei sudah mengira jika para mayat hidup yang telah ditanam di negara Quentian kini ditemukan oleh Gu Yihao. Dia hanya bisa menarik sisanya ke sisi paling dalam kegelapan bawah tanah. Dengan begitu, dia bisa menghemat pasukannya.


"Kualitas udara di dunia ini benar-benar buruk. Bahkan jika ada energi spiritual yang tersisa, itu seperti kotoran di mataku," gumam Gu Wei yang berada di tubuh Gu Wenlian.


Ditambahkan tubuh asli Gu Wenlian juga lemah. Ini membuat Gu Wei merasa terhina.


Tapi apa daya, hanya tubuh ini yang cocok untuk menampung jiwa gelapnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu dengan cepat berlalu.


Negara Quentian diam-diam gelisah. Istana Kekaisaran sudah membuat banyak pengaturan untuk penjagaan istana.


Kaisar Gu yang duduk di takhtanya tak bisa berhenti menghela napas panjang. Para menterinya saling melirik, berbisik sopan bahkan mengutarakan pendapat.


Mereka mengkhawatirkan krisis yang akan menimpa negara. Baik warga biasa atau kaum bangsawan sedikit panik tentang berita gerhana matahari yang akan muncul hanya dalam waktu beberapa hari lagi.

__ADS_1


Di antara mereka ada yang tidak tahu apa itu gerhana matahari. Tapi menurut legenda, sepertinya tidak terlalu menyeramkan. Hanya saja sedikit aneh dan tidak terbiasa. Lagi pula, di zaman kuno seperti ini, gerhana matahari hanya terjadi setiap seratus tahun sekali.


Kali ini bisa dikatakan sebagai fenomena alam langka yang membuat orang-orang penasaran sekaligus takut. Dibandingkan penasaran, rasa takut mungkin lebih besar bukan?


“Semuanya tenang,” kata Kaisar Gu langsung mengangkat sebelah tangannya sehingga para menteri itu langsung terdiam.


Ketika suasana sudah hening, Kaisar Gu mengembuskan napas tidak berdaya. Ada banyak perencanaan di kepalanya. Semua itu juga telah dibahas dengan Gu Yihao.


Kemungkinan besar, serangan Gu Wei kali ini akan berdampak bagi banyak orang. Dia sudah siap untuk segala kondisi. Semua warga yang ada di ibu kota harus diungsikan terlebih dahulu. Namun Kaisar Gu masih kurang yakin tentang ini.


Mayat-mayat hidup yang bersembunyi di bawah tanah sewaktu-waktu akan menyerang kapan saja. Terutama di malam hari. Kaisar Gu telah menurunkan perintah pada warganya untuk berada di dalam rumah sepanjang malam. Jika ada sesuatu yang mencurigakan, mereka harus melapor segera.


“Dalam beberapa hari terakhir, kita akan melakukan proses penjagaan ketat di ibu kota. Harap bagi kalian yang memiliki keluarga untuk berjaga-jaga. Bencana ini hanya akan terjadi sekali dalam hidup ini. Gerhana matahari bukanlah bencana, tapi Gu Wei adalah bencana bagi kita. Ini tidak mudah bagi putraku dan juga nona Qing,” tutur Kaisar Gu langsung membuat beberapa spekulasi di hati para bawahannya.


Semua orang di ibu kota tahu jika Qing Mao merupakan satu-satunya keturunan keluarga Qing yang selamat dari hukuman mati. Tidak ada yang berani membicarakan masalah ini sejak awal karena Kaisar Gu pasti akan menghukum siapa pun yang menyebarkan desas-desus.


Tapi apa pun alasannya, ini bukan waktunya mempermasalahkan keluarga Qing.


Semua orang sudah tahu tentang Gu Wei karena di masa lalu, cerita tentang pensiunan kaisar yang melawan Gu Wei telah menjadi legenda.


Para perdana menteri dan jenderal yang hadir hanya bisa berkompromi dengan rencana Kaisar Gu. Belum lagi, pangeran kesepuluh—Gu Huiling dan pangeran tertua—Gu Zhaoxin diperintahkan untuk mengurus masalah ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Qing Mao dan Gu Yihao saat ini berada di sebuah tempat. Malam ini, mereka pergi untuk membunuh beberapa mayat hidup yang bersembunyi di gua bawah tanah serta gua air yang luas.


Sayangnya, mayat hidup yang tersisa tidak banyak. Sepertinya Gu Wei telah mengubah rencananya lagi.


"Ini merepotkan. Apakah kamu sudah mengetahui di mana tempat Gu Wei bersembunyi?" tanya Qing Mao pada Hyou yang kini bertugas sebagai seorang detektor.


Hyou mampu mengetahui keberadaan mayat hidup ini karena kemampuannya sebagai penjaga cincin batu giok hijau. Dia menggelengkan kepala.


"Gu Wei sama denganku. Dia memiliki cara untuk menyembunyikan diri. Atau ... hanya ada satu kemungkinan," jawabnya.


"Apa itu?"


"Dia tidak ada di negara ini. Selama itu cukup jauh dari negara ini, aku tak bisa mengetahui lokasinya."


Qing Mao dan Gu Yihao terdiam. Ini juga masuk akal. Sepertinya Gu Wei memang meninggalkan negara Quentian dan membuat pasukannya sendiri.


"Ada satu hal yang harus diingat. Para mayat hidup yang kita bunuh selama ini hanyalah makhluk tingkat rendah. Harusnya masih ada yang lebih kuat dari ini,'" jelas Hyou datar.


"Bukankah itu sama saja?"


"Tidak. Mayat hidup yang lebih kuat tentu saja mampu berbicara dan meminta pikiran yang jelas sama seperti manusia pada umumnya. Hanya saja mereka tidak memiliki napas kehidupan." Hyou menggelengkan kepala.


Jika mayat hidup biasa takut dengan sinar matahari dan api, maka jenis yang lebih kuat tidak seperti itu. Karena mereka belum pernah bertemu dengan salah satu dari makhluk yang lebih kuat ini, tentu saja belum tahu cara menghadapinya.

__ADS_1


"Jadi, bisakah kita menang nanti?" tanya Qing Mao.


Pertanyaan ini, Hyou juga langsung tutup mulut. Dia tidak yakin ....


__ADS_2