
QING MAO memerah dan buru-buru menyentuh lehernya. Tapi jelas hari ini dia memakai gaun berkerah tinggi dan sangat nyaman untuk dipakai. Jadi di mana itu terlihat. Tak lama setelah berpikir lagi, sebenarnya Han Baimo ini mengerjainya?
Sementara Han Baimo melihat ekspresi Qing Mao yang sedikit kaku, tiba-tiba saja tertawa dan tersedak air teh yang baru saja diminumnya. Dia batuk beberapa kali dan wajahnya sedikit merah karena rasa perih di sekitar rongga hidungnya.
Ini karma!
“Han Baimo, kamu sengaja!” Gadis itu menggertakkan giginya dan mengembuskan napas panjang.
Pria itu melambai santai dan menggelengkan kepala. “Sebenarnya aku tidak tahu apa-apa, hanya bicara santai. Tapi siapa yang tahu jika itu sungguhan?”
Han Baimo memang berniat bercanda sejak awal tapi melihat Qing Mao yang menyentuh lehernya, dia akhirnya tahu jika pria itu berbuat bajin*an tadi malam?
Tapi dia tidak mempermalukannya Qing Mao. Lagi pula gadis itu dan Gu Yihao memang ditakdirkan untuk menjalani berbagai kehidupan yang sedikit pahit sejak awal.
Hanya sedikit pahit. Jika Qing Mao atau Gu Yihao mengetahui apa yang dipikirkannya, mungkin akan memasang ekspresi marah. Ini bukan lagi kehidupan yang sedikit pahit, tapi menyakitkan bagi pasangan.
Hanya saja, ah ...! Apa yang diketahui oleh Han Baimo yang telah hidup tanpa pasangan selama beberapa kehidupan sebelumnya?
Bisakah dia tetap hidup sendiri di kehidupan kali ini?
Qing Mao memikirkannya tanpa sepengetahuan Han Baimo.
Keduanya berbicara cukup lama tentang Gu Wei yang kemungkinan merasuki tubuh Gu Wenlian. Tapi tidak tahu apakah itu benar atau tidak.
"Masalah ini seharusnya biarkan Yihao yang mencari tahu." Han Baimo meletakkan cangkir tehnya yang sudah kosong.
"Tidak bisakah kamu melakukannya?" tanya gadis itu.
"Aku bisa saja mengungkapkannya di depan kaisar, tapi ... apakah kamu yakin?" Han Baimo menatapnya dengan ekspresi serius.
"Apa maksudmu?"
"Jika keberadaan Gu Wei langsung diekspos di depan kaisar dan banyak orang, maka kemungkinan besar Gu Wei akan membawa anak buahnya untuk memulai kerusuhan istana. Dia mampu untuk membunuh orang, sama seperti di kehidupan masa lalu," jelas Han Baimo juga sedikit sakit kepala setelah memikirkannya.
Kenapa masalah di kehidupan saat ini justru lebih merepotkannya?
"Anak buahnya ini ... Apakah kasih dari dunia hantu?" Qing Mao mengingat potongan ingatan di kehidupan sebelumnya jika Gu Wei memiliki prajurit hantu untuk melawannya dan Gu Yihao.
Han Baimo mengangguk. "Ini masih sama seperti waktu itu dan mengira jika kamu dan Gu Yihao tidak memiliki ingatan tentang kehidupan sebelumnya. Jadi cara ini pasti akan berhasil."
Qing Mao tertegun dan tanpa sadar memikirkan semuanya lagi.
__ADS_1
Jika dia dan Gu Yihao masih tidak ingat tentang kehidupan masa lalu, mungkin Gu Wei sebagai roh penjaga cincin batu giok hitam akan mengulangi cara yang sama untuk mengatasinya.
"Sepertinya sulit untuk membunuh Gu Wei," bisik Qing Mao.
"Nah, kamu juga tahu ini. Jadi pikirkanlah. Masa senangmu dan Yihao juga tidak akan bertahan lama selama makhluk ini masih berkeliaran sebagai bintang sapu." Han Baimo menanggapi dengan nada bicara tak bersalah.
...----------------...
NOTE: Bintang sapu berarti seseorang yang dilambangkan memiliki nasib sial, baik berdampak bagi diri sendiri ataupun orang-orang terdekatnya.
...----------------...
Qing Mao harus selalu bersabar ketika mengobrol dengan pria ini. Jika tidak, mentalnya mungkin tak akan bertahan lama setelah beberapa kalimat.
Setelah cukup lama mengobrol, Qing Mao akhirnya meninggalkan restoran dan kembali ke rumah.
Tanpa diduga, saat malam hari tiba, Gu Yihao datang dan memeluknya dari belakang.
Pria itu mengejutkannya.
"Apa yang Mao'er bicarakan dengan pria itu?" bisik Gu Yihao sedikit dalam. Nada bicaranya mengungkapkan jika saat ini tak ada hak negosiasi.
Gu Yihao menyipitkan mata dan pelukannya menjadi lebih erat. "Raja ini tidak mengizinkanmu untuk terlalu intim dengan pria lain," katanya.
"Siapa yang bertindak intim? Apakah hanya bicara empat mata dan tentang masalah penting ini masih membuatmu egois?"
Terkadang Qing Mao tidak suka karakter Gu Yihao yang sedikit penuduh seperti itu.
"Serahkan itu padaku. Aku sudah tahu jika kondisi saudara kesembilan aneh hari ini," jelas Gu Yihao.
"Apakah kamu mencari tahu sesuatu?" Qing Mao ingin melepaskan pelukan pria itu tapi tidak berhasil.
Gu Yihao justru merasa nyaman memeluknya dari belakang dan dia membiarkan gadis itu duduk di pangkuannya.
"Aku mencari tahu sore ini dan mendapatkan banyak laporan ganjil," jawabnya.
"Maukah kamu memberi tahuku?" Qing Mao meminta.
"Apa imbalannya bagi raja ini?" tanyanya.
"Apa yang kamu mau?"
__ADS_1
"Bayar dengan tubuhmu."
"Gu Yihao!!" Qing Mao marah.
Tapi Gu Yihao langsung terkekeh dan mencubit ujung hidungnya karena gemas.
"Baiklah, hanya bercanda. Mao'er tidak perlu memasang duri landak di tubuhnya," godanya. "Cukup cium dan tidur bersama malam ini, raja ini pasti puas."
"Tidak masalah." Qing Mao segera mencium pipi pria itu dengan ekspresi sedikit malu.
"Bukan cium pipi," keluh pria itu langsung memasang ekspresi kecewa.
"Lalu ... Di mana?" Qing Mao menatapnya dengan bingung. Bukankah cium di pipinya baik-baik saja?
"Mao'er, kita telah menjadi pasangan selama beberapa kehidupan, apakah masih begitu malu untuk ciuman?" Pria itu menatap mata jernih Qing Mao yang telah akrab dengannya selama beberapa kehidupan.
Dia membelai wajah gadis itu dan memperhatikan bibit merah mudanya yang tampak lembap dan lembut. Jari nya yang sedikit berkulit kasar karena telah menyentuh pedang sejak kecil, menyentuh bibit gadis itu.
"Raja ingin dicium di sini," ujarnya.
Segera, suasana menjadi sedikit ambigu dan Qing Mao tidak pernah yakin akan melakukannya. Tapi dia masih berani untuk mengaitkan kedua tangan di leher pria itu dan mencium bibirnya sekilas.
Tapi Gu Yihao menahan belakang kepalanya dan memperdalam ciuman itu hingga Qing Mao hampir kehabisan napas.
Gu Yihao melepaskan tautan bibir dan membiarkan Qing Mao mengambil napas sebanyak-banyaknya.
"Ingat untuk mengambil napas saat berciuman."
Qing Mao cukup malu. Di mana dia ingat dengan mengambil napas saat ciuman jika pikirannya sendiri sedang kacau?
"Bisakah kamu memberi tahuku sekarang?" Gadis itu kembali ke topik.
"Ya."
Gu Yihao tidak lagi bertindak hooligan dan memberi tahu Qing Mao detailnya.
Gu Wenlian bukan hanya memiliki karakter aneh setelah kematian Nu Qingge, tapi juga bertindak kasar pada selirnya di tempat tidur. Dikatakan bahwa beberapa selir di halaman belakang tak luput dari perlakuan kasar Gu Wenlian saat berhubungan badan.
"Dia menyentuh beberapa selirnya setelah kembali dari istana?" Qing Mao terkejut.
Saat dia berada di istana hari ini, Gu Wenlian terlihat normal. Jadi kenapa perilakunya mulai aneh?
__ADS_1