
KETIKA array pelindung kota pecah, semua mayat hidup yang telah menunggu akhirnya berkeliaran secara bebas untuk mencari mangsa. Mereka akan membunuh apa saja yang telah dilewati, menghancurkan barang atau bahkan menakut-nakuti orang-orang.
Sayangnya, gerhana matahari yang menjadikan siang ini seperti malam yang gelap gulita, suasana di kota tampak sepi.
Kecuali istana kekaisaran yang masih memiliki sedikit aktivitas. Kaisar Gu duduk di kursi naga sambil mendengarkan beberapa laporan dari bawahannya secara berkala.
Saat mengetahui array pelindung pecah, Kaisar Gu tampaknya tidak khawatir.
Permaisuri Xue juga ada di sampingnya, suasana hatinya gelisah. Dia mengkhawatirkan putrinya yang kini berada di kediaman keluarga An. Putrinya tengah hamil saat ini, tidak tahu apakah akan merasa tertekan saat An Daiyu terjun ke lokasi kejadian.
"Yang Mulia, apakah semuanya akan baik-baik saja?" tanyanya.
Kaisar Gu mendesah pelan. "Kita percaya saja pada rencana pangeran kesebelas."
Di mata Kaisar Gu, pangeran kesebelas—Gu Yihao sangat cakap seperti pensiunan kaisar di masa lalu. Dia memiliki ambisi melindungi negara bahkan jika tidak tumbuh di bawah asuhan ibu selirnya.
Memikirkan kematian orang yang dicintainya, Kaisar Gu menghela napas. Dia sepertinya sudah sangat tua saat ini, lelah dan ingin pensiun. Tapi Gu Huiling belum bisa duduk di kursi naga saat sedang mengambil kepercayaan rakyat dan para bawahan istana kekaisaran.
Menjadi kaisar bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Tanggung jawabnya besar.
__ADS_1
Saat ini saja, Kaisar Gu menghitung berapa banyak kerugian yang akan dibebankan pada istana kekaisaran. Banyak tael perak dan emas yang akan keluar dari pembendaharaan istana kekaisaran. Kaisar Gu merasa sakit hati saat memikirkannya.
Barang-barang yang dihancurkan oleh para mayat hidup itu tidak sedikit. Tapi yang penting rakyatnya selamat. Kaisar tanpa rakyatnya, bukankah hanya omong kosong?
Tiba-tiba saja, seorang penjaga masuk dengan ekspresi ketakutan di wajahnya.
"Ada apa?" tanya Kaisar Gu memiliki firasat buruk.
"Yang Mulia ... Ini, ini tentang ... tentang selir kehormatan Yi—"
Penjaga yang sedang melapor tiba-tiba saja disela oleh Permaisuri Xue.
"Bicaralah yang jelas! Apa yang sedang terjadi?"
Ada desas-desus yang beredar jika Selir Kehormatan Yi pergi setelah mendengar kabar tentang Gu Wenlian.
Mendengarkan laporan ini, Kaisar Gu marah besar dan meminta pasukannya yang lain untuk mencari keberadaan wanita itu. Melangkah keluar dari istana dingin saja sudah layak dijatuhi hukuman, apalagi ini meninggalkan gerbang istana kekaisaran.
"Bukankah gerbang istana ditutup? Bagaimana dia bisa pergi?" tanya Kaisar Gu dengan nada keras dan penuh amarah.
__ADS_1
"Bawahan ... bawahan kurang tahu. Tapi, tapi kami menemukan beberapa tumpukan kotak di dekat pagar. Kemungkinan besar selir kehormatan Yi meninggalkan istana dengan cara memanjat dinding," lapor penjaga itu sambil menyeka keringat dingin di dahinya.
Aura Kaisar Gu benar-benar luar biasa. Tatapannya saja sudah mampu membunuh orang mungkin.
Kaisar Gu menggertakkan gigi, duduk dengan kemarahan. Permaisuri Xue mencoba menenangkan amarahnya, memberikan secangkir teh sambil mengatakan beberapa kata yang baik.
Setelah melapor, penjaga itu segera meninggalkan aula istana kaisar secepat mungkin. Berita tentang perginya Selir Kehormatan Yi menyebar ke halaman belakang selir kaisar. Mereka memuji keberanian Selir Kehormatan Yi tapi di sisi lain juga menyayangkan.
Kaisar Gu sudah memerintahkan semua orang di istana untuk tidak meninggalkan halaman selangkah apapun. Suasana di luar sana tidak aman.
Tapi Selir Kehormatan Yi justru meninggalkan istana, sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh selirnya yang lain.
Sebagia selir kekaisaran dengan pangkat yang tidak rendah sebelumnya, Selir Kehormatan Yi dipuji sebagai wanita berburu luhur dan masuk akal.
Siapa yang tahu semuanya menjadi berantakan setelah mendengar nama Gu Wenlian di luar sana. Padahal sudah dijelaskan bahwa Gu Wenlian sudah meninggal dan kini tubuhnya diambil alih eh Gu Wei.
Bahkan kerabat Selir Kehormatan Yi yang masih hidup menjadi khawatir. Namun Kaisar Gu sendiri tidak mau repot mengurus selir yang ditinggalkannya ke istana dingin akibat kesalahannya sendiri karena telah menyakiti putra kesayangannya—Gu Yihao.
"Humph! Karena dia mencari kematiannya sendiri, maka biarkan saja dia mati di tangan mayat hidup itu!" Kaisar yang geram sudah tidak mau memikirkan rencana untuk menyelamatkan wanita itu.
__ADS_1
Permaisuri Xue menghela napas tidak berdaya. Dia tidak suka dengan Selir Kehormatan Yi, namun bukan berarti begitu kejam. Bahkan jika putri Selir Kehormatan Yi pernah menyakiti Putri Lailan dengan memberikan racun di masa lalu, Putri Yu Yang hanyalah seorang gadis yang menuruti perintah ibunya.
Sekarang ibu dan anak itu melarikan diri, bukankah ini lebih disayangkan?