
QING MAO mulai merasa tubuhnya tidak nyaman saat cincin batu giok merah mengeluarkan cahaya dan juga diiringi dengan cincin batu giok hijau yang sama-sama bercahaya. Dorongan kuat untuk menerima sentuhan Gu Yihao mulai menabrak otaknya dan terus memberikan halusinasi.
Dia berusaha sekuat tenaga untuk berpikir jernih dan tidak lagi terjerat dengan rencana licik cincin batu giok. Ini tidak benar! Mungkin kedua cincin ini sudah berpasangan sejak awal dan memiliki peran besar dalam hubungan ambigu ini?
Qing Mao tidak mau berpikir aneh dan harus menemukan cara untuk membuat Gu Yihao sadar. Tapi tampaknya Gu Yihao terlalu terobsesi dengan sesuatu sehingga pikirannya mulai tenggelam oleh efek cincin batu giok merah.
“Gu Yihao … apakah kamu bisa mendengarku?” Qing Mao masih mencoba untuk membuatnya tersadar.
Gu Yihao sama sekali tidak bisa mendengar apa yang dikatakan Qing Mao padanya. Entah kenapa, dia merasa jika kepalanya pusing, tidak bisa melihat apapun dan juga reaksi tubuhnya agak salah. Gu Yihao juga merasakan sesuatu yang cukup panas di salah satu jarinya dan belum tahu jika cincin batu giok merah telah mengeluarkan cahaya.
Di ruang keluarga,
Hyou yang tengah menyesap tehnya pun segera tertegun sebentar ketika merasakan aura hangat mengalir di tubuhnya. Sangat nyaman. Lalu melihat dengan mata spiritualnya. Di kamar, Qing Mao dan Gu Yihao ….
Tiba-tiba saja sudut mulut laki-laki sedikit naik. Apakah ini perkembangan yang bagus? Semakin mereka bersama-sama untuk mengalahkan Gu Wei, maka tugasnya juga akan selesai. Memikirkan tugasnya yang mungkin akan lebih cepat selesai, Hyou merasa sedih lagi.
“Jika semuanya sudah selesai, gadis itu mungkin akan terkejut dengan fakta tentang dirinya sendiri.”
Di sisi lain tentang pemikirannya ini, Hyou merasa bersalah. Tapi hidup memang tidak mudah dan Qing Mao yang dulu … tampaknya adalah sisi gelap yang tak boleh diketahui. Hanya saja kemampuan Hyou terbatas. Sekarang Gu Yihao sudah tahu jati dirinya sendiri dan kini tinggal Qing Mao yang mengungkapkan siapa dirinya di kehidupan pertama.
Hyou akhirnya hanya bisa diam sambil menyesap tehnya dengan tenang, lebih baik dia mencari banyak informasi tentang masalah di negara ini untuk memudahkan Qing Mao beradaptasi dengan cepat. Memegang gulungan laporan, Hyou berpikir lebih lama.
__ADS_1
“Tampaknya Nu Qingge dan Gu Wenlian ini harus ditangani lebih dulu sebelum menyelesaikan masalah Gu Wei,” gumamnya.
Ada kilatan rahasia di mata laki-laki itu dan lagi-lagi sudut mulutnya menunjukkan kurva naik. Qing Mao mungkin harus berterima kasih padanya karena membantu masalah tersebut. Tapi yang tidak diketahui Hyou saat ini, Gu Yihao sudah lebih dulu bergerak sejak awal untuk melampiaskan kebencian gadis itu pada orang-orang yang sudah menyakitinya.
Malam ini, sesuatu yang besar telah terjadi.
Di luar sana, suasana di istana kekaisaran sedang tidak terlalu baik dan beberapa anak kaisar justru tak sengaja terekspos saling berkelahi untuk memperebutkan kekuasaan. Gu Wenlian merasa gelisah tidak mau mengurus Nu Qingge yang terus bicara hingga menyebabkan dirinya sakit kepala. Pangeran kesembilan itu segera meninggalkan halaman Nu Qingge dan pergi tanpa pamit dari rumah perdana menteri keuangan.
Nu Qingge yang merasa dirinya telah diabaikan pun memiliki kebencian besar terhadap seseorang yang tidak tahu siapa. Dia merasa semenjak mengakhiri pertunangan dengan Gu Yihao, kehidupannya kacau. Namun demi menjadi seorang permaisuri di masa depan, Nu Qingge rela mengkhianati Gu Yihao dan mengejar kasih sayang Gu Wenlian.
Sayang sekali bahwa saat ini reputasinya di masyarakat telah hancur dan ayahnya tidak mengizinkan dia keluar rumah selangkah pun. Ibunya juga merasa tertekan. Mengingat di masa lalu, Nu Qingge telah menghitung Qing Mao dan membuat gadis itu kehilangan reputasi di negara ini. Mungkinkah sekarang seseorang sedang menghitungnya juga? Apakah Qing Mao yang membuat dirinya berada di titik ini sekarang?
Nu Qingge memanggil pelayannya untuk memberinya tugas. Dia harus mencari tahu tentang Qing Mao sekarang. Jika benar gadis itu telah berubah dan menjadi lebih pintar, mungkin dia harus melakukan metode lain untuk membuat Qing Mao diusir dari ibu kota.
Sementara di luar gerbang rumah Nu Qingge.
Gu Wenlian memasuki keretanya dan mendengarkan penjelasan dari penjaga gelap. Mereka berkata jika beberapa bisnisnya kini tengah diperhatikan pihak lain hingga kaisar sendiri curiga. Sebenarnya, kaisar tidak terlalu serakah dan selalu acu tak acuh pada semua anaknya. Kecuali ada Gu Yihao yang merupakan anak dari selir kesukaan kaisar di masa lalu.
Selir Kehormatan Yi atau ibu dari Gu Wenlian dan Putri Yu Yang pun kini masih berada di istana dingin. Tanpa ibunya yang berkuasa di halaman belakang, keduanya mengalami sedikit kesulitan. Terutama saingan ibunya yang mungkin merasa bahagia sekarang, Gu Wenlian semakin memiliki kebencian.
“Siapa yang mencoba untuk menjatuhkanku?” gumamnya bingung. Selain pangeran kesepuluh, Gu Huiling yang paling dibencinya, hanya Gu Yihao yang selalu dia perhatikan.
__ADS_1
Gu Yihao tidak mungkin bertindak seperti ini meski hubungan persaudaraan itu kini semakin renggang. Lagi pula Gu Yihao tidak tertarik dengan takhta. Tapi jika itu Gu Huiling … maka ceritanya beda lagi. Mungkinkah Gu Huiling? Ataukah Gu Yihao membantu Gu Huiling untuk takhta?
Gu Wenlian memiliki sedikit kecurigaan besar tentang pemikirannya ini namun apa yang dilaporkan penjaga gelapnya sudah membuat dia yakin jika Gu Huiling adalah hantu dari semua ini. Tapi bagaimana bisa saudara kesepuluhnya itu mengetahui banyak hal tentang dirinya dan juga apa saja yang dia sembunyikan dari kaisar?
“Sudahkah kamu memeriksanya?” tanya Gu Wenlian pelan.
“Bawahan sudah memeriksanya dan pangeran kesepuluh sama sekali tidak keluar istana akhir-akhir ini dan tak ada seorang pun yang datang padanya,” jelas penjaga gelap lagi.
“Tidak ke mana-mana dan tak ada seorang pun yang berkunjung padanya?” Gu Wenlian merasa aneh lagi. “Mungkinkah ada seorang master hebat di belakang ini semua? Ingin menjatuhkanku atau … punya dendam dengan ibu?”
Penjaga gelap yang melapor pun sedikit ragu-ragu. “Mungkin Yang Mulia harus bertanya pada Selir Kehormatan untuk masalah ini.”
“Ya. Besok aku akan ke istana untuk menemui ibuku. Lalu bagaimana dengan adikku, Yu Yang sekarang?”
“Sang putri baik-baik saja.”
“Aku harap dia tak membuat masalah dengan Lailan.” Nada bicara Gu Wenlian sedikit melembut saat memikirkan Putri Lailan.
Dibandingkan adiknya yang bodoh, Putri Lailan lebih baik. Hanya saja karena ibunya memusuhi Permaisuri Xue, ibu Putri Lailan, dia selalu harus menjaga jarak dengan saudara perempuan yang satu ini. Tapi dia tidak terlalu membenci Putri Lailan.
Lalu Gu Wenlian juga teringat dengan Qing Mao. Gadis cantik yang sudah tidak terlihat olehnya selama empat tahun itu ternyata banyak berubah. Tidak pengecut atau pun terlihat malu-malu. Tapi sekarang Qing Mao terlihat ...
__ADS_1
Sebelum Gu Wenlian berpikir lagi tentang Qing Mao, penjaga gelap lainnya datang dan melaporkan sesuatu dengan nada tergesa-gesa. Tapi sebelum berbicara lebih jauh, Gu Wenlian sudah memotongnya lebih dulu.
"Ada apa?" tanyanya tidak sabaran.