
GU YIHAO tidak menjawab dan menatap Hyou dengan sedikit kedinginan. Dan jelas jika Hyou terkejut dengan tatapan matanya yang tidak lagi asing selama ini. Itu semua ... merupakan tatapan dari sosok itu. Mungkinkah Gu Yihao sudah mengetahui siapa dirinya sendiri?
"Raja Yi ... Apakah kamu mengembalikan ingatanmu?" tanya Hyou tiba-tiba. Dia tidak menghentikan tindakan Gu Yihao yang membaringkan Qing Mao di ranjang.
"Jadi kamu tahu?" tanya balik Gu Yihao, begitu tenang dan santai.
Hyou yang berjubah putih itu sedikit mengerutkan kening dan tidak menjawab. Dia langsung meninggalkan kamar Qing Mao dan menunggu pria itu untuk bicara dengannya. Masalah ini tidak sesederhana kelihatannya. Qing Mao tidak boleh mengetahui apapun sebelum waktunya tiba atau semua itu akan terulang kembali.
Tapi kini Gu Yihao mendapatkan ingatannya. Sudah jelas jika Gu Yihao bertemu Putih Tua dan membuka ingatan lama. Padahal Hyou sudah menghapus jejak ingatan Qing Mao agar tidak datang ke reruntuhan itu bersama Gu Yihao. Tapi ... Semua yang dia rencanakan untuk kebaikan masa depan hampir hilang saat ini.
Jika Gu Wei berhasil membunuh Qing Mao atau mengancam Gu Yihao dengan dirinya, maka akhirnya akan buruk. Semua adegan mengerikan itu akan terulang lagi dan lagi.
Hyou baru saja kembali setelah melacak keberadaan penjaga cincin batu giok hitam yang melarikan diri entah ke mana. Tapi setelah merasakan jejak aura reruntuhan itu, dia buru-buru kembali dan mendapati jika Qing Mao maupun Gu Yihao tidak ada di rumah. Ini membuatnya hampir marah setengah mati.
Keduanya berada di balkon dan memperhatikan pemandangan langit sore. Hari hampir malam dan langit mulai menggelap. Angin dingin membelai tubuh keduanya. Hyou menyipitkan mata dan tidak mengatakan apapun saat ini. Dia jelas memikirkan semua masa depan yang telah ditentukan tapi ....
"Seharusnya kamu tidak pergi ke reruntuhan itu. Ini sangat bahaya bagi kalian berdua." Hyou memulai pembicaraan.
"Sebagai Penguasa Benua Quentian, bukankah sudah saatnya bagiku untuk melindungi Mao'er? Aku tahu dulu impulsif dan kehilangan nyawa karena serangan Gu Wei. Tapi kali ini ... yakinlah, tidak akan terulang lagi." Gu Yihao memberi penjelasan. Tapi tampaknya dia tak begitu yakin, apakah saat mengingat ketika Qing Mao meninggal di tangan Gu Wei dari masa ke masa kehidupannya. Ini membuat dia sedikit tidak nyaman.
__ADS_1
Benar saja, Hyou terkekeh dan merasa konyol dengan perkataannya. "Jangan menjamin dirimu ketika tidak bisa menyelamatkan gadis itu setiap bereinkarnasi. Faktanya, selalu ada kalian berdua yang terlahir kembali jika kematian itu datang. Kali ini aku turun tangan untuk membantunya. Jangan mengacau," jelasnya sedikit dingin.
Ini sudah ke sekian kali keduanya bereinkarnasi dan sulit untuk mengakhiri bencana. Terutama Gu Wei. Hyou belum menemukan keberadaan makhluk itu dan yakin jika saat ini bersembunyi untuk menunggu waktu yang tepat. Lagi pula, Gu Wei adalah makhluk tak tahu malu yang lebih suka menyerang dari kegelapan dari pada bertindak terang-terangan. Inilah kelakuan yang membuat Hyou merasa jengkel.
Meski diakui jika Hyou lebih kuat, ini mungkin menjadi alasan utama kenapa Gu Wei bertindak diam-diam. Pertama-tama, buat bingung pikiran Qing Mao, lalu pimpin keluar dari jalur dan kemudian bunuh. Jika hal ini terjadi lagi, maka semuanya sulit.
Wajah Gu Yihao menggelap dan embun beku di matanya terlihat memancarkan tekad yang kuat. "Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Melihat betapa percaya dirinya pria itu, Hyou menghela napas tidak berdaya dan menggelengkan kepala. Dia sudah menjadi roh artefak cincin batu giok hijau sejak lama dan ini kali pertama dia membantu Qing Mao atas kehendak para dewa.
"Gadis itu tidak bisa memiliki ingatan masa lalunya. Apakah kamu tahu?" tanyanya memastikan.
"Bisakah Gu Wei membuka ingatan gadis itu?" tanya balik diri Gu Yihao sedikit menurunkan kelopak matanya dan agak suram.
"Lalu ... apa yang terjadi selama empat tahun sebelumnya?"
Pertanyaan yang tiba-tiba ini membuat Hyou bungkam. Tubuhnya sedikit menegang dan hal itu diketahui oleh Gu Yihao. Ada sesuatu yang disembunyikan begirudalam oleh Hyou. Tapi apa? Apa yang terjadi empat tahun lalu kepada Qing Mao hingga sikapnya berubah dingin seperti sekarang.
Hyou tidak ingin menjawab hal itu dan berbalik untuk memperhatikan sekitar. Empat tahun lalu, mungkin merupakan perubahan besar bagi Qing Mao. Karena tidak mau cerita, dia hanya berkata jika ini bukan waktunya untuk mengetahui masalah itu. Tapi Gu Yihao selalu penasaran dan ingin tahu. Lagi pula, sekarang ingatannya adalah penguasa benua Quentian, bukan Gu Yihao saja.
__ADS_1
Kedua tangan pria itu terkepal dan menatap sosok Hyou dengan tajam. "Kamu tidak akan mengatakannya?"
"Ini belum saatnya." Hyou cemberut. Dia menatap Gu Yihao dengan pandangan acuh tak acuh. "Aku memiliki aturanku sendiri yang telah dikehendaki langit. Bukan bagimu untuk memaksaku mengatakannya atau kehidupan kalian terancam bahaya lebih cepat."
Setelah berkata demikian, Hyou berjalan menjauh dari balkon. Tanpa menoleh ke belakang, dia berkata, "Lebih baik bagimu untuk memperkuat diri dan mengurus benua ini. Lagi pula, sebagai penguasa, kamu harus kembali ke Istana Benua yang kini terkubur oleh array. Kamu cari sendiri. Yakinlah, gadis itu aman denganku," jelasnya.
"..." Gu Yihao hanya menatap sosok itu tanpa mengatakan sepatah kata apapun. Dia memikirkan segalanya dengan linglung. Istana Benua ... Dia masih memiliki ini.
Oleh karena itu, Gu Yihao tidak menunda waktu dan segera pergi untuk memastikan banyak hal tentang identitasnya. Sementara itu ....
Hyou pergi ke kamar Qing Mao.
Gadis itu masih terlihat pingsan dan belum ada tanda-tanda bangun. Hyou menyipit mata dan memperhatikannya cukup lama, sebelum akhirnya menghela napas tidak berdaya. Kehidupan gadis ini cukup menyedihkan. Ini mungkin kehidupan yang lebih menyedihkan baginya saat tidak tahu semua ingatan masa lalu.
Hyou mengikuti tangan kanan dan muncul cahaya putih samar dari jari tengahnya. Setelah menyentuh dahi gadis itu, Hyou merasa lebih lega. Karena mimpi dan fragmentasi ingatan masa lalu itulah yang membimbing Qing Mao untuk mengingat tentang Gu Wei. Kali ini, dia harus menekannya lagi.
Di tempat tidur, Qing Mao hanya mengerutkan keningnya sedikit tapi tidak ada tanda-tanda akan bangun. Hyou meninggal kamar dan membuat menu makan malam. Masalah ini akan segera berlalu. Dia juga memperkuat array aura di luar rumah.
Setelah satu jam lebih, gadis itu akhirnya terbangun dengan perasaan linglung. Dia merasa telah melewati banyak hal, tapi tidak tahu apa. Mengucek matanya dan memperhatikan sekitar, rupanya ada di kamar. Bukankah sebelumnya dia membaca buku usang itu bersama Gu Yihao? Lalu kenapa tiba-tiba dia tertidur?
__ADS_1
Qing Mao tidak tahu bahwa ingatannya tentang reruntuhan dan Gu Wei sudah dihilangkan dari ingatannya oleh Hyou. Ketika dia bangkit dari tempat tidur dan mencoba mengingat apa yang terjadi, sosok laki-laki berjubah putih itu muncul di ambang pintu.
"Hyou ... Apakah aku melewati sesuatu?" tanyanya merasa ada yang ganjal.