Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Belum Bisa Menandingi Kekuatannya


__ADS_3

PARA MAYAT hidup yang berkeliaran di sekitar kota tiba-tiba saja berbalik pergi ke satu arah. Semua pasukan pangeran yang menangani kejadian tersebut langsung kebingungan.


Mayat-mayat hidup itu tampaknya tidak peduli dengan mereka dan menghilang di kegelapan.


Pada saat ini, mereka melihat sedikit cahaya menerangi sekitar. Tanpa sadar, ternyata kegelapan yang menelan matahari sedikit bergeser.


An Daiyu serta rombongan Gu Huiling merasakan firasat yang lebih kuat lagi.


Pertarungan antara Gu Wei dan Gu Yihao serta Qing Mao mungkin sedikit berbahaya kali ini.


"Haruskah kita menyusul?" An Daiyu tampak khawatir.


"Tidak, kita mungkin hanya akan menjadi beban mereka. Ayo pergi," jawab Gu Huiling. Dia pergi ke arah istana kekaisaran dengan kudanya.


Sedangkan An Daiyu masih harus berkeliling untuk memastikan jika semua warga baik-baik saja. Karena gerhana akan segera berakhir, cahayanya sedikit menerangi dunia. Walaupun hanya remang-remang, tapi itu sudah cukup untuk menerangi jalan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi Qing Mao saat ini, Gu Yihao masih belum terlihat. Gu Wei hanya bisa bertarung melawan Qing Mao sebisa mungkin. Tapi tampaknya Qing Mao ini lebih gesit dan tahu semua gerakannya.


Hal ini membuat Gu Wei sedikit tidak sabar. Pertarungan kali ini tampaknya berbeda dari masa lalu. Di saat Gu Wei sedikit khawatir waktunya tidak akan cukup, kegelapan yang menghalangi matahari sedikit bergeser. Kali ini lebih luas dari sebelumnya sehingga Gu Wei menjadi geram.

__ADS_1


Ratusan mayat hidup berkumpul di sekitar Gu Wei dan Qing Mao. Di satu sisi, Qing Mao harus menghindari serangan mayat hidup yang mencoba untuk mencakarnya. Di sisi lain juga, dia harus bertarung melawan Gu Wei yang penuh kebencian.


"Tidak peduli apa pun yang akan terjadi, kamu harus mati!" Gu Wei meningkatkam kecepatan menyerangnya hingga Qing Mao kewalahan.


Gadis itu menangkis menggunakan pedang, lalu melompat ke satu sisi dan menendang beberapa mayat hidup untuk menghindari serangan. Tapi pada akhirnya, Qing Mao masih terkena tendangan Gu Wei.


"Ahh!" Qing Mao merasakan sakit di dadanya karena tendangan Gu Wei yang bertenaga. Dia terpental ke sisi lain dan memuntahkan seteguk darah.


Pedang yang dipegangnya ditancapkan ke tanah sebagai pegangan. Suara Gu Wei yang tertawa membuatnya merinding.


"Gu Wei!" Gadis itu bergumam. Dia harus bertahan sampai waktu yang ditentukan.


Tangannya sudah sedikit gemetar. Jadi saat memegang pedang dan menahan serangan Gu Wei, Qing Mao sedikit melemah. Tapi pada akhirnya, Qing Mao menghindar sambil mengeluarkan sebuah botol cairan penyembuh. Setelah meminumnya, dia merasa tubuhnya pulih sedikit demi sedikit.


Tapi tetap saja Qing Mao masih belum bisa menandingi kekuatan Gu Wei yang telah berkultivasi selama zaman kultivator berjaya.


Serangan Gu Wei semakin ganas saat kegelapan yang menghalangi matahari bergeser sedikit. Jika matahari telah terlihat setengahnya, maka Gu Wei tidak bisa melanjutkan ritual untuk menjadi yang paling berkuasa di dunia ini. Bagaimana pun juga, Qing Mao dan Gu Yihao harus dibunuh sebelum gerhana matahari selesai.


Dengan begitu, kekuatan dari kedua orang ini akan menjadi miliknya.


Para mayat hidup bergantung pada kegelapan. Jika matahari kembali bersinar, mereka harus kembali ke bawah tanah. Jika tidak, mereka akan mati oleh cahaya matahari.

__ADS_1


Oleh karena itu, Qing Mao yang belum bereaksi untuk melawan serangan Gu Wei, kini lehernya justru dicekik.


Qing Mao merasa jika kuku-kuku tajam Gu Wei menembus kulit lehernya. Dia sedikit pucat. Belum lagi napasnya semakin tercekat. Dia hanya menghitung waktu, berharap semuanya berjalan sesuai rencana.


"Aku ingin tahu berapa lama Gu Yihao bersembunyi dariku! Jika dia melihatmu mati lagi, bukankah dia akan mengamuk dan melakukan kesalahan yang sama? Dia lebih suka mati bersamamu dibandingkan hidup kesepian seumur hidupnya," kata Gu Wei sedikit memprovokasi. Cengkeraman pada leher gadis itu semakin menguat.


Qing Mao ingin mengatakan sesuatu, tapi sulit mengeluarkan suara. Di detik-detik dirinya akan kehilangan kesadaran, sosok berjubah putih tiba-tiba saja muncul di belakang Gu Wei dan memukul kepalanya dengan energi spiritual.


"Kejadian masa lalu tidak akan terulang lagi, Gu Wei!" Suara dingin Hyou terdengar.


Gu Wei lengah dan tidak sempat menghindar saat Hyou memukul kepalanya. Pada akhirnya, dia melepaskan cengkeramannya pada leher gadis itu dan sempat terpental ke sisi lain.


Gu Wei sedikit pusing. Tubuh manusia ini sungguh menjengkelkan dan penuh kelemahan.


"Hyou!" geramnya.


Tanpa sadar, cincin batu giok hitam yang dipakai Gu Wei mengeluarkan cahaya redup. Begitu pula dengan milik Qing Mao, cincin batu giok hijau itu bercahaya kehijauan.


Namun kali ini, Gu Wei merasa bingung. Cincin batu giok hitam tidak akan bersinar begitu saja jika sesuatu tidak terjadi.


Kini cincin batu giok hitam miliknya serta cincin batu giok hijau milik Qing Mao bersinar, apa yang sedang terjadi sebenarnya?

__ADS_1


__ADS_2