
MENANG ATAU tidak, Gu Yihao pasti akan melakukan yang terbaik untuk melindungi gadis itu. Dia tak akan mengulangi kehidupan sebelumnya yang begitu menyedihkan.
Gu Yihao memeluk Qing Mao. Hyou melihat keduanya menaburkan makanan anjing (keromantisan) lagi dan mulai kesal. Pada akhirnya dia pergi untuk meninggalkan dunia dua orang itu.
Gu Yihao tidak peduli pada Hyou sejak awal dan hanya berbicara dengan Qing Mao selama beberapa waktu.
Tanpa terasa,waktu telah banyak berlalu. Gu Yihao membantu Qing Mao melancarkan aliran meridian dan memperluas dantian. Dia telah berlatih keras selama beberapa waktu. Semua ini hanya untuk melawan Gu Wei.
"Ini sudah larut malam, kita harus kembali," kata Gu Yihao.
"Tidak bisakah kita menginap di sini?" Qing Mao mengerutkan kening.
Tempat latihan yang mereka tempati saat ini merupakan istana penguasa benua Quentian yang telah dibangun kembali. Istana ini telah sepenuhnya selesai, kecuali taman dan kolam yang masih dalam tahap pengerjaan jangka panjang. Bukan masalah besar.
Ada ruang bawah tanah di istana itu. Digunakan untuk berlatih dan menyimpan beberapa barang penting. Ada juga penjara khusus untuk menahan orang-orang tertentu di masa depan. Semuanya sama seperti di kehidupan pertama mereka.
Meski Qing Mao masih terasa asing dengan berdirinya istana penguasa benua Quentian ini, tapi tidak keberatan untuk tinggal lebih awal.
Sayangnya Gu Yihao menggelengkan kepala. "Raja ini masih suka ranjang empuk di rumah Mao'er," godanya.
Qing Mao mendengkus tapi tanpa sadar pipinya memerah sedikit. "Tak tahu malu!"
Gu Yihao terkekeh dan memeluk gadis itu. Lalu keduanya keluar dari ruang bawah tanah.
__ADS_1
Untungnya makan malam kali ini berada di istana benua Quentian. Para pelayan telah menyiapkan makan malam yang mewah untuk keduanya. Ini sama seperti menu di masa lalu.
Ketika Qing Mao melihatnya, dia merasa emosional. Dia melihat Gu Yihao yang sama sekali tidak pernah berubah dari dulu. Entah kenapa Qing Mao merasa jika pria itu begitu mempesona saat ini.
"Mao'er telah melihat raja ini begitu lama? Apakah sudah jatuh cinta?" Gu Yihao menggodanya.
Qing Mao terbatuk kecil dan menggelengkan kepala lalu mencibir, "Kenapa kamu selalu narsis," gumamnya.
Tapi Gu Yihao bisa mendengar nya. Hanya saja dia tak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.
Keduanya makan malam dengan tenang. Bahkan tanpa adanya pertengkaran. Alasan kenapa Gu Yihao merasa lebih nyaman untuk makan malam di istana penguasa benua Quentian salah satunya karena tidak ada yang mengganggu. Terutama setelah Han Baimo datang ke negara ini.
Pangeran besar negara Baicheng itu pasti sedang mencari ke mana kedua pergi saat ini. Untung saja Gu Yihao sudah merahasiakan kepergian mereka sejak awal.
"Setelah ini, kamu hanya tinggal melatih keseimbangan energi spiritual. Jangan terlalu dipaksakan. Masih ada waktu meski tidak cukup untuk mengembalikan semua kekuatanmu. Lagi pula zaman telah banyak berubah ..." Gu Yihao khawatir Qing Mao akan sedih karena tak bisa mendapatkan kembali kekuatannya seperti di masa lalu.
Berbeda dengan Gu Yihao yang akar spiritualnya masih bisa diolah dengan baik, Qing Mao telah bercampur dengan zaman modern dan motode latihan awalnya berbeda. Sehingga mau tidak mau, gadis itu hanya bisa memulihkan sedikit dari kekuatan aslinya di masa lalu.
"Aku tahu. Kamu tidak perlu khawatir," kata Qing Mao langsung mendengkus.
Gu Yihao tersenyum tidak berdaya dan mengangguk. "Kalau begitu akan kembali dulu."
Keduanya berpisah. Qing Mao melihat pria itu memasuki kereta kuda dan meninggalkan halaman rumahnya. Setelah itu dia juga masuk rumah.
__ADS_1
Hari-hari tenang mereka tidak lama lagi. Bencana sedang menunggu mereka ....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya, istana kekaisaran sudah sibuk dengan berbagai laporan dari kepala penjaga dan juga penjaga rahasia.
Ketika Kaisar Gu duduk di singgasana, kepalanya sudah pusing lebih dulu. Dia mengangkat tangannya untuk membiarkan semua orang tenang.
Setelah suasana menjadi lebih tenang, Kaisar Gu pertama-tama meminta para pangeran untuk melapor lebih dulu.
Aula pengadilan menjadi lebih tegang saat ini. Tengah malam tadi, beberapa keributan terjadi. Suasana tidak tenang hingga menimbulkan beberapa korban jiwa.
"Mayat hidup menyerang beberapa kota termasuk ibu kota. Mereka muncul setelah tengah malam dan membunuh beberapa orang untuk diambil jiwanya ...," lapor salah satu pangeran yang sedikit lebih dua dari Gu Yihao.
"Ada juga tentang ...."
Para pangeran lain juga melapor. Lalu menteri juga memberikan laporan berdasarkan investigasi para penjaga bayangan. Sedangkan para jenderal yang masih bertugas di ibu kota melaporkan lebih banyak insiden di perbatasan.
Beberapa pasukan telah dikirim tadi malam dan berhasil membunuh para mayat hidup sesuai dengan instruksi Han Baimo. Kebetulan saat itu juga, Han Baimo berpatroli untuk membantu mereka.
Laporan lagi ini berlangsung selama setengah hari.
Gu Yihao keluar istana bersama Han Baimo, Gu Huiling serta Gu Zhaoxin. Keempatnya pergi ke sebuah restoran yang telah dipesan khusus. Mereka pun membahas tindak lanjut dari masalah ini.
__ADS_1
"Jika kita hanya memiliki waktu kurang dari satu minggu, lalu kenapa Gu Wei ini menyerang kota lebih awal?" tanya Gu Huiling.