
HYOU SEGERA pergi menuju ke arah di mana Gu Huiling dan An Daiyu berada. Dia melakukan teleportasi agar lebih cepat sampai. Dia muncul di salah satu atap bangunan untuk melihat situasi terlebih dahulu. Saat melihat banyak obor dan beberapa teriakan di salah satu jalan, Hyou segera pergi ke sana.
Dia menggunakan banyak cairan bensin untuk disemprotkan ke arah mayat hidup yang kini menyerang kelompok An Daiyu. Lalu Hyou menyalakan korek api, membakar mereka tanpa berkedip.
Banyak mayat hidup yang kepanasan dan mulai mencoba memadamkan api. Sosok mayat hidup berjubah hitam yang memiliki kesadaran manusiawi langsung mengumpat.
"Tidak berguna!" Dia berteriak.
Melihat sosok Hyou tiba-tiba muncul di depannya, mayat hidup yang memiliki kesadaran itu terkejut.
"Siapa kamu?!" tanyanya langsung melayang setengah meter ke belakang.
Tapi Hyou tidak menjawab. Dia langsung menyiramkan cairan bensin ke wajah mayat hidup yang memiliki kesadaran tersebut lalu membakarnya.
"Ahhh! Wajahku! Panas! Panas!" Makhluk itu berteriak seraya menyentuh wajahnya yang terbakar. Lalu api menyebar ke jubah hitamnya dengan cepat.
"Tidak! Ini tidak mungkin! Manusia licik!" geram makhluk itu.
"Sayangnya aku bukan manusia," kata Hyou datar.
Mayat hidup yang memiliki kesadaran itu belum sempat untuk mengatakan beberapa kata umpatan lagi sebelum akhirnya terbakar dan hangus menjadi bubuk hitam yang diterbangkan angin.
Nasib beberapa mayat hidup lainnya sudah lama menjadi bubuk hitam.
Suasana tiba-tiba menjadi sunyi lagi.
__ADS_1
An Daiyu dan para prajurit yang menyaksikan hanya bisa melihat nya beraksi dengan cepat. Hanya kurang dari lima menit, semuanya sudah diatasi.
"Siapa saja yang keracunan?" tanya Hyou pada mereka semua.
Beberapa prajurit memiliki tubuh memar dan cakaran yang menyakitkan. Tubuh mereka menjadi lemah dan jatuh begitu saja. Hyou segera mengeluarkan beberapa obat penawar untuk mereka.
Luka Gu Huiling hanya ada di lengan, tapi cakarannya cukup dalam.
Hyou segera mengeluarkan obat lain dari udara kosong. "Minum ini untuk mengeluarkan racunnya terlebih dahulu," katanya pada Gu Huiling.
"Terima kasih." Gu Huiling segera membuka tutup botol giok kecil itu dan meminum isinya.
Sensasi dingin dan segar meluncur di tenggorokannya. Lalu dadanya terasa lebih hangat. Pada saat yang bersamaan, dia langsung meminta darah hitam.
"Pangeran!" Yang lainnya khawatir jika kondisi Gu Huiling semakin buruk.
"Aku baik-baik saja. Racunnya sudah dibersihkan," katanya.
Sebenarnya dia sangat penasaran dengan laki-laki berjubah putih bernama Hyou ini. An Daiyu sebelumnya hanya menyebutkan jika Hyou adalah kepala pelayan di rumah Qing Mao. Tapi laki-laki itu justru memiliki kemampuan yang luar biasa.
"Hyou, bagaimana dengan Qing Mao dan Hao Hao saat ini?" tanya An Daiyu.
Hyou menggelengkan kepala. "Aku belum merasakan apa-apa saat ini. Kemungkinan besar mereka telah bertarung dengan Gu Wei. Hanya saja semuanya tidak sesederhana itu. Tunggu dan lihat saja. Jika sesuatu terjadi pada mereka, aku dan Chou pasti akan mengetahuinya. Untuk saat ini, lebih baik mengurangi penyebaran mayat hidup di kota-kota agar tidak menimbulkan banyak korban lagi," jelasnya.
"Ya, kalau begitu kami akan melanjutkan perjalanan. Bagaimana denganmu? Apakah ingin bergabung dengan kami?" tanya An Daiyu lagi.
__ADS_1
"Tidak. Aku akan membuat array yang baru dan menyusul tuanku." Hyou mengeluarkan beberapa botol bensin cadangan. "Gunakan ini untuk membakar para mayat hidup yang ditemui. Lalu nyalakan saja api. Ingat jangan sampai terkena benda lain, cairan ini mudah terbakar," katanya pada mereka.
An Daiyu menerimanya dengan sedikit pemahaman. "Kami tahu."
Setelah berbicara beberapa patah kata lagi, Hyou segera melompat ke salah satu atap perumahan warga lalu menghilang begitu saja.
Para prajurit dan penjaga bayangan mengira jika Hyou seorang praktisi seni bela diri mendalam yang hebat sehingga mampu melakukan teleportasi seperti itu.
Setelah Gu Huiling dipastikan baik-baik saja, Mereka melanjutkan perjalanan. Sesuai dengan kata-kata Hyou, An Daiyu segera menyiramkan bensin ke arah mayat hidup yang mulai mendekat. Lalu prajurit segera membakarnya.
Dengan begitu, pekerjaan mereka sedikit lebih mudah. Hanya saja jika digunakan terlalu sering, bau bensin sedikit mengganggu.
Pada akhirnya, mereka tetap berkeliling untuk memastikan jika para warga tetap aman di rumah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain, Qing Mao dan Gu Yihao rupanya sudah bertarung dengan Gu Wei yang kini telah mengambil alih tubuh Gu Wenlian secara utuh. Wajahnya tidak lagi mengerikan seperti sebelumnya. Gu Wenlian saat ini memiliki wajah Gu Wei, seperti operasi plastik di zaman modern.
Gu Wei dipenuhi dengan aura kegelapan yang besar. Cincin batu giok hitam yang tersemat di salah satu jarinya mengeluarkan cahaya kehitaman. Segera, kabut hitam muncul, menghalangi semua pandangan di sekitar.
"Gu Wei ini benar-benar licik!" Qing Mao tak bisa menahan diri untuk merasa kesal.
Ia kalah dan dibunuh makhluk itu di setiap kehidupan, membuatnya semakin membenci Gu Wei. Jika bukan karena Gu Yihao yang menenangkannya, mungkin Qing Mao sudah lama menghajar Gu Wei.
Kali ini Gu Wei tentu saja lebih kuat dari sebelumnya. Bagaimana mungkin Qing Mao mampu mengalahkannya dengan mudah? Saat ini, dia hanya memiliki kekuatan yang pulih tak lebih dari setengahnya saja.
__ADS_1
Tak lama, keduanya mendengar suara Gu Wei tertawa mengejek. Tidak tahu dia ada di mana. Suaranya seperti ada di sekeliling mereka.
"Kali ini aku akan memastikan jika dunia akan menjadi milikku seutuhnya," kata Gu Wei terdengar santai.