Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Melarikan Diri


__ADS_3

SAYANGNYA Han Baimo bukan pria yang suka menjual perasaan seseorang dan tersenyum polos pada Gu Yihao. Chou adalah pelayan cakap di sampingnya sekaligus jelmaan penjaga cincin batu giok putih miliknya.


Chou adalah seekor kucing putih penjaga. Meski jarang menampilkan wujud manusia dalam waktu lama, Chou juga tak kalah hebatnya seperti Hyou. Perbedaannya, Hyou bukan binatang penjaga, melainkan terlahir dengan wujud manusia. Sementara Chou muncul dalam wujud seekor kucing putih kecil yang menggemaskan.


Jika Qing Mao tahu bahwa Chou adalah seekor kucing putih, mungkin akan muntah darah di tempat.


Gu Yihao tidak mau repot lagi dengan pria itu dan segera meninggalkan kamar Han Baimo.


Adapun Hyou yang baru saja meminum obat, tubuhnya berangsur-angsur membaik tapi mesti dilakukan perawatan lanjutan hingga kondisinya stabil.


"Jangan khawatir tentang gadis itu, Chou akan menjaganya dengan baik." Han Baimo meletakkan mangkuk kosong di meja. "Omong-omong, Gu Wenlian tidak ada di istananya saat ini dan kemungkinan besar telah melarikan diri."


"Dia mungkin sudah tidak memiliki wajah asli itu lagi. Saat ini, istana kekaisaran harus bersiap untuk berita buruk apapun," jelas Hyou lemah.


"Menurutmu, apakah kejadian di masa lalu akan terjadi lagi?" tanya Han Baimo.


"Bagaimana menurutmu?"


"Gu Wei pernah dikalahkan oleh pensiunan kaisar dan berhasil disegel. Tapi kini Gu Wei kembali lagi, jelas untuk membunuh Yihao dan gadis itu. Jika berhasil, bukankah Gu Wei akan bertambah kuat dan semakin tak bisa dibunuh?"


"Kali ini harus berhasil. Kamu punya cara,"kata Hyou.


"Ck, sungguh menyedihkan. Kali ini aku akan membantu kalian. Anggap saja membayar rasa penyesalanku di masa lalu. Jika masalah ini belum berakhir, bagaimana aku akan memeluk anak gadis itu di masa depan?" Han Baimo terkekeh.


"Kamu bermimpi!" Hyou ingin bangun dan menghancurkan mulut pria itu. Anak itu belum lahir dan belum ada di perut Qing Mao. Bagaimana bisa didambakan lebih awal?


Sedangkan Gu Yihao yang telah meninggalkan tempat Han Baimo pun pergi ke suatu tempat untuk mencari sesuatu. Dia tak bisa melacak keberadaan Gu Wenlian yang telah melarikan diri.


Kemungkinan besar, Gu Wenlian yang dirasuki oleh Gu Wei telah mempersiapkan diri untuk serangan besar-besaran.


Selir Kehormatan Yi dan Putri Yu Yang juga khawatir tentang keadaan Gu Wenlian yang tidak kembali sejak semalam. Terutama kaisar tidak memberi tahu apapun dan sepertinya menyembunyikan sesuatu.


Oleh karena itu,Selir Kehormatan Yi datang ke istana dan memohon pada Kaisar Gu untuk memberi tahu di mana Gu Wenlian berada.


"Putramu, jika kembali, mungkin bukan putramu lagi." Kaisar Gu menghela napas dan tidak mau menatap Selir Kehormatan Yi yang sedikit kurus saat ini.

__ADS_1


"Apa maksud Yang Mulia? Kenapa Lian'er bukan putra selir ini lagi jika dia kembali? Bukankah Lian'er selalu menjadi putra selir?"


"Dia bukan lagi Gu Wenlian. Jiwanya telah dimakan oleh Gu Wei!" Kaisar Gu tidak menyembunyikan masalah ini lagi dan memberi tahu semua orang yang ada di aula saat ini jika Gu Wenlian sudah tidak ada.


Gu Wei adalah makhluk jahat yang pernah menyerang istana kekaisaran. Dulu, pensiunan kaisar yang menyegelnya di reruntuhan aula lama. Sekarang makhluk itu muncul lagi untuk membuat masalah, bagaimana mungkin Kaisar Gu tenang?


Dia tahu lebih dari siapapun apa yang diinginkan Gu Wei. Tapi Kaisar Gu tidak ingin hal itu terwujud.


Gu Yihao dan Qing Mao adalah pasangan yang ditakdirkan dari masa lalu dan pensiunan kaisar selalu memperhatikan mereka. Keluarga Qing telah berkorban sebagai umpan dan terpaksa membuat Qing Mao membenci situs kekaisaran.


Kini Gu Yihao hanya satu-satunya harapan bagi Kaisar Gu untuk mengatasi masalah ini.


Selir Kekaisaran Yi tidak tahu menahu tentang masalah tersebut dan menggelengkan kepala. Putri Yu Yang juga datang bersama ibunya dan tidak mengerti apa maksud dari masalah ini.


Pad akhirnya, Selir Kehormatan Yi kembali ke istana dingin tanpa hasil.


Rumor tentang hilangnya Gu Wenlian menyebar di masyarakat dan menjadi diskusi hangat semua kalangan. Sepertinya ada yang ganjil tentang masalah ini.


Qing Mao juga sudah mendapatkan berita tersebut langsung dari Gu Yihao yang datang ke rumahnya. Pria itu menceritakan semuanya dan kondisi Hyou saat ini sudah membaik.


"Apakah kondisi Hyou benar-benar membaik?"


"Dengan Han Baimo, semuanya akan baik-baik saja." Gu Yihao menenangkan pikirannya.


"Menurutmu, ke mana Gu Wei pergi saat ini?"


"Seharusnya pergi ke suatu tempat dan bersiap untuk membunuh kita," jawabnya. "Jangan khawatir, tidak butuh waktu singkat untuk mengumpulkan kekuatan. Kita juga harus bersiap-siap. Aku akan membantumu memulihkan kekuatan di masa lalu," jelasnya.


"Ya, kamu benar." Qing Mao mengangguk. Dia memang harus menjadi lebih kuat untuk mampu menghancurkan cincin batu giok hitam. Kini Gu Wei berada di tubuh Gu Wenlian, urusannya lebih merepotkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hingga, waktu berlalu dengan cepat. Sudah setengah tahun sejak Gu Wenlian menghilang, Qing Mao tidak menganggur sedikit pun. Sejak Hyou pulih dari cedera, Qing Mao menghela napas lega karena bisa merasa masakannya lagi.


Tuhan tahu betapa kunonya masakan yang dibuat oleh Chou, pelayan pribadi di samping Han Baimo.

__ADS_1


Hari ini, festival musim gugur diadakan di taman kekaisaran. Semua orang sibuk untuk mempersiapkan diri. Qing Mao juga memiliki undangan untuk pergi ke sana.


Kaisar Gu juga memutuskan untuk mengangkat pangeran kesepuluh yaitu Gu Huiling sebagai putra mahkota. Sejak insiden Gu Wenlian yang semakin terlupakan, istana kekaisaran akhirnya menjadi lebih tenang.


"Apakah kamu juga akan pergi?" tanya gadis itu pada Gu Yihao yang sedang menyesap tehnya.


"Tentu saja. Aku akan menemanimu di sana."


"Tapi aku akan pergi dengan putri Lailan."


"Lailan akan pergi dengan An Daiyu. Tidakkah kamu ingin menjadi nyamuk (pengganggu)?" tanya pria itu segera merangkulnya saat Qing Mao duduk di sampingnya.


"Ah, hubungan mereka menjadi lebih baik saat ini?" Qing Mao mengerutkan kening.


Gu Yihao mengambil sepotong kue di atas piring dan menyuapi gadis itu dengan sepenuh hati. "An Daiyu serius dengannya. Meski dia terkenal play boy, tapi tubuhnya bersih. Permaisuri Xue juga menyukainya."


"Lalu bagaimana pendapat kaisar?"


"Dia lebih diuntungkan," cibir pria itu saat tahu jika ayah kaisar nya adalah pencinta uang.


"..." Qing Mao juga berpikir jika Kaisar Gu tak akan menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan menantu yang memiliki bisnis lelang terbesar di ibu kota.


Keduanya segera pergi ke festival musim gugur dan bertemu An Daiyu serta Putri Lailan. Keduanya tampak mengobrol seperti biasa tapi saat Qing Mao melihat gadis itu, sepertinya ada sesuatu yang salah.


"Apakah kamu baik-baik saja?" Qing Mao mengerutkan kening.


Putri Lailan sedikit pucat saat ini dan ekspresinya juga seperti lelah. Gadis itu menggelengkan kepala dan tersenyum seperti biasanya pada Qing Mao.


"Aku baik-baik saja. Aku sudah lama menunggumu. Festival musim gugur tahun ini cukup meriah. Ayo kita lihat sekitar. Ibuku berkata jika acara bakat akan ditampilkan hari ini. Kita bisa menyaksikan kegembiraan," jelas Putri Lailan mengesampingkan pikirannya.


Qing Mao awalnya tidak berpikir banyak dan mengikutinya untuk bergabung dalam kegembiraan.


Berbeda dengan suasana hati kedua gadis itu yang senang, ekspresi An Daiyu dan Gu Yihao lebih serius.


"Hao Hao, apa yang harus kulakukan saat ini? Haruskah aku menikahi Lailan lebih awal?" tanya An Daiyu dengan perasaan bersalah.

__ADS_1


__ADS_2