Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Berpura-pura Tidak Tahu


__ADS_3

PIHAK LAIN yang membuka topengnya itu pun tersenyum. Hyou terkejut bukan karena mengenali wajah Gu Wenlian di balik topeng itu, tapi wajah Gu Wenlian yang kini melepuh.


Bukan hanya melepuh saja, tapi sebelah matanya juga berubah iris, menjadi merah, bola mata juga berubah hitam. Saat ini, penampilan Gu Wenlian tidak seperti manusia biasa, tapi setengah iblis.


"Gu Wei!" Hyou bergumam.


Gu Wenlian menyentuh wajahnya yang setengah melepuh karena akan berganti penampilan. Karena Gu Wei berada dalam tubuh Gu Wenlian, pergantian kulit untuk mengubah wajah pun sangatlah mudah.


Tapi di sini itu pula ... Gu Wenlian berarti sudah mati.


"Hyou, akhirnya kamu mengenali aku. Tampaknya kamu masih belum melupakan penampilanku," kata Gu Wenlian yang memiliki suara agak serak dan berat. Jelas menang bukan suara asli Gu Wenlian pada hari-hari biasa.


"Kamu membunuh Gu Wenlian?" Hyou bertanya dengan rasa tidak percaya.


"Hah, kenapa memangnya? Hanya manusia bodoh yang terobsesi dengan takhta, maka aku akan membantunya mendapatkan takhta dan membunuh kalian seperti di kehidupan masa lalu. Bagaimana, apakah kamu rindu dengan penampilanku?" Gu Wenlian sepertinya tidak menyadari rasa ngeri di hati Hyou.


Mengubah wajah bukanlah hal yang aneh di zaman kultivator. Tapi kali ini beda zaman dan energi spiritual di udara sangat kecil.


Hyou tidak menyangka jika Gu Wei akan merasuki Gu Wenlian dan mengubah wajah pemilik tubuh. Mungkin juga jiwa Gu Wenlian telah dimakan olehnya.


"Gu Wei ... Kali ini aku tidak akan membiarkanmu mengulangi hal yang sama seperti di masa lalu. Kamu pasti akan berakhir tahun ini," jelas Hyou sangat percaya diri.


Tapi Gu Wenlian tertawa. Tawanya itu yang bisa membuat bulu kuduk seseorang berdiri. "Perkataanmu sama persis seperti Baimo."


“Apakah kamu yang membuat masalah di istana malam ini?” tanyanya.


“Tebak? Aku rasa kamu tidak perlu menebaknya lagi. Ini memang aku,” jawabnya.


“Kenapa?”


“Kenapa? Tentu saja karena aku sudah bosan bermain. Waktunya untuk mengakhiri semua ini dengan cepat.” Gu Wenlian yang dirasuki Gu Wei saat ini begitu percaya diri.


Siapa yang tahu, saat Hyou dan Gu Wenlian saling melemparkan kata-kata, sosok Qing Mao muncul dari kejauhan. Dia belum tahu jika Gu Wenlian ada di sini dan hanya melihat jika sosok Hyou yang memakai jubah putih pun terlihat berdiri di halaman.

__ADS_1


“Hyou, apa yang terjadi?” tanya gadis itu.


Qing Mao tidak jadi untuk tidur saat merasa jika aura Hyou agak salah. Lagi pula dia dan Hyou merupakan partner kontrak cincin batu giok hijau, secara alami, dia bisa merasakan ada yang salah dengan pria itu.


Ketika melihat jika Qing Mao datang, Hyou sedikit khawatir. “Kenapa kamu di sini dan tidak tidur?” tanyanya agak marah.


"Aku mendengar suara ledakan dari sini dan ingin memeriksanya. Apa yang—" Qing Mao akhirnya bisa melihat siluet lain tak jauh di depan Hyou.


Awalnya dia penasaran dengan sosok itu tapi matanya yang kini bisa menembus kegelapan, akhirnya menyadari siapa yang berdiri di sana. Tubuhnya tiba-tiba saja kaku dan teringat dengan apa yang dikatakan oleh Gu Yihao.


Kemungkinan besar Gu Wenlian saat ini bukan lagi jiwanya yang asli. Melainkan Gu Wei, penjaga cincin batu giok hitam.


Jika itu benar, maka malam ini, Gu Wenlian yang dirasuki oleh Gu Wei pun datang padanya. Terlebih lagi wajah pria itu ...


Ada yang salah dengan kulit wajah Gu Wenlian. Kini kulit wajah pria itu mengelupas, tidak berdarah tapi justru seperti melihat aliran kegelapan di dalam daging wajahnya.


Qing Mao tidak yakin apa yang terjadi namun dia tahu satu hal, Gu Wenlian saat ini mungkin sudah tidak mengendalikan tubuhnya lagi.


Perubahan wajahnya yang aneh membuat Qing Mao menyadari jika teknik mengubah wajah masih ada di zaman ini.


"Kamu—" Qing Mao tidak tahu harus berkata apa.


Mungkinkah pura-pura tidak tahu saja? Pikirnya.


"Nona Qing, sudah lama tidak melihatmu setelah sekian lama berpisah," kata Gu Wenlian dengan sedikit senyum.


"..." Qing Mao tidak mengatakan apa-apa, menatap Gu Yihao dengan kebingungan.


Meski dia terkejut dalam hatinya, tapi tak bisa menunjukkan ekspresi yang mencurigakan. Gu Wenlian tidak boleh tahu jika dirinya sudah mengingat masa lalu.


Pada akhirnya, gadis itu mencibir dan tidak mau berurusan dengan Gu Wenlian.


"Aku pikir siapa yang datang dan membobol istanaku. Pangeran harusnya memiliki disiplin yang baik dan tahu jika membobol rumah orang lain itu merupakan sebuah ketidaksopanan. Hyou, urus dia dan jangan berkeliaran. Aku mau melanjutkan tidur," kata Qing Mao langsung menguap.

__ADS_1


Gadis itu berbalik dan berjalan menuju rumahnya lagi. Dia mengabaikan keduanya. Setidaknya Qing Mao yakin jika Hyou mampu mengatasi pria itu.


"..." Gu Wenlian lupa jika tujuannya datang ke sini yaitu untuk membunuh Qing Mao.


Tapi ... gadis itu tampak enggan dan tidak menunjukkan kebencian padanya. Hanya rasa jijik seperti hati-hati biasa di mana keduanya tak sengaja bertemu. Mungkin gadis itu belum mendapatkan ingatan lamanya.


Jika memang seperti itu, Gu Wenlian tidak perlu khawatir saat ini.


Gu Wei yang merasuki Gu Wenlian pun kini menyentuh wajahnya yang mulai mengelupas. Wajah aslinya akan segera terbentuk.


Hanya saja ... Gu Wenlian melupakan sesuatu. Qing Mao terlihat tenang saat melihat kelainan wajahnya. Entah itu karena kurang jelas atau memang mengira wajahnya rusak, Gu Wenlian masih curiga.


Sayangnya, Qing Mao sudah masuk rumah dan kembali ke kamar. Jantungnya berdegup kencang. Ini kali pertama baginya bertemu lagi dengan Gu Wei.


"Ini malam yang tidak beruntung," gumamnya.


Qing Mao bukan berarti takut dan ingin melarikan diri saat melihat Gu Wenlian yang dirasuki oleh Gu Wei. Kemampuannya saat ini belum dibangkitkan dan harus menunggu Gu Yihao membantunya.


Tubuhnya saat ini masih terlalu lemah untuk menghadapi tekanan aura Gu Wenlian.


Dia hanya mengintip dari balik gorden jendela dan memperhatikan jika Hyou telah bertarung dengan pria itu.  Di dalam rumah, Qing Mao aman. Jadi dia tak perlu khawatir jika Gu Wenlian akan membobol array pelindung rumah.


Karena kemunculan Gu Wenlian yang dirasuki Gu Wei, gadis itu tidak merasakan kantuk lagi. Dia diam-diam memasuki ruang cincin artefak batu giok hijau dan membasuh wajahnya dengan air danau spiritual. Setelah itu, dia berjalan ke ruang peneliti racun dan penawar.


Untuk bisa mengalahkan Gu Wei dan membunuhnya, dia membunuh alat yang cukup kuat. Setidaknya mampu melihat Gu Wei atau mengacaukan jiwanya yang berada di tubuh Gu Wenlian.


"Ini merepotkan," gumam Qing Mao seraya meletakkan semua peralatan penelitiannya dan menghela napas tidak berdaya.


Melihat cairan bening di salah satu tabung pengukur, Qing Mao menaikkan sebelah alisnya.


"Mungkin hanya ini satu-satunya cara ..."


Qing Mao mengambil tabung pengukur berisi cairan bening tersebut dan menggoyangkannya sedikit. Akhirnya dia tersenyum.

__ADS_1


Tidak sia-sia begadang malam ini ....


__ADS_2