Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Menelusuri Ruang Bawah Tanah


__ADS_3

DONG MEI dan Fan Chen menggelengkan kepala, sedikit bingung. Keduanya hanya merasa jika ada bahaya mendekat tapi tidak merasakan napas manusia. Keduanya berpikir jika pihak lain memiliki ilmu yang lebih tinggi.


Entah apa yang tersembunyi di ruang bawah tanah yang mereka temukan, tapi pengalaman hari ini cukup membuat keduanya harus memulihkan diri cukup lama.


Qing Mao dan Hyou sebenarnya telah memiliki beberapa tebakan. Mungkinkah itu mayat hidup yang dibangkitkan oleh Gu Wei?


"Ruang bawah tanah bagian mana?" Qing Mao tanpa sadar ingin pergi ke sana dan mengeceknya secara pribadi.


"Ini di dekat perbatasan. Ada hutan bambu di sana ..." Dong Mei mengatakan lokasi yang jelas tentang keberadaan ruang bawah tanah tersebut.


Sebelum pergi, Qing Mao merasa luka keduanya lebih dulu. Racunnya menang bukan racun biasa. Ini sejenis racun mayat tingkat rendah yang biasanya didapat dari cakaran atau kontak langsung dengan mayat hidup.


Saat Qing Mao memeriksa luka keduanya, memang ada bekas cakaran. Kali ini menghilangkan keraguan Qing Mao. Orang-orang berjubah hitam yang menyerang kedua penjaga rahasianya pasti mayat hidup.


Setelah merawat keduanya, Qing Mao dan Hyou meninggalkan rumah. Mereka menuju ke tempat yang dikatakan oleh Dong Mei dan Fan Chen.


"Jangan bertindak gegabah. Belum tentu Gu Wei ada di sana untuk saat ini. Lagi pula gerhana matahari juga masih cukup lama. Jadi dia tak akan repot-repot berurusan dengan masalah ini." Hyou tidak mau terjadi apa-apa pada Qing Mao saat Gu Yihao tidak ada di sana.


Belum lagi Han Baimo dan Chou si kucing putih kecil itu belum datang ke negara ini lagi. Hyou khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

__ADS_1


Jika tugasnya gagal lagi, dia akan mengulangi hidup dengan Qing Mao untuk yang kesekian kalinya.


"Aku tahu." Qing Mao juga tidak bodoh.


Keduanya melihat hutan bambu yang cukup lebat. Pohon bambu itu menjulang tinggi, bergoyang-goyang kala tertiup angin. Ada bunyi menyenangkan saat bergesekan satu sama lain.


Sekilas, tidak ada yang aneh tentang pemandangan tersebut.


Hyou dan Qing Mao mencari pintu masuk rumah bawah tanah seperti yang dikatakan oleh Dong Mei. Ada sumur tua di dekat gundukan pohon bambu. Tampaknya sengaja tidak ditutup sama sekali.


"Apakah dulu ada orang yang tinggal di sekitar sini?" tanya Qing Mao.


"Seharusnya penduduk desa terdahulu. Setelah bertahun-tahun, tempat ini secara alami menjadi alam liar. Tidak jalan untuk melakukan bisnis apapun sehingga semua kepala keluarga pindah. Tempat ini secara alami ditinggalkan." Hyou yang telah membaca kejadian asli dari negara Quentian. Secara alami dia sudah tahu banyak hal sebelum membawa Qing Mao kembali ke zaman ini.


Lebar sumur cukup untuk dimasuki dua orang secara bersamaan. Tampaknya tidak pernah terisi oleh air lagi selama puluhan tahun. Atau lebih tepatnya, ada sesuatu di bawah sana yang membuat air  hujan mengalir ke suatu tempat.


Kedalaman sumur kurang lebih sepuluh meter. Ketika sampai di ujung, banyak bebatuan dan tetes air terdengar. Sepertinya memang ada ruang bawah tanah yang tak sengaja dibuat untuk kebutuhan khusus.


Ketika Qing Mao dan Hyou melihat tempat gelap itu, rasanya lembap tapi juga agak sesak. Qing Mao mengeluarkan lentera dari ruang cincin batu giok hijau. Seketika, tempat di sekitarnya menjadi lebih jelas.

__ADS_1


Ruang bawah tanah tersebut lebih mirip dengan saluran air yang terbentuk secara alami. Namun tentu saja masih ada jejak buatan manusia. Sepertinya memang memanfaatkan keadaan alam untuk menjadikan tempat tersebut  sebagai ruang bawah tanah.


Ada aliran sungai kecil mengalir di sepanjang jalur tengah ruangan tersebut. Semakin dalam berjalan, ruangnya menjadi lebih sempit. Tapi aliran air alami di depan mereka cukup dalam.


“Ada ruangan lain di balik tempat ini. Mungkin kita harus berenang untuk bisa sampai ke sana,” kata Hyou.


“Bukankah kamu sakti? Bisakah kita masuk tanpa menyentuh air?” Qing Mao mengerutkan kening.


Hyou menggelengkan kepala dan tiga garis hitam di kepalanya mewakili segalanya. Dia mungkin roh penjaga cincin batu giok hijau, tapi bukan berarti bisa berpindah tempat begitu saja. Kemampuan tersebut hanya berlaku jika ada masalah mendesak pada tuan si pemilik cincin saja.


Menyadari jika itu tidak mungkin, Qing Mao mendesah di hatinya. Ternyata tidak ada yang lebih hebat selain zaman kultivator itu sendiri. Tiba-tiba saja Qing Mao ingin kembali ke zaman kultivator lagi.


“Jadi, bagaimana Dong Mei dan Fan Chen masuk?” Qing Mao malah tambah penasaran.


“Tentu saja dari sini. Keduanya merupakan ahli seni bela diri, kamu mengajari keduanya ilmu mengeringkan tubuh basah. Tidak ada yang salah dengan itu. Jadi kenapa kamu tidak mau basah-basahan?”


“...” Qing Mao tidak mau menyentuh air saat ini.


Tapi jika ingin mencari tahu, dia harus melakukannya.

__ADS_1


Qing Mao dan Hyou memastikan jika tidak ada yang aneh di tempat itu. Keduanya segera menyelam untuk menuju ke seberang ruangan lain. Air bawah tanah memang lebih dingin dan segar. Ketika keduanya keluar dari air, sosok hitam segera melesat ke arah mereka.


Hyou segera mengubah ekspresi wajahnya. “Tuan, hati-hati!!”


__ADS_2