Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Han Baimo Tahu Segalanya


__ADS_3

SUASANA DI DALAM kotak sedikit turun beberapa derajat. Meski Gu Yihao tidak menunjuk ketidaksukaannya di permukaan, tapi hatinya kesal. Dia menatap Han Baimo dengan mata elangnya yang mampu memotong tulang, membuat pria bersurai putih itu merinding.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Gu Yihao padanya.


Han Baimo langsung kembali ke posisi semula dan terbatuk canggung. Sungguh memalukan untuk ketahuan saat ini. "Tidak ada. Kenapa kamu menyalahkanku, bukan tunanganmu? Siapa tahu tunanganmu tertarik padaku," jawabnya sambil tersenyum.


Tapi Gu Yihao tidak marah dan malah mencibir padanya. "Aku tahu seperti apa Mao'er. Pria yang bisa membuat semua wanita berlutut sepertiku saja masih tidak menarik perhatian Mao'er. Apalagi kamu yang terlihat putih kecil di mana-mana. Kamu bahkan lebih mencurigakan."


"..." Han Baimo yang mendengarnya merasa akan muntah darah. Pria itu terlalu langsung untuk menyentuh titik sakitnya selama ini.


Xiaobai? Apakah dia terlihat seperti pria putih kecil yang lembut seperti wanita? Pikir Han Baimo merasa ternoda. Dia adalah pria sejati, tampan dan juga terlihat suci. Keindahan mana yang tidak bisa dia dapatkan? Tentu saja hanya Qing Mao. Hanya gadis itu yang tak bisa tergoda olehnya. Ini menyedihkan.


Qing Mao seperti gadis yang baru saja ketahuan selingkuh. Namun dengan cepat ekspresinya berubah santai dan acuh tak acuh. Dia tidak mengatakan apapun lagi selain mendiskusikan hal kecil sebelumnya dan pamit untuk suatu alasan.


Gu Yihao tidak menahannya kali ini. Menyaksikan gadis itu menghilang dari pandangannya, dia mengerutkan kening. Dia duduk dan menatap Han Baimo dengan curiga.


"Apa yang baru saja kalian bicarakan? Sangat serius?" tanyanya.


"Tidak. Ini hanya beberapa sapaan kecil. Yihao ... Gadismu benar-benar berbeda kali ini," jawab Han Baimo tidak secanggung sebelumnya tapi kata-katanya serius.


"Dia tetap Mao'er ku," katanya.


"Terserah kamu." Han Baimo sudah tahu tahu jika Qing Mao berpura-pura tidak mengingat kejadian masa lalu. Tapi gadis itu tidak mengingat dirinya, ini menyedihkan. "Lalu apa yang akan kamu lakukan kali ini? Mencari Gu Wei?"


"Bagaimana menurutmu?"


"Cincin batu giok merahmu tidak memiliki penjaga seperti aku atau Qing Mao. Kamu harusnya lebih baik dariku bukan?" Han Baimo menyesap tehnya dengan santai.

__ADS_1


Cincin batu giok merah tidak memiliki roh penjaga seperti cincin batu giok putih dan batu giok hijau. Adapun Gu Wei sebagai roh penjaga cincin batu giok hitam yang mampu mengendalikan diri, hampir sama dengan cincin yang dikenakan Gu Yihao.


Perbedaannya, Gu Yihao mengendalikan cincin batu giok merah dan memurnikan aura di dalamnya sehingga menyatu dengan tubuh. Tapi sekarang Gu Yihao baru saja membuka ingatan dari banyak kehidupan sebelumnya. Selama di negara Baicheng, Han Baimo membantunya untuk memurnikan aura cincin batu giok merah.


Meskipun tidak membutuhkan banyak hari untuk memurnikan aura, faktanya Gu Yihao telah berada di negara Baicheng cukup lama. Di sisi lain, Han Baimo senang karena Gu Yihao terlahir kembali dan memiliki ingatan. Namun di sisi lain pula, dia khawatir dengan nasib Gu Yihao dengan Qing Mao.


"Aku memberi tahu gadis itu tentang cara menghilangkan Gu Wei selamanya dari dunia ini," kata Han Baimo sedikit terbuka.


Gu Yihao sedikit mengernyit. "Bukankah aku sudah memperingatimu untuk tidak mengatakan hal yang aneh-aneh padanya?" Wajahnya menjadi gelap. Apakah Han Baimo itu sedang menggodanya?


"Yihao, jangan lupa ... di masa depan, baik kamu atau pun dia akan terlibat dalam pertarungan dengan Gu Wei. Kali ini Gu Wei masih bersembunyi yang menandakan jika waktunya belum tepat. Karana itu, kita harus mencarinya untuk memulai lebih dulu sehingga dia tidak siap," jelas Han Baimo penuh perhitungan kasar di hatinya.


Karena Qing Mao sudah tahu jati dirinya, Han Baimo tidak perlu terlalu ragu untuk memulai. Di zaman kehidupan pertama mereka, Qing Mao adalah kecantikan negara dan juga wanita berbakat, memiliki kultivasi tinggi serta memikat hati Gu Yihao.


Dari waktu ke waktu tidak pernah berubah. Namun seiring berjalannya waktu, Qing Mao dan Gu Yihao mengalami reinkarnasi berulang kali dan ingatan lama tentang kehidupan kuno semakin memudar, kemudian tersegel. Salah satu hal yang mampu memicu ingatan mereka hanyalah bersentuhan dengan puing-puing sejarah mereka.


Tapi ... Han Baimo tidak bertanya pada Qing Mao sebelumnya tentang bagaimana dirinya bisa mengembalikan semua ingatan aslinya sendiri?


Han Baimo menyentuh batu giok putih pada cincin yang dipakainya, terlihat berpikir dan melihat masa lalu. Tapi sayang, semuanya berkabut di mana-mana. Nasib Gu Yihao dan Qing Mao ini selalu tak terduga. Satu hal yang ia tahu ... Qing Mao terlihat santai saat ini.


Bukankah seharusnya gadis itu mulai mencari Gu Wei atau bantuan untuk membangun di saat-saat terakhir? Tapi kenapa kali ini begitu aneh? Belum lagi ... Qing Mao tidak terlihat seperti gadis yang terlahir kembali di zaman ini. Seolah-olah, gadis itu berasal dari dunia lain?


Apa yang terjadi kali ini, Han Baimo benar-benar bingung.


"Rencana apa yang membuatmu berpikir begitu keras?" Suara Gu Yihao membangunkannya dari semua kebingungan.


Pria itu tersenyum. "Aku hanya ingin tahu seperti apa tempat tinggal gadis itu?"

__ADS_1


"Kenapa kamu menanyakan hal sepele ini di saat kita membahas masalah lain?


"Aku hanya ingin tahu ... Apakah Qing Mao benar-benar terlahir kembali di zaman ini?" tanyanya tidak peduli dengan wajah acuh tak acuh Gu Yihao.


Ada keheningan untuk sementara waktu. Gu Yihao yang memegang cangkir sedikit menegang dan menatap Han Baimo dengan ekspresi heran.


"Apa maksudmu?"


"Tidak ada, hanya ingin tahu saja."


Lain kali, Han Baimo harus pergi ke rumah gadis itu dan melihat apakah ada yang tidak biasa. Lagi pula, Qing Mao tidak teori seperti seorang gadis lemah lembut dan perhatian


Sosok gadis itu terlatih, matanya memancarkan aura tegas dan penuh dengan keyakinan. Dia selalu merasa jika kali ini, pertarungan Gu Wei dan Qing Mao akan sedikit lebih menarik.


Adapun gadis itu saat ini, tidak tahu apa yang sedang dibicarakan oleh keduanya ....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Qing Mao kembali ke rumah dan melihat Hyou sedang berpikir linglung di pintu masuk. Tidak tahu apa yang terjadi. Dia mengerutkan kening dan menghampirinya.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanyanya.


"Tuan, kamu kembali," kata Hyou lebih sopan kali ini.


Qing Mao menjadi heran. Hyou jarang sekali bersikap sopan padanya di rumah. Meski keduanya merupakan hubungan tuan-pelayan, Qing Mao juga bukan tuan yang menuntut banyak hal. Pada kenyataannya, dia seperti diasuh oleh laki-laki ini.


"Apakah ada sesuatu?" Qing Mao duduk di ruang tamu dan meminta pelayan untuk membuat segelas jus jeruk untuknya.

__ADS_1


__ADS_2