Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno
Hyou Membalas Dendam Secara Diam-diam


__ADS_3

"TERGANTUNG, jika kamu bisa berusaha, mungkin bisa." Hyou tersenyum ringan dan baru saja selesai memeriksa kondisi gadis itu.


Qing Mao masih pingsan. Tidak tahu kapan bisa bangun. Tapi jika itu berpindah menjadi Putri Lailan sebagai korban, mungkin masalahnya berbeda.


Sang putri justru menyalahkan dirinya sendiri karena masalah ini. Seharusnya, korban itu adalah dirinya, bukan Qing Mao. Jika Dong Mei tidak mengatakan sesuatu, mungkin Putri Lailan akan menuangkan semua masalah pada diri sendiri.


"Aku akan berusaha." Gu Yihao tentu saja menatap Hyou dengan tajam.


"Selamat mencoba. Aku hanya akan menonton. Tapi aku peringatkan, jangan melakukan hal bodoh seperti sebelumnya. Kalian adalah takdir cincin batu giok." Hyou memperingatkannya kembali. "Jika kalian kembali berpisah, kamu yang akan lebih menderita dibandingkan dia."


Setelah mengobati luka gadis itu, Hyou mungkin tidak bisa tinggal lama. Dia hanya datang setelah merasakan aura gadis itu dalam bahaya. Setelah berpamitan dengan semuanya, ia pun pergi memasuki hutan yang cukup rimbun.


Sebenarnya Hyou tidak peduli dengan apa yang terjadi. Tapi Dong Mei dan Fan Chen berkata jika semua ini awalnya untuk mencelakai Putri Lailan. Tapi Qing Mao segera melindunginya, menjadi pengganti.


Oleh karena itu, Hyou tidak langsung pergi ke rumah. Dia mengerutkan kening dan menghilang dari sana, lalu muncul di sisi lain. Ia mungkin tahu siapa pelakunya. Orang-orang yang ingin mencelakai Putri Lailan, tentu saja Putri Yu Yang.


Menurut pengamatannya, Putri Yu Yang tidak melakukannya sendiri, melainkan bersama putra mahkota. Semuanya direncanakan oleh Selir Kehormatan Yi.


Hyou memperhatikan dua orang yang menunggangi kuda. Ia duduk di salah satu dahan pohon rindang yang cukup tinggi, lalu memperhatikan keduanya. Sebuah gulungan muncul di tangan Hyou secara misterius.


Ada senyum licik di wajahnya saat membawa isi gulungan. Jika masalah terus berlanjut, mungkin keduanya akan sial. Tentu saja, siapa lagi dua orang itu jika bukan Putri Yu Yang dan putra mahkota.


Keduanya bercengkrama diam-diam tentang masalah kecelakaan Putri Lailan.


"Kakak Kesembilan, apakah tidak akan ada orang lain yang mencurigai kita? Aku selalu merasa jika gadis yang bernama Qing Mao itu tidak sesederhana kelihatannya. Dia bersama Lailan, ada kemungkinan untuk menjaganya." Putri Yu Yang mencibir.

__ADS_1


"Tidak akan ada yang mencurigai kita. Lagi pula dari awal sampai akhir, kita tidak berada di dekat mereka. Sehingga tuduhan itu tidak mungkin jatuh pada kita berdua. Setelah ini, apapun yang terjadi, jangan mendekati mereka. Kita harus menyelesaikan perburuan ini. Waktunya hanya tiga hari," kata Gu Wenlian agak khawatir.


Tapi dia bukan khawatir dengan masalah ini, melainkan tentang Qing Mao. Entah kenapa, ketika melihat gadis itu lagi setelah sekian lama, kecantikannya lebih baik daripada Nu Qingge. Namun ia tidak mungkin mendekatinya begitu saja.


Musuh terbesarnya saat ini adalah Gu Yihao. Ibu selirnya kini berada di istana dingin. Semua ini gara-gara konspirasi seseorang yang membantu Gu Yihao di belakang layar.


Sayangnya, putra mahkota tidak pernah menemukan siapa orang itu. Seolah-olah lenyap ditelan bumi.


Putri Yu Yang berpikir jika putra mahkota sedang memikirkan masalah ini. Dia telah mendapatkan beberapa buruannya yang kini dikumpulkan oleh para penjaga gelap masing-masing.


Keduanya tidak sadar jika sejak awal, pembicaraannya telah didengar oleh Hyou. Laki-laki yang duduk di dahan pohon itu akhirnya mengeluarkan sebuah botol berisi bubuk putih. Ia menaburkan bubuk itu ke tubuh mereka sedikit demi sedikit agar tidak ketahuan.


Setelah menyelesaikan tugasnya untuk balas dendam, Hyou juga menggunakan energi di tubuhnya untuk menarik para binatang buas.


"Selamat menderita," gumam Hyou segera menghilang dari tempat itu.


"Kakak Kesembilan? Apakah ada sesuatu?" Putri Yu Yang sedikit merasa bingung.


Akhirnya Gu Wenlian menggelengkan kepalanya dan mengajak dia untuk segera meninggalkan tempat tersebut. Keduanya juga tidak sadar jika selama beberapa menit terakhir, para binatang yang tergolong ganas pun tengah mengintai.


Hingga tak berapa lama, teriakan Putri Yu Yang menggema. Disertai dengan kemarahan Gu Wenlian.


Sangat disayangkan tidak ada peserta lain yang mendengarnya. Para penjaga gelap keduanya segera turun untuk membantu. Namun para binatang buas itu seolah menggila.


Gu Wenlian tidak bisa membuat Putri Yu Yang terluka. Namun gadis itu terlalu takut hingga hampir menangis.

__ADS_1


"Kakak Kesembilan, apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa para binatang buas ini menghampiri kita?" tanyanya dengan nada gemetar. Melihat beberapa serigala yang kelaparan dan menggeram, ia lemas hingga jatuh terduduk.


Gu Wenlian menggertakkan giginya dan menggunakan pedang untuk menghalau serigala. Ia meminta para penjaga gelap untuk melindungi.


"Yu Yang, apakah kamu menaburkan bubuk pengikat binatang buas di sekitar tubuhmu?" Gu Wenlian bertanya seraya menebas salah satu serigala yang hampir menerkamnya.


"Tidak, tidak. Terakhir kali aku menggunakan parfum sachet di dekat Lailan. Setelah itu aku menggunakan penangkalnya. Bagaimana bisa semua binatang buas ini mengincar kita sekarang?!" Putri Yu Yang marah pada dirinya sendiri.


Ia tidak bisa kalah di perburuan. Tahun lalu, dia mendapatkan tempat pertama dalam kategori putri. Sekarang, ia harus mendapatkannya lagi. Tidak tahu apa hadiah yang diberikan kaisar, Putri Yu Yang harus menang.


Oleh karena itu,dia dan ibu selirnya telah menyusun rencana. Keduanya ingin permaisuri bersedih jika Putri Lailan meninggal secara perlahan, lalu membuat plot di mana permaisuri disalahkan kaisar. Sehingga nanti dikirim ke istana yang dingin.


Namun sejak kejadian ibu selir putra mahkota yang dimasukkan ke istana dingin, Putri Yu Yang dan Selir Kehormatan Yi tidak berani bertindak jauh. Mereka khawatir jika pihak lain yang misterius mengincar juga.


Menanggapi perkataan Putri Yu Yang, putra mahkota tidak terlalu peduli. Lagi pula itu mungkin benar. Jika tidak keduanya sudah diserang binatang buas sejak memasuki bagian hutan yang lebih dalam.


Sayangnya, meski semua binatang buas bisa disingkirkan, keduanya terluka. Gu Wenlian menderita luka yang lebih banyak daripada Putri Yu Yang. Para penjaga gelap sudah memeriksa beberapa tempat dan selalu memastikan jika keadaan sekitar aman.


Apalagi, hari semakin sore sejak mereka beristirahat untuk merawat luka-luka. Serta harus menemukan tempat yang cocok untuk bermalam.


Gu Wenlian yang wajahnya agak pucat segera menatap Putri Yu Yang dengan tatapan kesal. "Ingatlah, apapun yang terjadi hari ini, jangan mengatakannya pada siapapun. Apakah kamu mengerti?"


Gadis bergaun lembut itu menganggukkan kepala sambil menggigit bibir bawahnya. Walaupun dia benci dengan kearoganan putra mahkota, ia tetap harus menunduk. Lagi pula, keduanya saudara kandung.


"Jangan khawatir, Saudara Kesembilan ...," katanya.

__ADS_1


Keduanya segera pergi untuk menemukan para pangeran dan putri yang lain. Mungkin malam nanti, mereka bisa bergabung agar lolos dari bahaya yang lebih besar. Terlebih lagi Gu Wenlian masih memiliki kekhawatiran jika pihak lain akan datang untuk mencari masalah dengannya.


Masih ada hari esok untuk memulai perburuan ....


__ADS_2