Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 100


__ADS_3

Sesampainya di butik yang paling terkenal di kota ini! Laluna, Larisha, dan Tan turun dari mobil. Ketiganya lantas langsung masuk ke dalam butik untuk menemui Daniel dan orangtuanya, tiba di dalam butik Momy dari Daniel langsung menyambut kedatangan mereka.



"Nyonya Risha, akhirnya kau datang juga! Aku sebenarnya tidak sabar sekali untuk menunjukkan gaun-gaun cantik ini untuk dipakai Luna!" kata Angeline (Ibu Daniel).


"Kau sendirian Nyonya?" tanya Larisha.


"Oh, ya aku minta maaf karena Damian (Ayah Daniel) dan Daniel tidak bisa ikut, mereka ada gangguan bisnis mendadak, walaupun Daniel tidak menyukai bisnis Dadynya tapi tetap saja anak baik itu mau membantu!" kata Angeline.


"Baiklah Nyonya, hari ini kita sekalian pilihkan konsep acaranya akan dibuat seperti apa, yang sesuai mereka inginkan saja!" kata Larisha.


"Ya tentu saja Nyonya, Luna mungkin Daniel akan fitting bajunya besok, kau bisa temani kesini kan?" tanya Angeline.


"Iya bisa!" singkat Laluna.


"Ya sudah ayo Nyonya Risha kita ke lantai tiga butik ini, di sana wedding organizernya sudah menunggu," kata Angeline.


"Ya baiklah, Luna dan Tuan Tan aku akan ke lantai atas dulu, kau pilih-pilih lah dulu gaunnya ya!" kata Larisha.



"Iya Luna, pilih yang kau sukai nanti baru jika sudah klik beritahu kami!" kata Angeline.


Laluna pun hanya mengangguk sama sekali tidak ada kesan bahagia yang ditampilkan dari wajah Laluna. Larisha dan Angeline telah naik ke lantai tiga, hanya tersisa Daniel dan Laluna saja yang berada di lantai satu butik itu.


Laluna bahkan enggan menatap kearah Tan, namun Tan justru terus menatap kearah Laluna.


"Gaun yang disebelah sana, sepertinya cocok untuk mu!" kata Tan sambil menunjuk.

__ADS_1


"Kalau begitu, akan aku pilih yang itu saja!" kata Laluna namun tak menengok kearah gaun yang dimaksud oleh Tan.


"Tunggulah disini, aku akan minta petugas butik mengambilkan beberapa gaun yang aku pilih!" kata Tan.


Laluna pun hanya menghembuskan nafas panjangnya. Rasanya sudah tidak ada semangat lagi dihidupnya. Tak lama Tan membawa tiga gaun yang akan dicoba di fitting room oleh Laluna, rata-rata yang dipilihkan oleh Tan adalah gaun yang simpel namun elegan ketika dipandang.


Tan pun menggandeng tangan kanan Laluna mengajaknya kearah ruang fitting room yang letaknya berada di ujung sebelah kanan. Saat tangan Tan menggandengnya, hati Laluna semakin terenyuh, ingin sekali dirinya bukan hanya digandeng melainkan ingin juga menangis di pelukan Tan, untuk melepaskan rasa sesak di hatinya namun itu mustahil dia lakukan sekarang.


"Ini, cobalah yang ini dulu!" kata Tan lalu memberikan gaun pertama untuk dicoba oleh Laluna.


Laluna pun sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun, yang dia lakukan hanya menarik nafas panjang kemudian mengeluarkannya lagi, setelah mengambil gaun pertama ditangan kanan Tan, Laluna lantas masuk ke dalam fitting room.



Beberapa menit berada didalam fitting room, namun Laluna tak kunjung keluar! Hal itu membuat Tan khawatir.


"Nona, kenapa kau tidak keluar? Apa terjadi sesuatu?" tanya Tan.


"A-apa yang kau lakukan?" tanya Laluna dengan gugup dan langsung berbalik.


"Tidak usah ditutupi, aku bahkan sudah mengetahui seluruh bagian tubuhmu! Berbalik lah, aku bantu menarik resletingnya," kata Tan.


"Keluar! Aku bisa sendiri, aku tidak butuh bantuan mu!" ketus Laluna.


Tan pun justru mendekat kearah Laluna, hingga Laluna semakin melangkah mundur dan membentur tembok. Tan pun mendekatkan wajahnya pada Laluna.


"Jangan cemberut begitu, membuatku tidak tahan saja!" bisik Tan.


Bisikan Tan membuat seluruh tubuh Laluna bergidik seperti tersengat aliran listrik. Tubuhnya mematung dan bibirnya membisu berada sedekat ini dengan Tan setelah sekian lama. Tan pun menarik tubuh Laluna kedalam pelukannya, lalu perlahan satu tangannya tetap memegangi pinggul Laluna, sementara yang satunya lagi menaikkan resleting dibelakang gaun itu secara perlahan.

__ADS_1


Berada dipelukan Tan membuat hati Laluna terasa lebih damai dan tenang, hingga Laluna lupa bahwa dirinya akan segera menjadi milik dari laki-laki lain. Sementara Tan pun sangat menikmati momen seperti ini, bisa memeluk tubuh Laluna kembali, adalah hal yang sangat membahagiakannya.



Tan menaikkan resleting itu sangat pelan padahal bisa saja dengan secepat kilat, namun dia lebih memilih perlahan, kedua matanya melihat bagian punggung mulus milik Laluna, membuatnya harus menelan saliva.


Darahnya berdesir hebat, ga i rah yang selama ini terpendam dalam dirinya mendadak bangkit menggebu-gebu, apalagi tanpa disadari oleh Laluna kedua tangan Laluna kini sudah berada melingkar ditubuh Tan, yang artinya keduanya benar-benar berpelukan didalam fitting room itu.


Laluna dan Tan seperti orang yang amnesia, keduanya lupa bahwa mereka bukan lagi pasangan kekasih, ada hati Daniel yang akan terluka bila mengetahui perbuatan keduanya! Tapi saat ini, baik Tan maupun Laluna tak peduli dengan hal itu.


Tan yang sudah selesai menaikkan resleting gaun yang dikenakan oleh Laluna, segera mendekatkan wajahnya dengan wajah Laluna, keduanya saling bertatapan, deru nafas keduanya saling bersautan.


Dan pada akhirnya Tan tidak mampu menahan gejolak naf su saat berada sedekat ini dengan Laluna, Tan melu mat bibir dari gadis yang ia cintai itu, Laluna pun melakukan hal yang sama, dia tepis bayang-bayang pertunangan ini yang terpikirkan saat ini hanyalah menyalurkan ga i rah yang begitu dahsyat saat berada didekat Tan.


Keduanya ber ci uman dengan penuh ga i rah, saling me lu m at, saling me ny e s ap, bertahun-tahun lamanya has rat itu tidak saling mereka salurkan, kini akhirnya bisa keduanya keluarkan bersamaan.


Laluna dan Tan larut dalam ciu man penuh ga i rah di dalam fitting room yang berukuran cukup luas itu! Lidah Tan saat ini sudah menerobos kedalam rongga mulut Laluna, membelit lidah Laluna lalu kemudian me ny e sapnya penuh nikmat.


Laluna benar-benar sudah berada dalam penguasaan naf su yang kian detik kian memuncak, menguasai seluruh akal sehatnya. Hingga dirinya tak lagi berpikir bahwa yang dia lakukan adalah salah. Laluna bahkan memasukkan lidahnya kedalam rongga mulut Tan, dan mengikuti Tan untuk membelit lidahnya, keduanya saling me n ye sap kembali.



Bahkan kini kedua tangan Tan sudah berada diarea kedua pangkal paha milik Laluna, disingkapnya gaun yang dia pilihkan, lalu kedua tangannya menyelusup kedalam sana! Tubuh Tan bahkan semakin mendesak tubuh Laluna menghimpitnya hingga mentok ke tembok.


Tan meraba-raba pangkal paha mulus milik Laluna, sementara keduanya masih saling ber c iu man. Kedua tangan Laluna kini berpindah tempat dari yang semula melingkar di pinggang Tan, kini beralih melingkar dileher Tan lalu semakin mendorong wajah Tan agar lebih ber ga i rah pagi untuk ber c i u man.



❤️❤️❤️

__ADS_1


Ehh Luna eling ya ampun! Udah jadi tunangan Daniel masih aja doyan sama Tan, bagi-bagi lah kita kan kamu udah ada Daniel😂


Btw memang sering kejadian ya, kalau mau berhubungan dengan seseorang, harus cari tau dulu apakah orang tersebut sudah selesai dengan masa lalunya, kalau belum! Lebih baik mundur deh! Karena pasti akan terus dibayang-bayangi oleh masa lalunya.


__ADS_2