Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 74


__ADS_3

Perasaan terasa sangat mencekam bagi Laluna saat ini, dimana ini sudah malam dan bisa saja supir taxi ini berniat jahat terhadapnya! Dengan wajah ketar-ketir, Laluna menghirup nafas panjang-panjang agar dirinya bisa berpikir jernih ketika berada diposisi seperti ini.


Tenang Luna, kau jangan panik! Kau pasti bisa melumpuhkan supir taxi sialan ini! Batin Laluna.


Laluna pun mulai berpikir mencari cara supaya bisa menyelamatkan diri, karena percuma saja berteriak dari dalam mobil ini tidak akan ada yang mendengarnya. Akhirnya satu cara terpikir olehnya, yaitu memukul kepala supir taxi itu dengan suatu benda, tapi apa yang bisa dia gunakan saat ini?


Laluna semakin panik, wajah ketakutannya tidak dapat lagi dia sembunyikan! Laluna pun merogoh kedalam tasnya, dan mendapatkan botol kaca parfum miliknya, Laluna merasa botol kaca ini bisa digunakan untuk memukul supir taxi didepannya!


Oh my God, jalan ini semakin melenceng, ini sudah dipastikan bukanlah arah ke kediaman Tuan Lan, fix supir taxi ini adalah penculik! Bagaimana kalau supir taxi ini terlibat dalam perdagangan manusia? Apa dia akan mengambil organ tubuhku lalu menjualnya? Memikirkan ini sangat menakutkan. Batin Laluna.


Wajahnya kini bahkan sudah berkeringat dingin, padahal AC di dalam mobil ini on tapi wajah Laluna terus mengeluarkan keringat, akhirnya setelah membulatkan tekad, Laluna pun memberanikan diri untuk mendekati supir taxi secara hati-hati agar gerakannya tidak diketahui.


Setelah perlahan mendekati supir taxi itu, Laluna mulai mengayunkan tangannya yang sudah memegang botol kaca parfum untuk memukul kepala supir taxi itu! Supir taxi yang sejak tadi terlihat tersenyum pun, mengetahui akan hal apa yang akan coba dilakukan oleh Laluna, saat botol kaca itu mengayun, tangan kanan supir taxi itu langsung gercep memegangi tangan kanan Laluna yang hendak memukulnya, lalu ditariknya sedikit tangan kanan Laluna hingga membuat tubuhnya condong berdekatan dengan supir taxi.

__ADS_1



"Tolong! Tolong!" teriak Laluna yang semakin panik karena saat ini tangannya telah dipegang erat oleh supir taxi itu.


Tak disangka, supir taxi itu justru menaruh tangan kanan Laluna di bagian da danya, dan terus memegang erat tangan Laluna yang dia letakan di da danya, sambil terus fokus menyetir dengan satu tangan supir taxi itu memulai pembicaraan.


"Kau mau terus seperti ini? Atau kembali duduk ditempat mu?" tanya supir taxi yang suaranya sangat familiar.


Laluna pun mulai memberanikan diri, melongok kearah wajah dari supir taxi yang berada dekat dengannya, perlahan Laluna melihat, lalu Tan pun membuka penutup hoodie berwarna hitam yang sejak tadi membuatnya tak dikenali oleh Laluna.



"Apa kau sangat nyaman bila tanganmu ada didekat hati ku?" tanya Tan lagi, karena sejak tadi Laluna tak menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


Wajah Laluna masih speechless dengan kejadian yang mengejutkan ini, tapi hatinya kembali berbunga-bunga kembali bahwa dirinya akan diculik oleh laki-laki tampan yang sangat dia kagumi ini.


"Tuan, kenapa kau bisa menjadi supir taxi?" tanya Laluna dengan wajah memerah karena saat ini keduanya masih berdekatan sementara tangan kanan Laluna masih anteng dipegang erat dan diletakkan dibagian hati Tan.


"Bukankah kau belum puas mengomeli ku nona? Kurasa kau perlu waktu lebih dari itu," kata Tan lalu menyelipkan senyum tipis andalannya, senyuman yang bisa membuat sejuta umat yang melihatnya menelan saliva.


"Emm, aku! Aku tidak bermaksud mengomeli mu Tuan!" kata Laluna.



❤️❤️❤️


Hari ini mulai efektif lagi up sampai 5 bab ya sehari, jadi please jangan kelewat untuk like di setiap babnya🙏🙏

__ADS_1


Maaf juga kalau diawal akan banyak scene Luna dan Tan, nanti tapi Larisha sama Tuan Lan juga banyak juga kok😉


__ADS_2