
Membuat Larisha yang sudah selesai menelan makanan di rongga mulutnya terkejut atas aksi Tuan Lan ditempat umum itu! Kedua tangan Larisha replex langsung mendorong tubuh kekar Tuan Lan agar ciu man itu berakhir.
Tuan Lan pun masih terus meraup bibir Larisha, lalu menjulurkan lidahnya untuk membersihkan sisa makanan yang tersisa diujung bibir Larisha! Setelah menyapu bersih sisa makanan dibibir Larisha, Tuan Lan pun melepaskan ciu mannya.
"Tuan, apa yang kau lakukan? Ini rumah sakit, kenapa kau lakukan itu," kesal Larisha.
"Itu salahmu, karena kau makan berantakan!" kata Tuan Lan lalu tersenyum kearah Larisha dengan santainya.
Larisha pun hanya bisa geleng-geleng kepala dengan sikap Tuan Lan yang sudah mulai memperlakukannya dengan baik. Setelah lima jam lebih berlalu, Dokter Fred akhirnya keluar dari dalam ruangan operasi! Disusul beberapa perawat yang juga ikut keluar ruangan dan berlalu begitu saja dari hadapan Larisha dan Tuan Lan.
Larisha dan Tuan Lan yang melihat Dokter Fred sudah keluar ruangan pun langsung berdiri dan menghampiri Dokter Fred.
"Kalian masih menunggu disini rupanya, bagaimana apa lama sekali?" tanya Fred.
"Iya Dok, ternyata sangat lama dan aku sangat tidak tenang sejak tadi! Bagaimana Dokter, apa transplantasinya berhasil?" tanya Larisha penuh harap.
Dokter Fred pun tersenyum, lalu menepuk pundak Tuan Lan.
"Ya, transplantasi sumsum tulang belakang nona Laluna berjalan lancar," kata Dokter Fred.
Senyum lega sekaligus bahagia jelas terpancar dari wajah Larisha, terharu dan tidak menyangka bahwa Laluna bisa melalui semua ini.
"Terimakasih banyak Dokter, aku tidak tau bagaimana nasib adikku bila tidak ada Dokter," kata Larisha.
"Berterimakasih lah pada suami mu nona Larisha! Karena suamimu itu setiap hari menelpon dan merengek padaku agar berhati-hati menangani adikmu!" kata Fred.
"Tuan, terimakasih banyak! Kau sudah menyelamatkan adikku," kata Larisha menatap haru wajah Tuan Lan.
"Jangan lupakan pendonor itu juga! Suatu hari jika pendonor itu bersedia mengungkapkan identitasnya, ucapkan terimakasih padanya!" kata Dokter Fred.
__ADS_1
"Itu pasti Dok, aku bahkan akan terus mencari tahu siapa pendonor itu!" kata Larisha.
"Lalu bagaimana Fred kedepannya? Kapan Laluna sudah bisa kami bawa pulang?" tanya Tuan Lan.
"Kita akan lihat bagaimana respon dan reaksi tubuh nona Luna menerima sumsum tulang belakang baru itu ditubuhnya! Jika satu Minggu kedepan hasilnya tubuhnya merespon positif, maka nona Luna sudah bisa dibawa pulang!" kata Dokter Fred.
"Baiklah! Terimakasih banyak atas kerja kerasmu Fred, aku tidak akan lupakan ini!" kata Tuan Lan.
"Sama-sama, kalau begitu aku pergi dulu Lan! Kapan-kapan aku akan datang ke Bar milikmu!" kata Fred.
"Oke! Aku akan sangat menyambut mu Fred!" kata Tuan Lan, lalu kedua teman lama itu saling berjabat tangan dan berpelukan.
Dokter Fred meninggalkan Larisha dan Tuan Lan, keduanya masih harus menunggu Laluna dipindahkan ke ruang perawatan dan menunggunya siuman.
Satu Minggu Kemudian!
Tuan Lan mulai gelisah memikirkan Tan yang tak juga kunjung kembali! Sedangkan kondisi Laluna sudah stabil dan sudah bisa dibawa pulang ke negara mereka. Lagipula Tuan Lan sudah berniat setelah urusan Laluna selesai, dia ingin Tan segera mengusut tuntas kematian Dev, jika tugas ini bukan Tan yang menanganinya, Tuan Lan tak yakin akan berhasil mengetahui kebenarannya.
"Tuan, apa Tuan Tan belum diketahui akan kembali kapan?" tanya Larisha sambil menyuapi Laluna.
"Entahlah! Aku juga ingin dia cepat kembali dan menyelidiki kematian Dev," kata Tuan Lan.
Ngomong-ngomonh soal Dev, Larisha jadi kembali teringat akan pertemuannya dengan laki-laki yang sangat persis seperti Dev. Namun Larisha terus meyakinkan dirinya bahwa didunia ini manusia bahkan memiliki 10 kembaran yang tersebar di seluruh penjuru dunia, kata orang-orang si begitu. Jadi hal itu tidaklah perlu dianggap serius apalagi dibicarakan dengan Tuan Lan.
"Kak, apa Tuan Tan tidak ada dari sejak aku di operasi?" tanya Laluna.
"Iya, sepertinya dia sedang kencan dengan kekasihnya!" kata Larisha.
"Oh ya? Apa dia punya kekasih? Sejak kapan? Memangnya ada wanita yang mau dengan laki-laki breng sek sepertinya?" tanya Laluna.
__ADS_1
"Hei gadis penyakitan! Jangan bicarakan asisten pribadiku seperti itu! Lebih baik kau makan dengan benar agar tak menyusahkan aku lagi!" kata Tuan Lan.
"Aku bukan lagi gadis penyakitan Tuan! Dasar kakak ipar menyebalkan, apa dia bisa ditukar tambah dengan laki-laki lain kak?" tanya Larisha.
"Kau!" teriak Tuan Lan.
"Luna! Tuan tolong ucapan adikku jangan diambil hati, dia masih terpengaruh obat bius jadi ucapannya sangat ngaco!" kata Larisha.
"Sebaiknya kau suruh adikmu yang menyebalkan itu untuk tutup mulut! Dan jika sudah menyuapi adikmu, ikutlah denganku untuk pulang ke mansion, aku sudah pesankan tiket pesawat untuk kita pulang ke negara kita!" kata Tuan Lan.
"Apa kita akan segera meninggalkan Singapure Tuan? Aku akan kembali ke rumahku?" girang Larisha.
"Ke rumahku lebih tepatnya! Kau jangan pura-pura hilang ingatan Larisha, aku sudah menepati janjiku untuk membuat adikmu sembuh, sekarang giliran mu tepati janjimu!" kata Tuan Lan.
"Janji? Apa yang kakak janjikan pada laki-laki itu?" tanya Laluna.
"Em Luna! Sebaiknya kakak kembali ke mansion sekarang untuk berkemas! Besok pagi kita akan pulang ke Negera kita, jadi kamu istirahatlah malam ini," kata Larisha mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Tapi kau belum menjawab pertanyaan ku kak," kata Laluna.
Namun Larisha tak menggubris pertanyaan Laluna, dan bergegas menarik tangan Tuan Lan untuk segera meninggalkan rumah sakit.
"Sepertinya adikmu tidak tahu, kalau kau berjanji untuk melahirkan keturunanku!" kata Tuan Lan.
"Ini tidak ada urusannya dengan adikku! Dia tidak perlu tau Tuan!" kata Larisha.
"Baiklah terserah kau saja! Yang jelas, begitu kita kembali ke negara kita, aku akan menanam benih unggul milikku setiap saat di rahim mu itu!" kata Tuan Lan.
"Terserah kau saja Tuan! Lagipula aku tak akan bisa menolak ataupun melawan mu!" kata Larisha dengan cuek.
"Stthh sial, gadis itu bila sedang berwajah cuek benar-benar menaikkan has rattt ku!"Gumam Tuan Lan.
__ADS_1
❤️❤️❤️
Jangan lupa like, komen, Votenya ya maak! Lesu nih nulisnya kalau Likenya sedikit 🥲