
"Tan, bagaimana persiapan resepsi pernikahan ku dengan Larisha sudah sejauh apa?" tanya Tuan Lan.
Tuan Lan memang akan menyelenggarakan ulang pesta pernikahannya yang dulu dia lakukan dengan Larisha, tanpa adanya teman ataupun kolega-kolega bisnis Tuan Lan, kali ini Tuan Lan akan mengundang banyak sekali tamu undangan, sehingga Tan mengurus dari mulai gedung dan lain-lainnya.
"Ya, Tuan aku ingin menyampaikan bahwa persiapan pesta pernikahan mu sudah mencapai 80%!" kata Tan.
"Tan kau luar biasa selalu dapat aku andalkan, bahkan kau mengurusnya dengan cepat, padahal aku tau sekali Tan kau sangat sibuk dengan bisnis-bisnisku! Karena aku harus menemani Larisha terus beberapa hari kemarin," kata Tuan Lan.
"Ngomong-ngomomg dengan nona Larisha, bagaimana hasil pemeriksaan ulangnya Tuan?" tanya Tan.
"Aku akan menjadi ayah sebentar lagi Tan, prediksi Dokter tepat sekali, bahkan Larisha mengandung tiga sekaligus!" kata Tuan Lan sambil wajahnya berseri-seri tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya.
"Syukurlah, aku ikut bahagia untukmu dan nona, Tuan," kata Tan.
Lalu Tan dan Tuan Lan pun pergi bersama meninggalkan kediaman Tuan Lan menuju perusahaan iklan milik Tuan Lan.
Sore harinya!
Tuan Lan meninggalkan kantor untuk langsung pulang ke rumahnya! Tuan Lan tak bisa berlama-lama meninggalkan Larisha yang saat ini sedang dalam kondisi hamil dan lumayan lemah, meskipun banyak pelayan di kediamannya, tapi rasa ingin mengurus istri disaat tengah mengandung adalah hal yang paling membahagiakan untuknya.
__ADS_1
Sementara Tan, rutinitas setiap harinya adalah setelah dari kantor, sorenya dia akan pergi ke tempat casino untuk mengontrol bisnis Tuan Lan, setelah itu malamnya Tan akan pergi mengunjungi tempat hiburan malam Tuan Lan.
Lelah memang dirasakan oleh Tan, sampai-sampai Tan selalu sampai ke apartemennya malam hari pukul 00.00 malam. Untuk sekedar menelpon Laluna atau mengirimkannya pesan saja Tan sudah lelah duluan oleh pekerjaannya.
Tiba di kediamannya!
Tuan Lan sampai di lantai lima rumahnya, dan menghirup aroma kue dari dalam dapur di lantai itu! Akhirnya dia pun berbelok kearah dapur dan melihat Larisha tengah membuat kue kering six-ounce chocolate chip walnut. Tak lama-lama Tuan Lan langsung menyergap tubuh isterinya dari belakang lalu menge cup pipi sebelah kanan Larisha.
"Hai cantik, emm kau membuat kue ini untuk ku?" tanya Tuan Lan.
"Tentu saja, apa kau suka?" tanya Larisha.
Larisha pun mengambilkan satu kue itu untuk disuapi ke mulut suaminya, namun tak disangka Tuan Lan justru menggigit pipi Larisha lalu menji latnya.
"Emm sedap, kurasa aku lebih menyukai yang baru saja aku gigit dibadingkan dengan kuenya," ledek Tuan Lan yang masih terus mendekap tubuh Larisha dari belakang.
"Tuan, kau ini. Sakit tau," kata Larisha.
"Sakit tapi enak kan?" goda Tuan Lan.
__ADS_1
"HM, lumayan!" kata Larisha sambil tersenyum.
"Kau ingin lebih enak dari ini?" goda Tuan Lan.
"Ya, apa ada yang lebih enak dari gigitan mu yang tadi?" tanya Larisha seraya memancing.
"Tentu! Jika kau mengizinkan aku menggigit dibagian lain, kau akan merasakan kenikmatan yang lebih dari itu! Dan aku ingin mendengar suara-suara surgawi mu itu menyebutkan nama panggilan baru untuk ku!" kata Tuan Lan.
"Oh ayolah, kau membuatku malu Tuan!" kata Larisha lalu memutar tubuhnya hingga keduanya saling berhadapan.
"Ayolah, aku akan memanggil mu Momy mulai dari sekarang, dan kau harus memanggil ku Dady! Nantinya anak-anak kita akan memanggil kita dengan sebutan seperti itu! Kau setuju?" tanya Tuan Lan.
"Oke, baiklah! Aku akan memanggil mu Dady," kata Larisha.
"Aku akan mengetes mu!" bisik Tuan Lan, lalu menelusupkan jari-jarinya kedalam celana pendek yang dikenakan oleh Larisha.
"Oughttt dad, emtthh!" de sah Larisha lalu menggigit bibir bawahannya sendiri.
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Duhilah jadi pingin pindah k planet mars kalau liat bucinnya Tuan Lan ke Larisha 😂 Yang lain berasa ngontrak ini di bumi😅
Ini yang mau maranin si san Tan kemana ya? Tunggu abis ini kita tontonin mafia dilabrak sama cewek bar bar kaya Laluna💃💃🙌