
Daniel segera menyusul dengan menaiki lift sebelahnya menuju ke lantai yang sama dengan Laluna.
Ting ..
Pintu lift terbuka! Laluna pun keluar dari lift dan masih terus menangis, tujuannya adalah menemui siapa lagi, kalau bukan untuk menemui Tan.
Tok..
Tok..
Tok..
Diketuknya pintu apartemen milik Tan dengan keras oleh Laluna, dan Tan yang sedang berada didalam pun bergegas membukakan pintu.
Klek..
Tan terkejut saat melihat sosok dibalik pintu apartemennya!
"Luna! Kenapa kau basah kuyup seperti ini? Katakan apa terjadi sesuatu? Kau terluka?" tanya Tan dengan sangat panik.
Daniel yang berada tidak jauh dari unit apartemen milik Tan, dapat dengan jelas mendengar Tan yang sedang khawatir dengan Laluna.
..."Luna, kita sudah resmi bertunangan! Dan tidak lama lagi kita akan menikah, sampai hati kau masih menemui mantan kekasih mu!" Batin Daniel teriris perih, pengorbanannya selama ini masih juga belum mengetuk hati Laluna....
...
...
"Hei, Luna jawablah? Ada apa? Apa kau terluka?" tanya Tan sambil terus mengelap wajah Laluna yang basah.
Laluna menitihkan air matanya! Lalu melangkah maju masuk ke dalam apartemen itu! Tan pun melangkah mundur, mengikuti gerak kaki Laluna yang terus maju masuk ke dalam.
"Ya aku terluka! Hati ku sangat terluka saat ini, bagaimana bisa aku menyakiti hati mu! Bagaimana bisa aku bertunangan dengan laki-laki lain? Sementara kau adalah orang yang sangat mencintai ku, bahkan kau rela mendonorkan sumsum tulang belakang mu untuk menyelamatkan nyawa ku," lirih Laluna.
__ADS_1
"Luna, kau tau dari mana? Aku melakukan itu, karena aku sangat mencintaimu! Tidak masalah jika kau memilih dengan yang lain, meski hati ku hancur! Asalkan kau bahagia, aku akan menerimanya," kata Tan.
"Aku bahagia? Bagaimana aku bisa bahagia, jika kebahagiaan ku adalah dirimu!" kata Laluna.
"Luna, sekarang semua sudah terlambat! Kau sudah memilihnya, dan," kata Tan yang belum selesai bicara mulutnya sudah disumpal oleh mulut Laluna.
Kaki Laluna berjinjit untuk bisa menyumpal mulut Tan dengan mulutnya, kedua tangannya melingkar dileher Tan, sementara bibir Laluna terus melu m a t bibir Tan.
Tan pun melepaskan sejenak ci u man itu!
"Bajumu basah! Gantilah baju mu!" kata Tan.
"Kau benar, aku harus secepatnya melepaskan baju basah ini!" kata Laluna kedua mata Laluna terus saling bertatapan dengan Tan.
Laluna kemudian membuka bajunya dihadapan Tan, dan Tan pun segera kembali me lu m at bibir Laluna membalas perlakuan Laluna diawal tadi. Kedua tangan Tan membantu Laluna melepaskan pengait b r a yang berwarna merah muda itu. Hingga kedua buah melon import itu terpampang nyata di hadapan Tan.
Bertahun-tahun lamanya kerinduan itu tertahan dan terkunci, kini keduanya hanyut kedalam lembah hawa naf su yang berapi-api. Tan terus menye sap bibir Laluna, menggigitnya pelan lalu kembali me lu matnya.
Kedua tangan Tan dengan leluasa me rem as kedua buah melon import yang menggantung sempurna pada pemiliknya! Di rem asnya kiri dan kanan secara bergantian, Tan sekuat tenaga me rem as kedua buah melon import milik Laluna hingga Laluna pun meringis kesakitan.
"Ah sssstttttttt, kau terlalu kencang me rem asnya," protes Laluna.
"Maaf, tapi aku yakin kau akan lebih menyukainya bila ku re m as dengan kencang," lirih Tan.
Laluna pun tersenyum, dan tak lagi menolak saat Tan malah lebih kencang me rem as kedua buah melon import miliknya. Tan yang melihat pintu apartemennya belum benar-benar tertutup, segera membawa Laluna untuk menutup pintu tersebut dengan terus saling berpagutan, keduanya berjalan kearah pintu lalu satu tangan Tan menutup pintu apartemennya.
Tanpa keduanya sadari, dibalik pintu itu Daniel berdiri menyimak apa yang keduanya lakukan di dalam apartemen itu. Daniel berdiri mematung, membiarkan kedua insan yang tengah dimabuk kerinduan itu melampiaskan seluruh has rat terpendam keduanya. Mana mungkin Daniel tidak terluka saat kedua telinganya terus mendengar e ra ngan demi e ra ngan yang calon istrinya keluarkan akibat sentuhan dari mantan kekasihnya.
Hancur hatinya! Laluna benar-benar mengangkat tubuh Daniel ke udara dengan menerima pertunangan itu, lalu menghempaskan tubuhnya ke dasar jurang dengan perbuatannya malam ini bersama Tan. Daniel bukanlah tipe laki-laki yang ketika marah dia akan hilang kendali dan langsung bermain kasar, dia selalu berpikir tenang, menerima semua perbuatan Laluna, bahkan hendak menunggu Laluna dan Tan selesai melakukannya.
Tan dan Laluna masih terus saling me ny es ap, kali ini tubuh Laluna bersandar di pintu sementara Tan mulai melucuti rok pendek yang dikenakan oleh Laluna, dilepaskannya seluruhnya, lalu Tan pun berlutut dihadapan Laluna, wajahnya kini berhadapan dengan inti milik Laluna yang sedikit basah akibat hujan.
__ADS_1
"Aku merindukannya!" lirih Tan.
Laluna pun membuka kedua pangkal pahanya agar memberikan cukup ruang untuk Tan masuk kedalam sela-selanya. Tan mendekatkan wajahnya pada bagian inti milik Laluna, kemudian tanpa berlama-lama lagi, Tan me nye sap bagian inti milik Laluna dengan kuat.
Membuat kedua tangan Laluna langsung berpegangan kuat pada pintu apartemen itu, tubuhnya menggeliat saat bibir Tan menyentuh area inti miliknya, bahkan me nye sapnya kuat. Wajah Laluna mendongak keatas, sementara kedua kakinya harus tetap kokoh berdiri ditengah kenikmatan yang membuat seluruh tubuhnya terasa lemas.
"Ahhhhhhh, sittt oughttt kau men ye sapnya," jeritan Laluna yang penuh kenikmatan.
Daniel yang berada dibalik pintu apartemen itu, dapat mendengar suara-suara surgawi yang dikeluarkan oleh Laluna. Daniel pun menundukkan wajahnya, mengusap wajahnya lalu duduk di lantai depan pintu. Keuda matanya sudah berkaca-kaca.
"Ah f u ck! Ahhhh Arthan kau nakal sekali," teriak Laluna.
Tan terus me nye sap bagian inti Laluna, bahkan kali ini Tan menjulurkan lidahnya, lalu men ji latnya seperti itu adalah ice cream berbagai rasa. Tan terus memainkan lidahnya diarea inti milik Laluna, kerinduannya terhadap Laluna benar-benar melepas liarkan has ratnya yang diluar batas kendali.
Di ji lattnya, kemudian di hi sap kembali begitu terus menerus padahal Laluna sudah berteriak-teriak tidak sanggup lagi menahan kenikmatan yang sebelumnya belum pernah ia rasakan. Kali ini Tan benar-benar bermain diluar dugaan, dia ganas dan tanpa ampun membuat Laluna terus menjerit dan me nge rang.
"Tan, ahhhh Fu ck cukup oughttttttt ahhhh berhenti!!!! Ahhhh aku tidak tahan." de sah Laluna saat Tan terus memainkan bagian intinya dengan mulutnya.
"Ahhhhh,,, aku sampai!" de sah Laluna yang berhasil mencapai puncak nirwana lebih dulu.
Tan pun melepaskan bagian inti milik Laluna, lalu dia berdiri dihadapan Laluna, sambil tersenyum kearah Laluna dengan manisnya.
"Kau kapok?" tanya Tan.
Laluna pun memeluk tubuh Tan, dan Tan pun membalasnya dengan menge cup rambut Laluna.
"Aku mencintaimu Arthan!" kata Laluna.
"Aku lebih mencintaimu lagi Luna," kata Tan.
Lalu keduanya kembali ber ci uman.
❤️❤️❤️
Arthan bener-bener ye, ku kira cupu ternyata suhu. Untung ya calon suaminya Laluna itu ga gampang meledak-ledak, Daniel lebih memilih untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan sampai si anak baik ini rela loh nungguin sampai kelar cap cip cup cerrr mereka berdua.
__ADS_1
Gak kebayang kalau itu bukan Daniel, bisa aja keduanya langsung dihajar abis-abisan.