
Malam harinya didalam kamar Laluna dan Tan!
Handphone Laluna berdering panggilan masuk dari Larisha, Laluna pun bergegas mengangkat telepon itu.
..."Hallo kak,"...
..."Hallo Luna, kau baik-baik saja kan? Apa kau betah di rumah barumu?" ...
..."Tenang kak, suamiku itu sangat gagah dia selalu menjagaku! Aku cukup betah disini,"...
..."Kakak merindukanmu Luna, anak-anak juga sama! Kami besok akan pergi berlibur, anak-anak kan mulai masuk libur sekolah,"...
..."Aku juga sudah sangat merindukan kalian kak, biasanya setiap sore aku akan menggoda anak-anak mu sampai mereka marah dan kesal! Oh ya liburan?"...
..."Kalau begitu kau ikutlah dengan kami berlibur di vila tengah hutan! Ajak Tan dia juga kan masih cuti kerja,"...
..."Kebetulan kak aku ingin suasana hijau, bosan dengan pemandangan dan kebisingan kota! Kurasa bayiku juga setuju, aku akan sampaikan pada Tan,"...
..."Baiklah jika kau setuju, besok pagi datang kemari ya!" ...
..."Iya kak, aku akan beritahu Tan dulu!"...
Laluna pun menutup teleponnya, tak lama kemudian Tan keluar dari dalam kamar mandi dan hanya mengenakan handuk sepinggang.
"Wow seksi sekali!"
"Jangan menggodaku lagi, nanti dibawah sana kembali mengeras kau yang repot nanti!"
"Hmm, sayang bulan madu kita kemana nanti?"
"Entahlah, aku masih mencari-cari tempat terbaik untuk mu! Kenapa kau sudah tidak sabar? Apa tadi masih kurang?"
"Arthan kau ini, ini saja masih sangat perih karena kau bermain terlalu brutal tadi!"
"Maafkan aku sayang, itu salahmu karena memiliki wajah dan tubuh yang sangat menggoda!"
"Baiklah Sayang anggap itu salahku, oh ya Tan besok kak Luna dan kak Lan akan pergi berlibur bersama anak-anak, kita ikut ya! Aku ingin ikut!"
"Libur sekolah kah?"
"Iya, libur sekolah, mereka akan berlibur di vila tengah hutan! Asik sekali kan, pemandangan hijau-hijau,"
"Ya, sepertinya Kak Lan memang meminta sekertarisnya membeli sebuah vila ditengah hutan! Kau mau ikut?"
"Iya lagipula kau kan juga masih cuti!"
"Baiklah kita akan ikut sayang, asal kau bahagia aku pasti penuhi semua permintaan mu!
"Asikk terimakasih suamiku sayang!"
Laluna dan Tan pun memutuskan untuk ikut berlibur bersama dengan keluarga Larisha dan Tuan Lan. Keesokan harinya, Tan dan Laluna mendatangi kediaman Tuan Lan, sampai disana terlihat di halaman rumah mewah itu sebuah helikopter berwarna putih milik Tan.
"Ada heli milik kak Lan, kenapa ada di halaman rumah?"
__ADS_1
"Sepertinya akan memakan waktu lama jika memakai mobil, lagipula jalanan menuju vila itu tidak seindah seperti yang ada dalam bayangan mu sayang!"
"Jadi kita akan pergi menggunakan helikopter ini sayang?"
"Ya sepertinya, lebih hemat waktu dan kemih nyaman juga? Ayo kita masuk dulu!"
Tan dan Laluna pun masuk ke dalam rumah, keduanya berjalan menuju ruangan tamu! Di sana Bright, Domanick, dan Brithney sudah berpakaian rapi ala-ala tentara yang akan menyusup ke sebuah hutan.
"Aunty!"
Brithney yang melihat Laluna segera berlari kearahnya! Laluna pun langsung memeluk gadis kecil itu.
"Wow, kau akan pergi berlibur Brith?"
"Tentu, kau ikut kan aunty?"
"Tentu saja!"
"Paman Tan, Dady bilang saat musim salju begini, hutan disana akan tertutupi salju dan bisa menjadi arena bermain ski yang asik, apa benar?" tanya Domanick penasaran.
"Ya sepertinya begitu Nick, memangnya kau mau bermain ski?"
"Tentu, kau yang akan mengajariku!"
"Baiklah anak tampan paman akan mengajarimu disana! Bright, kau suka bermain ski?"
"Tidak paman!"
"Wow, ada apa ini? Nick sejak kapan Dady mengajarkan mu bicara kasar begitu terhadap saudaramu?"
Tuan Lan dan Larisha baru saja tiba di ruangan tamu dan sudah berpakaian rapi.
"Sorry Dad,"
"Minta maaf pada Bright!"
"Maaf Bright,"
Bright pun hanya mengangguk saja dan tak lagi menanggapi Domanick, Laluna pun langsung memeluk Larisha.
"Kakak,"
"Bagaimana apa kau masih mual?"
"Ya masih, tapi mungkin karena baby ini ingin berlibur jadi sudah tidak begitu mual lagi kak!"
"Tan, kau seperti lemas sekali hari ini!" Tuan Lan menggoda Tan.
"Ayolah Kak, kau jangan memancing ku!" Tan tersenyum seolah mengerti akan ejekan Tuan Lan karena dirinya lemas akibat seharian kemarin terus memompa Laluna.
__ADS_1
"Oke semuanya sudah siap? Aku akan pastikan helikopter yang satunya lagi sudah datang," Tuan Lan segera menuju halaman rumahnya untuk melihat kedua helikopter yang akan mengantarkan mereka semua ke vila yang terletak didalam hutan.
Rupanya kedua helikopter itu sudah ada di halaman rumah Tuan Lan yang sangat luas itu! Masing-masing helikopter bisa mengangkut empat orang jadi Larisha dan Tuan Lan menggunakan helikopter pertama bersama dengan Brithney dan juga Bright, sementara di helikopter kedua akan membawa Laluna, Tan, dan Domanick.
Mereka melakukan perjalanan udara dengan sangat menyenangkan, diatas sana mereka bisa melihat pemandangan kota dibawah sana! Hingga setelah terbang mengudara cukup lama, rombongan itu mendarat di dekat vila yang kebetulan sedikit tertutupi oleh salju.
Mereka turun dari helikopter, dan nantinya helikopter itu akan langsung meninggalkan tempat ini dan menjemput mereka kembali ketika di telepon oleh Tuan Lan.
Larisha dan Laluna serta anak-anak seketika terkesan dengan pemandangan indah yang disuguhkan oleh tempat ini! Lihatlah sebuah vila yang cukup besar dan tertutupi salju, serta pepohonan yang hijau dan gurun salju yang bersatu untuk menghasilkan pemandangan yang dapat menyejukkan mata setiap orang yang memandang.
Vila yang bertemakan klasik berwarna coklat kayu, yang terletak ditengah hutan itu terlihat sangat nyaman! Tidak ada bunyi klakson, tidak ada kemacetan, yang ada hanyalah hamparan salju bak pulau kapas, pepohonan yang tinggi menjulang, serta kicauan dari burung-burung yang terbang diatas mereka, seakan menyambut kedatangan keluarga Tuan Lan.
"Luar biasa kak ini indah sekali,"
Laluna tak henti-hentinya mengagumi pemandangan sekitar.
"Momy, ini indah aku suka sekali aku suka salju Momy!"
"Iya Brith, Momy juga sangat suka pemandangan disini!"
Tuan Lan dan Tan pun sejenak menghirup udara segar yang terdapat disana! Biasanya di perkotaan udara yang mereka hirup bercampur dengan polusi kendaraan terapi disini mereka bisa menghirup udara yang sangat segar, membuat pikiran menjadi jernih dan menetralkan pikiran-pikiran yang selama ini terbebani oleh rutinitas pekerjaan yang sangat melelahkan.
"Hei Bright kau bawa bola tidak?"
"Bawa,"
"Kau taruh dimana?"
"Didalam tasku!"
"Nanti kau tanding bola denganku! Siapa yang bisa memasukkan bola ke gawang maka akan mau menuruti perintah pemenangnya, bagaimana?
"Setuju!"
Domanick dan Bright nantinya akan bermain bola dan akan bertanding untuk bisa saling menjebol gawang masing-masing.
"Anak-anak, cepat kita masuk ke dalam vila dulu dan beristirahat!" kata Tuan Lan.
"Baik dad,"
"Momy, nanti apa kau akan menemani ku untuk membuat boneka dari salju?"
"Tentu saja Brith, Momy akan membuatkan boneka yang sangat besar dari salju untuk mu!"
❤️❤️❤️
Btw abis ini konfliknya berat dulu ya maak, yang mau numpuk othornya boleh asal pake kembang ya nimpuknya😅
__ADS_1
Btw yang penasaran Domanick nanti besarnya kaya apa, othor spill tipis-tipis nih.