
Kedua tangan Larisha menghentikan aktivitas dapur yang sejak tadi digelutinya, kini kedua tangannya berpegangan erat pada kitchen set dapur akibat serangan tiba-tiba dari Tuan Lan. Jari-jari nakal itu terus bermain-main di daerah inti milik Larisha.
"Emthhhh dad, pelan-pelan!" lirih Larisha.
"Kau suka honey?? Ini menggemaskan sekali Momy, kau nyaris kebanjiran," kata Tuan Lan yang semakin gencar memainkan jemarinya dibagian inti milik Larisha.
"Bawa aku ke kamar dad!" lirih Laris yang sudah tak tahan lagi oleh has ratnya yang kian memuncak.
"Aku suka melihat mu gelisah begini Momy," bisik Tuan Lan yang akhirnya melepaskan jari-jarinya dari inti milik Larisha, lalu menggendongnya menuju ke dalam kamar mereka.
Sesampainya di dalam kamar! Tuan Lan menurunkan tubuh Larisha diatas ranjang, dan tanpa basa-basi langsung melepaskan celana pendek berwarna hitam yang dikenakan oleh istrinya, Tuan Lan menatap sejenak kearah inti milik Larisha yang kini sudah membuat bagian akhir penutupnya lembab sekali.
"Kau sudah sangat basah Momy! Aku penasaran dengan rasanya, aku ingin mengigitnya honey!" lirih Tuan Lan.
__ADS_1
Larisha menjawab keinginan suaminya itu hanya dengan senyuman, dan menggigit bibirnya sendiri! Seolah menginginkan apa ng hendak dilakukan oleh Tuan Lan. Tuan Lan pun tersenyum melihat ekspresi wajah sang istri, ia lantas melucuti bagian akhir yang menutupi bagian inti itu!
Larisha melebarkan kedua pangkal pahanya, lalu tersenyum pada Tuan Lan, tak tahan berlama-lama menatap bagian tersebut, Tuan Lan segera memposisikan wajahnya ditengah-tengah kedua pangkal paha Larisha, sekilas mengamatinya, dan menghirupnya sekejap, setelah itu Tuan Lan mulai membenamkan wajahnya pada bagian inti milik Larisha.
"Ogthhhhhhhh ah, dad kau sangat nakal." Larisha meng e rang dan wajahnya replex mendongak keatas sementara kedua tangannya mencengkram kuat bantal disamping kiri kanannya.
Mendengar de sa h an dari bibir Larisha, membuat Tuan Lan semakin gemas dan mulai men ye sapnya, dijulurkannya lidah Tuan Lan dan meliuk-liuk didaerah inti milik Larisha yang sudah banjir akibat ulah Tuan Lan.
Wajah Tuan Lan yang ditumbuhi oleh brewok-brewok yang sangat banyak, memberikan sensasi-sensasi geli-geli menusuk di daerah inti milik Larisha. Tuan Lan bahkan sengaja menggesek-gesekkan brewoknya karena hal itu membuat Larisha menjerit-jerit kencang.
"Ah, dad oughttt ahhhhhhh dad please ought!" Larisha menjerit kencang disertai dengan suara-suara surgawinya.
Larisha men de sa h semakin kencang ketika sapuan lidah Tuan Lan terus memainkan inti miliknya, kini satu tangan Larisha menekan wajah Tuan Lan agar semakin terbenam didalam sana! Sementara satu tangannya terus mencengkram kuat sprei ataupun bantal disekitarnya.
__ADS_1
"Oughttt yes dad! Mmmthhhjhhh dad cukup! Ah!" de s a h Larisha.
Merasa sudah cukup membuat sang istri sejak tadi meraung-raung dalam kenikmatan akibat ulahnya, Tuan Lan mengangkat wajahnya dari tengah-tengah kedua pangkal paha Larisha. Tuan Lan sekejap menatap wajah Larisha yang terlihat sangat menggoda kala dalam kondisi ber g a i rah seperti ini.
Tuan Lan menyeka sisa-sisa cairan di bibirnya, lalu melucuti pakaiannya sendiri satu persatu. Saat ini tubuh Tuan Lan sudah polos, dia pun mengedipkan sebelah matanya pada Larisha, lalu Larisha pun melepaskan pengait dari penutup kedua buah melon import miliknya, agar sama-sama polos seperti Tuan Lan.
Tuan Lan segera menindih tubuh Larisha, lalu men ci um bibir merah mudah milik istrinya, sambil satu tangannya mer e ma s satu persatu kedua buah melon import kesukaannya.
"Aku menginginkanmu Momy! Kau selalu membuat ku ber g a i ra h sayang," lirih Tuan Lan.
"Lakukan dad!" bisik Larisha.
Tuan Lan pun mengarahkan knalpot traktor sawah miliknya tepat dibagian inti Larisha, dan mulai mendorongnya secara perlahan.
__ADS_1
❤️❤️❤️
Haduhh Dad istri lagi hamud masih aja dikasih serang secara brutal😅 Ini lagi yang diserangnya malah demen banget.